Tampilkan postingan dengan label Konflik Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik Timur Tengah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2016

Langit Suriah Makin Berbahaya, Jet Tempur Suriah Kembali Ditembak Jatuh

pesawat suriah 7
Kelompok ISIS kembali mengklaim berhasil menembak jet tempur Suriah dan menangkap pilotnya saat melakukan operasi udara di wilayah timur Damaskus, Suriah.
Kantor berita Amaq yang terafiliasi ISIS menyatakan seperti dilansir AFP, Sabtu 23 April 2016  menyebutkan pilot tersebut bernama Azzam Eid, berasal dari wilayah Hama. Disebutkan Amaq, para militan ISIS menembak jatuh pesawatnya dan menemukan sang pilot selamat setelah terjun dengan menggunakan parasut. Militan ISIS kemudian membawa pilot tersebut ke tempat yang tidak diketahui.
Rekaman video yang diposting Amaq memperlihatkan bangkai pesawat yang hancur, dengan sejumlah bagian pesawat masih terbakar.

Jumat, 25 Maret 2016

Hidup Mati, Pertempuran Mosul Dimulai

mosul
Militer Irak yang didukung oleh pesawat koalisi pimpinan AS pada hari Kamis 24 Maret 2016 melancarkan operasi yang lama ditunggu-tunggu untuk merebut kembali kota Mosul dari ISIS.
Juru bicara Komando Militer Gabungan, Brig. Jenderal Yahya Rasool mengatakan pasukan Irak telah merebut kembali beberapa desa di pinggiran kota Makhmour, timur Mosul, pagi pada hari Kamis dan mengibarkan bendera Irak di sana, menurut
Selama ini para pejabat Irak dan AS menahan diri untuk menyebutkan waktu kapan operasi Mosul bisa dimulai dan  mengatakan akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan militer untuk merebut kembali kota kunci itu.
Beberapa pejabat AS dan Irak bahkan telah mengatakan tidak mungkin untuk merebutnya kembali tahun ini.
Rasool mengatakan kepada The Associated Press bahwa koalisi internasional yang dipimpin AS telah memberikan dukungan udara tetapi tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang serangan, yang katanya dijuluki “Operasi Conquest.”

Jumat, 18 Maret 2016

Mufti Suriah: Mereka Ingin Memecah Kami Menjadi Beberapa Negara-Semu

Perang sipil di Suriah menjadi saksi keterlibatan perwakilan agama-agama yang paling berbeda dari berbagai sisi. Dan pihak yang berseteru menggunakan slogan religius untuk memobilisasi pengikutnya. Mufti Suriah Ahmad Badruddin Hassun bicara mengenai bagaimana menghentikan pertumpahan darah tersebut dan akar konflik tak hanya tentang perbedaan agama.

Syrian Grand Mufti Ahmad Badreddin Hassoun
Mufti Agung Suriah Ahmad Badreddin Hassoun berbicara selama pertemuan dengan anggota parlemen Rusia. Sumber: Valery Sharifulin / TASS
Mufti Suriah Ahmad Badruddin Hassun merupakan pendukung setia Bashar Assad. Ia sudah pernah mengunjungi Rusia beberapa kali dan pernah memberi ceramah di masjid utama Chechnya, yang terkenal dengan nama Masjid Jantung Chechnya. RBTH berbincang dengan tokoh keagamaan tersebut, yang memegang otoritas signifikan di kalangan penganut Sunni, mengenai situasi yang tengah berlangsung di Suriah dan Timur Tengah secara umum.

Senin, 14 Maret 2016

Bom Mobil Tewaskan 34 Orang di Ibukota Turki

Seorang pria berdiri di sebelah bus yang terbakar setelah terjadinya ledakan di Ankara, 13 Maret 2016. (AFP)

S
ebuah serangan bunuh diri menggunakan bom mobil menewaskan sedikitnya 34 orang dan mencederai 75 lainnya di sebuah lapangan yang penuh orang di Ankara, Turki, Minggu (13/3).

Ledakan di lapangan Kizilay itu adalah serangan besar kedua di ibukota Turki dalam waktu kurang dari satu bulan, setelah bom mobil lainnya pada 17 Februari lalu menewaskan 29 orang. Serangan sebelumnya diklaim oleh kelompok separatis Partai Pekerja Kurdi (PKK).

