Tampilkan postingan dengan label History TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History TNI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

KS Type 206 : Nyaris Jadi Arsenal Korps Hiu Kencana TNI AL


Suatu hari di tahun 1997, pada acara “Dunia Dalam Berita” di TVRI, diwartakan bahwa TNI AL akan kedatangan armada kapal selam (KS) jenis baru, melengkapi 2 unit yang sudah ada sejak awal tahun 80-an. Tak tanggung-tanggung, disebutkan TNI AL langsung menambah 5 unit kapal selam. Kala itu, berita pengadaan kapal selam cukup mengagetkan, walau beritanya tak heboh, tapi pengadaan langsung 5 unit adalah ‘prestasi’ di saat itu, pasalnya selain pemerintah harus siapkan budget besar, juga TNI AL harus menyiapkan awak dalam jumlah yang ideal.
Tapi ibarat untung tak dapat diraih, krisis ekonomi (krismon) yang mendera Republik ini terbilang dahsyat, selain akhirnya mampu menjungkirkan kekuasaan Soeharto, paket pengadaan 5 unit kapal selam dari Jerman pun ikut kandas. Padahal 5 unit kapal selam tadi sudah setengah sah jadi arsenal TNI AL, dalam siaran TV bahkan diperlihatkan kapal selam yang diketahui dari Type 206 sudah memakai nomer lambung 403, 404, 405, 406, dan 407. Masing-masing pun sudah dinamai, yakni KRNI Nagarangsang (eks U-13), KRI Nagabanda (eks U-14), KRI Bramasta (eks-U19), KRI Cundamani (eks U-21), dan KRI Alugoro (eks U-20). Bahkan dalam siaran berita TVRI, nampak awak TNI AL wara wiri di sekitar dermaga kapal selam tersebut di kota Kiel.

Selasa, 15 Maret 2016

KRI Ratulangi : Induk Semang Kapal Selam TNI AL

KRI (RI) Ratulangi

Sebagian besar dari kita mungkin sudah mahfum dengan nama KRI Irian, sosok kapal penjelajah pertama dan terakhir yang pernah dimiliki TNI AL pada era orde lama. Tapi untuk segmen kapal permukaan, sebenarnya ada beberapa nama kapal perang TNI AL lainnya yang juga fenomenal di masa tersebut. Sebut saja salah satunya adalah KRI Ratulangi (RLI), kapal yang disebut kapal tender kapal selam ini punya peran penting pada masa operasi Trikora sampai operasi Seroja di tahun 70-an.
KRI Ratulangi adalah alutsista yang khas di era tersebut, pasalnya peran kapal ini begitu vital sebagai kapal induknya armada kapal selam TNI AL yang saat itu memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Soviet. KRI Ratulangi adalah jenis kapal perang atas air yang berfungsi sebagai pendukung dan pengendali operasi taktis kapal-kapal selam. Keberadaan jenis kapal ini diperlukan untuk menyuplai logistik, merawat, dan memperbaiki peralatan kapal, serta melakukan tindakan medis. Dan karena desain kapal selam kelas Whiskey yang kurang nyaman dan ergonomis untuk awaknya, maka KRI Ratulangi juga dimanfaatkan para awak kapal selam untuk beristirahat selama sedang tidak aktif.

Senin, 11 Januari 2016

Kisah TNI sengaja biarkan pesawat mata-mata AS Intip Kekuatan Tempur Indonesia

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mengunjungi berbagai wilayah perbatasan di Indonesia, beberapa waktu lalu. Salah satu wilayah kerap dilalui pesawat asing, yakni Pulau Saumlaki di Maluku Tenggara Barat. Lokasi wilayah ini memang berbatasan langsung dengan Australia.

