Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

BUMN RI Promosikan Senapan Hingga Kapal Perang di Polandia

Dalam rangka meningkatkan peluang ekspor dan kerja sama di wilayah Eropa, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengikutsertakan lima BUMN Industri Pertahanan dan High Technology yaitu PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Dahana, dan PT Len Industri pada Balt Military Expo ke 14 tahun 2016 yang diselenggarakan di Amber Expo Exhibition and Convention Centre, Gdansk Polandia dari tanggal 20-22 Juni 2016.

Delegasi dipimpin oleh Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Harry Sampurno.

"Pameran selama 3 hari ini oleh penyelenggara difokuskan pada maritime safety and security, the latest defence systems, sea and land rescue di mana kedeputian BUMN bidang PISM (Pertambangan, Industri Strategis, dan Media) yang membawahi cluster National Defence dan High Technology," tulis keterangan tertulis Dahana, Senin (20/6/2016).

Selasa, 09 Februari 2016

Indonesia Ajak ASEAN Pegang Saham Industri Pertahanan Indonesia

✈ KRI RE Martadinata 331 [Haikal]

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengajak negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) memegang saham minoritas industri pertahanan Indonesia sehingga lebih memperkuat industri dalam negeri.

"Indonesia mengajak negara-negara ASEAN memegang saham industri pertahanan Indonesia. Karena kalau mengandalkan pajak dalam negeri maka industri pertahanan kita tumpul," katanya di Mataram, Senin.

Minggu, 27 Desember 2015

PT INTI kecewa tak ditawari proyek radar Kemhan

Bila pemerintah memang meminta, PT INTI siap memproduksi radarSalah satu radar kapal produk PT INTI

PT INTI (Persero) mengungkapkan kekecewaannya karena tidak dilibatkan dalam proyek pengadaan radar Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT INTI Endang Yuliawaty menyayangkan keputusan pemerintah yang lebih memilih perusahaan swasta asing ketimbang BUMN.

Padahal, menurut dia, PT INTI memiliki kemampuan untuk meproduksi radar secara mandiri. “Bila ditinjau dari pengalaman dan kemampuan yang dimiliki PT INTI, kami sanggup memproduksi radar,” kata Endang kepada KONTAN, Selasa (8/9).

Sejak awal PT INTI bahkan sudah menyatakan diri sebagai BUMN yang sanggup memproduksi alat utama sistem senjata (alutsista). Sayangnya, hingga kini pemerintah enggan melirik PT INTI.

Sampai saat ini kami belum pernah memproduksi radar karena tidak pernah ada tawaran proyek dari pemerintah,” jelasnya.

Kamis, 22 Oktober 2015

Upgrade Kendaraan VAB 4x4 TNI AD

Upgrade kendaraan tempur TNI AD jenis VAB 4x4 (all photos : Alam Indomesin Utama) 

Upgrade kendaraan tempur TNI terus dilakukan, kali ini panser VAB milik TNI Angkatan Darat dilakukan upgrade transmisinya yang semula menggunakan transmisi manual diganti dengan jenis automatik. Jenis transmisi yang baru ini menggunakan produk Jerman dari ZF transmission

Selasa, 04 Agustus 2015

Jajaran KRI produksi dalam negeri

Kita harus bangga dengan kemampuan anak anak bangsa dalam mewujudkan kemandirian bangsa di bidang maritim terutama pembuatan kapal untuk TNI AL.
FPB-57 atau Fast Patrol Boat 57 m adalah sebuah rancangan kapal patroli yang dibuat oleh Jerman. Pada perjanjiannya  PT. PAL yang awalnya hanya merakit kapal ini di  Surabaya, dan kemudian akhirnya PT PAL dpt memperoleh hak untuk memproduksi rancangan kapal ini
Kapal Patroli Cepat FPB 57 Nav I

Yg termasuk kapal kelas ini : KRI KAKAP 811, KRI KERAPU 812, KRI TONGKOL 813, KRI BARAKUDA

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/kri-barakuda-26-7-11.gif
(dok photo :www.tni.mil.id)

Minggu, 21 Juni 2015

Bonefish akan Diujicoba di Indonesia

bonefish
Pada Indo Expo, pameran alutsista terbesar di Indonesia, Saab meluncurkan konsep kapal permukaan tanpa awak yang dilengkapi dengan radar, sensor dan sistem komunikasi canggih.