Lokasi serangan terakhir tak jauh dari kantor perdana menteri, gedung parlemen dan kantor-kantor kedutaan asing. Fakta ini membuat kemampuan Turki dipertanyakan dalam menjaga keamanan dari serangan dua kelompok Islamic State dan PKK.

Minggu, 13 Maret 2016

MiG-21 Suriah Ditembak Jatuh

http://www.jejaktapak.com/wp-content/uploads/2015/10/bulgaria-mig-21-e1445303520233.jpg
Sebuah MiG-21US Angkatan Udara Suriah jatuh di dekat sebuah lapangan terbang di provinsi Hama pada hari Sabtu 13 Maret 2016. Laporan yang saling bertentangan telah muncul mengenai apakah pesawat jatuh karena kegagalan teknis, atau telah jatuh oleh tembakan pemberontak atau ISIS. Analis Rusia kemudian mempertanyakan apakah para militan di Suriah sekarang memiliki rudal anti-pesawat, dan apakah pesawat Rusia aman.
Pada hari yang sama, sumber militer mengatakan kepada Sputnik bahwa MiG-21US Angkatan Udara Suriah telah jatuh oleh gerilyawan bersenjata di dekat lapangan terbang militer di provinsi Hama Barat (220 km dari Damaskus), dengan satu pilot mampu menyelamatkan diri dan kru kedua tewas ketika mencoba untuk melakukan pendaratan darurat.

Senin, 07 Maret 2016

Tentara Israel Kesasar Pake Waze

Nyaris Mati di Kamp Palestina https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirSlf14B8xbejYtmRTUGUWtjQtHfbJuranJCytCzTVnNKGX17OdwnoGHBRzsB8Eu_fP-3p6aeluRvpCVHywkVn-_4bkdTDfb3qeGoElgWsI2v139oOijD1YfjDYM4SitqI9gnhi5CN4wI/s1600/2058574_20150608125913Credit+to+Eko+Jasindo.jpgSerangan Israel di West Bank (ATEF SAFADI / EUROPEAN PRESSPHOTO AGENCY)

Dua tentara Israel memicu pertempuran mematikan di sebuah kamp pengungsi Palestina, Selasa (1/3/2015), setelah keduanya secara tak sengaja memasuki kawasan itu karena mengikuti panduan dari aplikasi navigasi Waze milik Google.

Kedua tentara itu dilaporkan menggunakan Waze saat sedang mengendarai Jeep militer mereka dan tersasar di dalam kamp pengungsi Qalandia, Tepi Barat, sebuah kawasan yang terkenal rentan bergejolak di Palestina.

Tiba di kamp itu, mereka langsung disambut dengan lemparan batu dan bom molotov, demikian kata juru bicara angkatan bersenjata Israel, Motti Almoz seperti dikutip The Guardian.

Pertempuran Mosul dan Kegalauan Amerika


irak tentara
AS dan sekutu Arab Sunni sedang galau jika Irak sedang dalam perjalanan untuk menjadi bawahan kebijakan luar negeri Iran. Karena bantuan Iran efektif dalam menangani ISIS, pemerintah Irak telah menjadi kurang antusias tentang perlunya bantuan lebih banyak dari Amerika dan NATO.
Selain Irak telah membuat jelas bahwa Arab Saudi bahkan tidak perlu mempertimbangkan pengiriman pasukan ke Irak untuk melawan ISIS. Saudi juga tidak melakukannya, tetapi berencana untuk mengirim pasukan ke Suriah.

Jumat, 04 Maret 2016

Turki Terus Tembakkan Artileri dari Wilayahnya

Ilustrasi [sindonews]

Pusat rekonsiliasi Rusia untuk pihak-pihak yang bertikai di Suriah terus menerima laporan penembakan artileri dari wilayah Turki. Demikian hal tersebut dilaporkan Letnan Jenderal Sergey Kurylenko selaku kepala pusat rekonsiliasi kepada wartawan, Rabu (2/3).

"Pusat rekonsiliasi terus menerima informasi dari Staf Umum Suriah dan unit-unit Kurdi yang mendukung penghentian pertikaian di Suriah bahwa Turki terus menembakkan artileri dari wilayahnya," kata Kurylenko.

"Kami menganggap tindakan yang dilakukan Turki tersebut sebagai tindakan provokatif dan ditujukan untuk mengganggu rezim gencatan senjata dan proses rekonsiliasi di Suriah," kata Kuralenko menekankan.