Kisah TNI sengaja biarkan pesawat mata-mata AS Intip Kekuatan Tempur Indonesia

Di pos perbatasan sebenarnya sudah memiliki radar untuk mendeteksi pesawat asing ilegal memasuki wilayah Indonesia. Sayangnya, keterbatasan alat lagi-lagi menyusahkan abdi negara lakukan antisipasi. Mereka tidak bisa menyampaikan pesan ke Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) untuk mengirimkan pesawat Sukhoi dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Minggu, 13 Desember 2015

Memilih Bawa Rokok Daripada 100 Peluru Saat Perang

Kisah Komandan Kopasandha Dalam Operasi Milter SerojaOperasi Seroja. ©2015 buku Hari "H": 7 desember 1975

Para veteran Kopassus memperingati 40 tahun penerjunan Dili 7 Desember 1975. Tak cuma heroik, banyak kisah menarik dalam misi penyerbuan lintas udara terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Salah satunya adalah cerita Komandan Nanggala V/Kopasandha Letkol Inf Soegito. Soegito dan pasukannya ditugaskan untuk merebut tiga sasaran penting: Bandara Dili, pelabuhan dan pusat pemerintahan.

Pasukan Kopasandha (kini Kopassus) dilengkapi dengan parasut utama T-10 dan senapan serbu AK-47. Setiap orang menerima 750 butir peluru kaliber 7,62 mm. Mereka juga membawa dua buah granat, ransum tempur untuk tiga hari. Para personel juga membawa ransel berisi baju loreng, baju kaos, sepatu lapangan dan topi rimba.

Rabu, 18 November 2015

Militer Indonesia Peringkat Satu Se-Asia Tenggara, Dan Dua Belas Dunia

Global Firepower (GFP) resmi merilis daftar peringkat kekuatan militer tahun 2015, dari 126 negara di dunia, lebih dari 50 faktor yang digunakan untuk menentukan peringkat tersebut, namun ada delapan faktor terpenting yang digunakan global firepower dalam memberikan penilaian, yaitu memperhitungkan kesehatan ekonomi, faktor sumber daya alam, faktor geografis, tidak memperhitungkan kepemimpinan politik ataupun militer, tidak memperhitungkan pada jumlah senjata semata, tidak memperhitungkan kepemilikan senjata nuklir, tidak memperhitungkan kekuatan angkatan laut bagi negara kecil kepulauan.
https://anaswannabe.files.wordpress.com/2015/02/screenshot_1.png

Dalam daftar peringkat yang di rilis oleh GFP masih menempatkan negeri paman sam sebagai negara super power, pada posisi kedua hingga sepuluh masing-masing ditempati negara dengan urutan yaitu Rusia, China, India, United Kingdom, Perancis, Korea Selatan, German, Jepang dan Turkey. Masyarakat Indonesia nampaknya perlu berbangga hati, karena Indonesia masuk dalam urutan ke-12 dunia sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar. Hal yang lebih membanggakan lagi, karena Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara terkuat di Asia Tenggara, jauh diatas Thailand, Vietnam, Singapura dan juga Malaysia yang masing-masing menempati peringkat 20, 21, 26 dan 35 peringkat dunia.

Hal tersebut tidak lepas dari usaha dari pemerintah yang sejak masa pemerintahan SBY terus memperbaharui sistem Alutsista dan menambah anggaran bagi belanja sistem persenjataan, selain itu pula adanya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana-prasarana, baik alat maupun SDM turut mempengaruhi berkembangnya kekuatan militer Indonesia. Dari data yang dirilis GFP, didapatkan data kekuatan Militer Indonesia adalah sebagai berikut :

Jumlah Personel
  • Aktif : 476.000
  • Cadangan : 400.000
Anggaran Pertahanan 
  • $ 6900000000
Kekuatan Darat
  • Tank : 468
  • Artileri : 80
  • SPGs : 37
  • Peluncur roket : 86
  • Kendaraan lapis baja lainnya : 1089
Kekuatan Udara
  • Total pesawat : 405
  • Fighter : 30
  • Fixed-Wing Attack Aircraft : 52
  • Pesawat pengangkut : 187
  • Pesawat latih : 104
  • Helikopter : 148
  • Helikopter penyerang : 5
Kekuatan Laut
  • Total Kapal : 171
  • Frigat : 6
  • Korvet : 26
  • Kapal Selam : 2
  • Mine Warfare : 12
  • Defense Craft : 21
sumber : www.globalfirepower.com

Rabu, 30 September 2015

Daftar pasukan TNI yang disusupi PKI & G30S

Orang-orang Komunis menyebutnya para perwira berpikiran progresif revolusioner. Mereka lah para tentara yang berhasil direkrut oleh PKI untuk mendukung Gerakan 30 September.