Kamis, 16 April 2015

Ini Komponen Jet Tempur Typhoon yang Bisa Diproduksi PT DI


Eurofighter Gambar konsep pengembangan Eurofighter Typhoon yang mengintegrasikan Comformal Fuel Tank (CFT) di punggungnya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen pesawat tempur konsorsium Eropa, Eurofighter menjanjikan transfer teknologi dan perakitan pesawat jika pemerintah Indonesia akhirnya memilih jet tempur produksinya, Typhoon sebagai pengganti F-5 Tiger.

Selain itu, Indonesia juga berkesempatan untuk memproduksi komponen pesawat Typhoon, melalui fasilitas produksi yang dimiliki oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Lantas, komponen apa yang bisa diproduksi oleh pabrik perakitan pesawat yang bermarkas di bandung, Jawa Barat itu?

Martin Elbourne, Head of Industrial Offset Eurofighter menyebutkan jenis komponen yang bisa diproduksi oleh PT DI.

"Komponen yang bisa diproduksi PT DI antara lain adalah comformal fuel tank," ujar Elbourne saat dijumpai KompasTekno di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Comformal Fuel Tank (CFT) adalah tanki bahan bakar tambahan yang dipasang menyatu mengikuti lekuk badan pesawat, yang bisa memberikan bahan bakar tambahan tanpa mengurangi aerodinamika pesawat, jika dibandingkan dengan external drop tank yang biasanya dicantolkan di sayap atau bagian bawah pesawat.

the avionist Comformal fuel tank (lingkaran merah) yang terpasang di badan Eurofighter Typhoon
Dijelaskan oleh Martin, CFT bisa memberikan keuntungan bagi TNI Angkatan Udara jika mengoperasikan jet tempur Typhoon yang dilengkapi dengan fitur ini, seperti waktu terbang lebih lama, jangkauan lebih jauh, serta tidak mengurangi jumlah persenjataan yang bisa diusung oleh Typhoon.

Sebab, berbeda dengan menggunakan external drop tank, walau sama-sama bisa memberikan bahan bakar lebih banyak dan jangkauan lebih jauh, namun drop tank tersebut menggunakan kaitan yang seharusnya bisa dipasangi persenjataan.

Selain itu, CFT juga disebut Martin sesuai dengan profil wilayah Indonesia yang luas dan berpulau-pulau, sehingga TNI AU bisa melakukan patroli wilayah lebih lama.

Ke depannya, selain memproduksi CFT untuk kebutuhan TNI AU sendiri, PT DI juga bisa mengekspor CFT ke negara-negara lain yang juga mengoperasikan Eurofighter Typhoon, seperti Jerman, Inggris, Spanyol, dan Arab Saudi.

"Ini kesempatan yang bagus bagi PT DI untuk meningkatkan kemampuannya dari produsen pesawat terbang sipil menjadi produsen pesawat tempur," pungkas Martin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI sedang mencari pengganti jet tempur F-5 Tiger yang akan segera dipensiunkan. Eurofighter Typhoon bersamaan dengan JAS-39 Gripen, Sukhoi Su-35, dan F-16 Block 60 menjadi kandidat utama pengganti F-5.
Editor: Reza Wahyudi

Minggu, 18 Januari 2015

Ini 13 Kawasan Industri Baru Pendukung Program 'Tol Laut' Jokowi Butuh

Program 'tol laut' yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa berdiri sendiri. Selain tambahan pelabuhan-pelabuhan baru, tol laut butuh dukungan kawasan-kawasan industri baru sebagai pusat produksi, agar terhubung dengan kawasan non produksi.

Ini 13 Kawasan Industri Baru Pendukung Program Tol Laut Jokowi Butuh

"Dengan kawasan industri baru. Maka kapal bisa berangkat tanpa harus kosong," kata Direktur Pengembangan Fasilitas Industri Wilayah I Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan pada acara diskusi di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2015).

Senin, 08 Desember 2014

Batan Akan Bangun Pembangkit Tenaga Nuklir di Serpong

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) percontohan. PLTN tersebut akan berlokasi di Kawasan Nuklir Batan, Serpong dengan kekuatan 10 Megawatt.

Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnusubroto 
"Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi memberikan dukungan terhadap rencana kita itu," ujar Kepala Batan, Djarot Sulistyo, di Yogyakarta, Minggu 7 November 2014.