Senin, 29 Februari 2016

Rusia Hentikan Seluruh Pemboman di Suriah


rusia suriah
Rusia mengatakan mereka menghentikan seluruh sorti serangan udara di atas Suriah pada Sabtu sejalan dengan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan Amerika Serikat. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kesalahan bom.
Para militer Rusia dan Amerika juga bertukar peta Suriah, sementara pertempuran berhenti di 34 pemukiman Suriah.
“Angkatan udara Rusia sepenuhnya menghentikan pengeboman di zona hijau,” seorang wakil senior dari Staf Umum, Sergei Rudskoi, kepada wartawan. Zona hijau mengacu pada daerah dan kelompok-kelompok bersenjata yang menyatakan ikut kesepakatan gencatan senjata.

Kamis, 25 Februari 2016

2 Hercules Arab Tiba di Turki, 4 F-15 Menyusul


arab
Pesawat militer Arab mulai tiba di Pangkalan Udara Incirlik Turki angkatan pada Kamis 25 Februari 2016 sebagai bagian misi menyerang ISIS di Suriah. Hal itu diumumkan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dalam sebuah wawancara dengan kantor berita semi-resmi Turki Anadolu.
Seorang pejabat Turki, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan untuk gelombang pertama ini telah tiba dua pesawat kargo C-130 yang membawa pasukan khusus Saudi dan peralatan untuk mempersiapkan kedatangan dan operasional setidaknya empat jet tempur F-15 yang akan dikerahkan pada akhir pekan  ini. F-15 secara umum dianggap setara dengan Su-30 yang digunakan Rusia di Suriah.
Penyebaran kekuatan Saudi ini menambah kekuatan di Incirlik yang sebelumnya telah diisi oleh pesawat-pesawat tempur milik Amerika, Jerman, dan Inggris.

Rabu, 24 Februari 2016

Tiga Skenario Reaksi Rusia Jika Turki dan Saudi Lakukan Invasi ke Suriah

Kementerian Pertahanan Rusia menduga Turki tengah melakukan persiapan invasi terhadap wilayah Suriah. Menurut laporan beberapa media, Arab Saudi pun kemungkinan akan mengirim ribuan pasukan khusus ke Suriah. RBTH menganalisis kemungkinan reaksi militer Rusia yang selama lima bulan terakhir telah melakukan serangan udara melawan kelompok teroris ISIS di Suriah terhadap langkah yang akan diambil oleh Ankara dan Riyadh.

Turkey-Syria border
Seorang tentara Turki berjalan di samping tank-tank yang ditempatkan di lereng bukit yang menghadap kota Suriah Kobani, di pinggiran kota Suruc, Turki, di perbatasan Turki-Suriah, tepat di seberang Kobani, Sabtu, 1 November, 2014. Sumber: AP
Seorang ahli militer Rusia yang juga merupakan Pemimpin Redaksi Majalah Arsenal Otechestva (Arsenal Tanah Air) Viktor Murakhovski dan Mikhail Aleksandrov yang merupakan seorang ahli terkemuka dari Pusat Studi Militer-Politik Institut Negeri Hubungan Internasional Moskow (MGIMO) berkomentar tentang kemungkinan reaksi Rusia menanggapi invasi Turki dan Arab Saudi ke Suriah.

Selasa, 23 Februari 2016

Kami Berhak Lakukan Operasi Militer Dimanapun

Ilustrasi Konsentrasi pasukan Turki di perbatasan [CNN] ★

P
residen Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, Turki memiliki hak untuk melakukan operasi militer dimanapun, termasuk di Suriah. Operasi itu bisa dilakukan selama di wilayah tersebut terdapat sebuah ancaman, yang bisa menjadi ancaman global.

Dalam sebuah pernyataan, Erdogan mengatakan operasi yang akan dilakukan Turki di Suriah bukanlah sebuah bentuk pelanggaran kedaulatan. Sebab, menurut Erdogan operasi itu justru untuk menegaskan kedaulatan, bukan hanya Suriah tapi juga Turki.

"Turki memiliki hak untuk melakukan operasi di Suriah dan tempat-tempat di mana organisasi teror berada, ini berkaitan dengan perjuangan melawan ancaman yang dihadapi oleh Turki," ucap Erdogan, seperti dilansir Sputnik pada Senin (22/2).

