Tampilkan postingan dengan label BAKAMLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAKAMLA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Maret 2016

Pertahankan Kedaulatan Indonesia Harus Lebih Berperan di Laut China Selatan

Indonesia mungkin tidak menjadi penggugat ke Kepulauan Spratly yang disengketakan, tapi insiden tersebut adalah ujian nyata pertama dari ambisi Presiden Joko Widodo untuk mengubah negara ini menjadi kekuatan maritim, kebijakan yang tentu berarti menegaskan kedaulatan atas batas laut yang luas.

Meskipun Indonesia sangat mendukung upaya pembuatan Code of Conduct untuk mencegah bahaya konflik terbuka, pendekatan Indonesia sampai dengan saat ini tampak aneh, terkait persaingan negara adidaya di kawasan itu memanas.


http://images.cnnindonesia.com/visual/2015/09/20/86f1a3be-944c-43f2-a2a0-ad1b5cbdd892_169.jpg?w=650
PARADE KRI
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menutup mata untuk tiga insiden, dua di tahun 2010 dan satu pada tahun 2013, di mana kapal perang China memaksa Kapal Penjaga Perikanan Indonesia melepaskan Kapal penangkap ikan China di perairan Natuna.

Pemerintah Bawa Kasus kapal penjaga pantai Tiongkok di Natuna ke Mahkamah Hukum Laut

Tiongkok telah membohongi Indonesia yang sempat menyatakan kawasan Natuna sepenuhnya milik Indonesia. Pernyataan Beijing waktu itu diungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bahwa tidak pernah ada pihak yang mengklaim kepemilikan Kepulauan Natuna, bahkan Tiongkok dengan jelas menyatakan kepulauan tersebut milik Indonesia.

“Beberapa waktu lalu ada berita soal klaim Natuna. Itu sama sekali tidak benar,” ujar Retno Marsudi dalam keterangannya kepada media massa di Kuala Lumpur, Jumat (20/11/2015).





Bahkan waktu itu, dengan penuh percaya diri, Menteri Luar Negeri menegaskan kepemilikan Indonesia atas kawasan Natuna sudah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tidak pernah ada keberatan dari pihak mana pun, termasuk Tiongkok.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengutip pernyataan juru bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok, yang dengan jelas menyebutkan tentang kepemilikan Kepulauan Natuna oleh Indonesia. “Ini adalah wilayah Indonesia. Titik,” tegas Retno Marsudi tahun 2015.

Minggu, 22 November 2015

Bakamla RI Bangga Punya Kapal Produk Indonesia

kapal-bakamla-1.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia meluncurkan dua kapal buatan PT Karimun Anugerah Sejati, dan PT. Palindo Marine, Sagulung, Batam, Jumat (20/11/2015). 
Kedua kapal buatan tangan Indonesia ini adalah KN. Ular Laut 4805 buatan PT Palindo Marine dan KN. Belut Laut 4806 buatan PT Karimun Anugerah Sejati. Kedua kapal patroli laut ini memiliki panjang 48 meter, lebar 7,8 meter dan tinggi 4 meter di bawah permukaan laut.