Daftar pasukan TNI yang disusupi PKI & G30S

Adalah Ketua Biro Chusus PKI Sjam Kamaruzaman yang memiliki tanggung jawab untuk itu. Sjam mengaku kekuatan tentara yang dibina PKI sudah cukup kuat untuk mengadakan gerakan di Jakarta. Sedangkan di daerah akan ikut begitu di Jakarta meletup.

Selasa, 28 Juli 2015

Misteri Hilangnya Halim Perdana Kusuma di Hutan Malaysia

Royal Canadian Air Force dan Royal Air Force pernah mencatat nama seorang pemuda Indonesia sebagai anggotanya.  Dengan pangkat Wing Commander, pemuda tersebut telah melakukan tugas-tugas  navigasi dan tempur selama Perang Dunia II di Eropa dan Asia.  Tidak kurang dari 44 kali ia melakukan tugas penerbangan (flight mission) dengan menggunakan  pesawat Lancaster atau Liberator. 


Di Eropa sasarannya adalah  daerah Prancis dan Jerman, sedangkan pangkalan operasinya  terletak di Inggris. Di Asia sasarannya adalah daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia, sedangkan pangkalan operasinya terletak di Colombo (Srilangka). Pemuda itu bernama Halim Perdanakusuma.

Kamis, 19 Maret 2015

Saat Saksi Hidup Pertempuran di Mapu Melihat Rekannya Gugur Kala 'Ganyang Malaysia'

Nograhany Widhi K - detikNews
Saat Saksi Hidup Pertempuran di Mapu Melihat Rekannya Gugur Kala Ganyang Malaysia
Jakarta - Berbaju koko putih dan berpeci hitam, Pelda (Purn) Soemadji (77), mengenang rekannya yang gugur di pertempuran yang dilakoninya 50 tahun lalu di Plaman Mapu, Sarawak, Malaysia dalam Operasi 'Ganyang Malaysia' Dwikora. Rekannya itu, FX Soenardi usai menembak musuh dengan RPG Bren pada para militer Inggris, ternyata kena tembak.

Rabu, 25 Februari 2015

Kisah keberanian TNI AL mau serang kapal perang canggih Portugal

Soal keberanian pasukan TNI memang tak diragukan lagi. Banyak cerita heroik aksi berani di tengah keterbatasan. Cerita soal para awak kapal KRI Pattimura ini salah satunya.


Saat itu tahun 1975, Kondisi di sekitar perbatasan Indonesia dan Timor Portugis (kini Timor Leste), berlangsung tegang. Apalagi Portugal sudah menarik diri, dan membiarkan wilayah ini di ambang perang saudara.


Kisah keberanian TNI AL mau serang kapal perang canggih Portugal

Situasi semakin tidak terkendali, baku tembak antara massa pro-Indonesia dan pro-kemerdekaan bahkan pro-kolonialisasi terus terjadi. Jenazah dilaporkan bergeletakan hampir di setiap sisi jalan.

Kisah Persahabatan Jakarta dan Moskow: 65 Tahun Pasang-Surut Relasi Dua Negara

Sejak resmi menjalin hubungan diplomatik di tahun 1950, barulah enam tahun kemudian Presiden RI Soekarno menginjakkan kaki di Uni Soviet. Sejak kunjungan itulah, hubungan persahabatan antara kedua negara terus berkembang. Namun, itu tak berarti bahwa hubungan antara kedua negara tidak pernah mengalami kemunduran. 


Kisah Persahabatan Jakarta dan Moskow: 65 Tahun Pasang-Surut Relasi Dua Negara
Dari kiri ke kanan: kosmonot legendaris Uni Soviet Yuri Gagarin, Nikita Khruchev, Presiden RI Soekarno, dan Leonid Brezhnev di Kremlin, Moskow, Juni 1961. | Foto: RIA Novosti