Turki Kehilangan Momentum, Rusia Ubah Sejarah Perang Suriah

suriah'
Ada dua pertanyaan yang tidak diketahui seberapa besar gangguan hubungan antara Turki dan Rusia menyusul penyergapan Su-24 Rusia oleh F-16 Turki di perbatasan Suriah. Yang pertama adalah apakah peristiwa itu  memang diskenario oleh kepemimpinan Turki untuk menjadi dasar dari konfrontasi melawan Rusia. Yang kedua adalah mengapa eskalasi ini tidak datang lebih cepat, ketika Hmeimim jauh lebih rentan terhadap serangan atau blokade Turki.
Dalam artikel di Global Research Senin 22 Februari 2016, J. Hawk, Daniel Deiss dan Edwin Watson menuliskan, ketika pesawat Rusia pertama kali tiba di Hmeimim, situasi perang dalam kondisi buruk untuk pemerintah Suriah. Sejumlah kelompok pemberontak dan ISIS teroris mampu membuat kemajuan besar dalam beberapa bulan sebelumnya  dan semakin dekat serta mengancam Damaskus. Pasukan Suriah yang mengalami demoralisasi oleh berbagai kekalahan juga dihantam dengan kekurangan peralatan dan amunisi.

Kian Tak Nyaman, Turki Bergegas Cari Sistem Pertahanan Udara


patriot
Setelah membatalkan keputusan sebelumnya untuk memperoleh sistem pertama pertahanan udara jarak jauh dari kontraktor China, otoritas pengadaan Turki sedang mempertimbangkan untuk membeli sistem pertahanan udara jarak menengah atau Medium Extended Air Defense System (MEADS).
Amerika Serikat, Jerman dan Italia telah mengembangkan sistem rudal pertahanan udara mobile untuk menggantikan sistem rudal Patriot melalui program NATO.
Turki merasa semakin tidak nyaman atas ancaman di wilayahnya, secara politik dan militer telah sepakat untuk mencari solusi cepat dalam hal arsitektur pertahanan udara.
“Kami menghadapi banyak ancaman dan mungkin tidak memiliki waktu untuk menunggu beberapa tahun sebelum program pengembangan dalam negeri terwujud,” kata seorang pejabat keamanan senior sebagaimana dikutip Defense News Senin 22 Februari 2016.

Kamis, 18 Februari 2016

Lagi! Ledakan Bom di Turki

Tewaskan 7 Orang bom mobil di Ankara (Reuters)

Ledakan bom kembali mengguncang Turki. Sebuah bom yang diledakkan dari jarak jauh, menewaskan tujuh orang hari ini.

Korban tewas merupakan anggota pasukan keamanan Turki yang tengah mengendarai sebuah kendaraan militer di wilayah tenggara Turki. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (18/22016).

Ledakan bom tersebut mengenai kendaraan lapis baja di jalan raya yang menghubungkan Diyarbakir dengan distrik Lice. Diyarbakir merupakan kota terbesar di wilayah tenggara Turki, yang mayoritas dihuni warga etnis Kurdi.

Flanker Rusia Secara Teratur Bayangi Tornado Jerman di Suriah

tornado jerman

Pesawat pengintai Jerman Tornado yang melakukan misi di langit Suriah secara teratur dibayangi oleh pesawt tempur Rusia. Tetapi pesawat tidak ditargetkan dan tidak diminta untuk menyingkir
Komandan operasi udara Bundeswehr, Jenderal Joachim Wundrak mengatakan pertemuan antara pesawat berlangsung secara profesional dan tidak ada insiden.
Wundrak menyebut tindakan Moskow ini sebagai upaya untuk mendampingi Tornado mereka. Pesawat yang digunakan termasuk jet tempur Su-35S
Selama berbulan-bulan lebih dari 100 pesawat tempur dan drone dari berbagai negara digunakan di Suriah dan Irak. Untuk menghindari tabrakan, AS dan Rusia telah membentuk semacam Phone Red, [istilah untuk komunikasi tingkat tinggi]. “Dengan cara ini Anda akan menginformasikan tentang waktu misi yang direncanakan dan rute yang digunakan karena pengendali lalu lintas udara sipil tidak lagi aktif dalam perang sipil.” kata Wundrak sebagaimana dikutip RP Online Rabu 17 Februari 2016.

Bom Mobil Serang Konvoi Kendaraan Militer Turki

28 Orang Tewas [AFP]

Ledakan kembali mengguncang jantung Kota Ankara, Turki. Setidaknya sebanyak 28 orang tewas dan 61 lainnya terluka akibat ledakan tersebut.

Dilaporkan kantor berita AFP, Kamis (18/2/2016), ledakan yang menargetkan militer Turki ini dilakukan dengan menggunakan bom mobil. Ledakan itu menghantam konvoi kendaraan dinas militer.

"Belum jelas siapa pelaku dari ledakan tersebut," kata Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus sambil memperbaharui jumlah korban terbaru.

Sementara itu Presiden Recep Tayyip Erdogan berjanji akan melakukan pembalasan terhadap pelaku. Serentetan serangan di Turki ini diduga oleh salah satu kelompok jihad yang juga pemberontak Kurdi.

Bom mobil tersebut meledak ketika konvoi bus militer yang membawa puluhan tentara berhenti di di lampu merah di pusat Kota Ankara. Ledakan tersebut kemudian menyebabkan kepanikan dan kekacauan di sekitarnya.

"Serangan ini jelas menargetkan bangsa kita yang terhormat. Secara keseluruhan dilakukan oleh orang yang keji, tidak terhormat, berbahaya," tambah Kurtulmus.

Rabu, 17 Februari 2016

5 Tahun Lalu Arab Spring Terjang Libya, Api Terus Menyala Musim Semi Tak Pernah Tiba

 libya
Lawan Muammar Gaddafi berkumpul di Benghazi, kota kedua terbesar Libya pada tanggal 15 Februari 2011 menuntut pembebasan pengacara dan aktivis hak asasi manusia Fathi Terbil.
Namun, mereka tidak pergi setelah ia dibebaskan. Sebaliknya, mereka bentrok dengan polisi. Pasukan keamanan membubarkan beberapa ratus orang yang meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah. Media Libya melaporkan bahwa 14 orang cedera selama bentrokan.
Kekerasan, perang sipil mematikan Libya pecah sebagai bagian dari apa yang disebut ‘Arab Spring’ yang melanda sebagian besar Timur Tengah dan Afrika Utara, Konflik, yang meletus antara pemerintah Muammar Gaddafi dan lawan-lawannya, menyebabkan eksekusi publik dan disintegrasi hingga negara makmur yang mengambil kekuasaan pada tahun 1969 itu akhirnya kini menjadi negara gagal.

Selasa, 16 Februari 2016

Lawan Tentara Suriah, Turki Lancarkan Serangan Artileri Besar-besaran

 http://www.dw.com/image/0,,18425820_303,00.jpg
Turki telah menggunakan artileri berkaliber besar untuk melawan tentara Suriah dan kelompok oposisi sejak akhir pekan lalu. Selain itu, seratus ;salvo telah ditembakkan di permukiman perbatasan di Provinsi Aleppo, Suriah. Demikian informasi tersebut diungkapkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Selasa (16/2).
"Turki telah melancarkan serangan artileri besar-besaran dari senjata berkaliber besar sejak akhir pekan lalu, melawan pasukan pemerintah Suriah dan pasukan oposisi patriotik di daerah perbatasan. Objective control mencatat lebih dari seratus salvo ditembakkan oleh artileri Turki di perbatasan permukiman di Provinsi Aleppo," kata Konashenkov.
Selain itu, ia mengatakan bahwa Turki juga telah meluncurkan kampanye informasi yang agresif melawan Rusia.

Selasa, 09 Februari 2016

Militan Tembak Jatuh MiG-32 Libya

DN-ST-89-08431
Kepala Staf Angkatan Udara Libya mengatakan jet tempur mereka ditembak jatuh saat melakukan serangan udara terhadap militan. Jenderal Saqr al-Jaroushi kepada The Associated Press dan dikutip Fox News mengatakan MIG-32 Libya sedang melakukan misi serangan ke posisi militan ISIS dan milisi lainnya di kota timur Derna ketika diserang oleh senjata anti-pesawat pada hari Senin 8 Februari 2016. Dia mengatakan pilot selamat setelah keluar dari pesawat dengan kursi penyelamat.
Juru bicara koalisi milisi Islam di Derna, Abdul-Moneim al-Shairy, menegaskan bahwa kelompoknya yang menembak jet.