Tampilkan postingan dengan label BERITA DALAM NEGERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA DALAM NEGERI. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Desember 2016
Rabu, 27 April 2016
KKP Beli Kapal Induk dan Helikopter untuk Maksimalkan Patroli Laut
"Ini merupakan salah satu cara komitmen dari KKP sendiri untuk mengamankan laut kita dari berbagai tindakan kriminal," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Dermawan di Kupang, Selasa malam.
Hal ini disampaikannya usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis Mitra Bahari, dengan tema "Kemitraan dan Program Pembangunan Pesisir, Model dan penerapan "coastal community Development project" di Kupang.
Rabu, 06 April 2016
Merespon Memanasnya Laut Cina Selatan, TNI AU Gelar Kanon Oerlikon Skyshield di Natuna
Bakal ada yang berbeda dari Pangkalan Udara (Lanud) Ranai di Pulau Natuna, sebab dalam waktu dekat Lanud kelas B ini akan dilengkapi senjata kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) paling mutakhir, Oerlikon Skyshield 35 mm Air Defence System. Karena memang masih terbilang baru, kanon buatan Rheinmetall Defence ini baru sebatas ditempatkan di Lanud Hasanuddin, Lanud Halim Perdanakusuma, dan Lanud Supadio. Yang ketiga lanud diatas masuk kategori Lanud kelas A.
Latihan HUT TNI AU
Pesawat tempur TNI AU melakukan sesi latihan jelang HUT ke-70 TNI AU 9 April 2016.Pesawat
tempur TNI AU melakukan terbang formasi di atas kawasan Lanud Halim
Perdanakusuma di Jakarta, Rabu (6/4). Pesawat tempur TNI AU melakukan
sesi latihan jelang HUT ke-70 TNI AU 9 April 2016. [Antara/Widodo S. Jusuf]
♚ antara
Indonesia Punya 12 Kapal Selam? Ini Jawabannya
Sebelumnya sebuah media online nasional dalam berita ditayangkan pada Selasa 5 April 2016 menulis seolah-olah Angkatan Laut memiliki 12 kapal selam.
Tetapi berita itu diubah pada Rabu dengan menyebutkan TNI Angkatan Laut saat ini memproyeksikan memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista tersebut, nantinya diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur.
“Kita memang ada proyeksi memiliki 12 kapal (selam), basenya di Surabaya, karena perkembangan kita bagi kita menaruhnya di wilayah yang layak buat menaruh kapal selam,” ujar KSAL Laksamana Ade Supandi di markas Brigif Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).
Dalam berita sebelumnya tidak ada kata ‘proyeksi’ dalam petikankalimat Laksamana Ade Supandi. Sebelumnya JejakTapak juga menyatakan cukup aneh ketika TNI menyebut memiliki 12 kapal. Dan kemungkinan 12 itu merupakan angka yang diproyeksikan dalam pengadaan kapal selam di masa depan. Selain itu jika 12 kapal selam sudah ada di Indonesia maka, tidak masuk akal jika tempat menyimpannya baru akan dibangun.
Kamis, 31 Maret 2016
Sisa Waktu 8 Hari, Pemerintah Filipina Belum berikan Lampu Hijau Untuk TNI
Setiap hari, komunikasi antara Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi dengan Menlu Filipina semakin intensif. Upaya diplomasi pun diarahkan pada pemberian bantuan militer, sehingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) bisa memasuki wilayah Filipina dengan membawa persenjataan lengkap. Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Filipina mengenai keterlibatan TNI untuk membebaskan Kapten Peter Tonsen Barahama dan sembilan orang anak buahnya.
Drone Intai Milik Asing Jatuh di Perairan Batam
Nahkoda Kapal Pintas Samudra-9, Kapten Lambok Tampubolon yang pertama kali menemukan pesawat tanpa awak tersebut pada pukul 15.45 WIb, Kamis (31/3/2016). Posisinya sekitar 1 mil dari Pelabuhan Ferry International Batam Center.
Saat itu Kapal Pintas Samudra-9 tengah berlayar dari Pelabuhan Ferry Stulang Laut-Johor Bahru, Malaysia menuju Pelabuhan Ferry Batam Center. Temuan ini langsung dilaporkan Lambok ke pihak otoritas Batam Center.
Militer Filipina Tolak Bantuan RI Selamatkan WNI yang Disandera Abu Sayyaf
AKTIVITAS
MENINGKAT: Pesawat TNI AD lepas landas di Bandara Juwata, Tarakan,
Kalimantan Utara, Rabu (30/3). Aktivitas aparat di Tarakan meningkat
terkait pembajakan kapal tunda Brahma 12 oleh kelompok Militan Abu
Sayyaf. (Bawah) Kapal Brahma 12 yang dibajak kelompok Abu Sayyaf di
Filipina. Kapal itu sudah ditemukan di Tawi-tawi Filipina, namun 10 WNI
awak kapal disandera dan diduga dibawa ke Pulau Jolo. (30) ♚
Di tengah tawaran militer dan polisi Indonesia untuk membantu upaya penyelamatan 10 sandera oleh Abu Sayyaf, militer Filipina atau disebut the Armed Forces of the Philippines (AFP) menyatakan tidak memerlukan bantuan tersebut.
"Dalam konstitusi, kami tidak diizinkan kekuatan militer (negara lain) di sini tanpa perjanjian," ucap juru bicara AFP Kolonel Restituto Padilla, seperti dilansir inquirer.net, Kamis (31/3/2016).
Pembebasan Sandera Kelompok Abu Sayyaf Ditangani Filipina, RI Minta Jaminan
"Yang paling penting adalah harus ada jaminan bahwa WNI kita itu bisa diselamatkan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Pramono mengatakan, untuk proses pembebasan para sandera, Menteri Luar Negeri (Menlu), TNI, dan Polri terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Filipina
Dukung Kemerdekaan Palestina, Sikap Indonesia Tak Akan Pernah Berubah
"Intinya yang ingin saya tegaskan bahwa dukungan atau upaya Indonesia untuk mendorong kemerdekaan Palestina tidak akan berubah," ujar Armanatha saat ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2016).
Hal itu disampaikan Armanatha terkait seruan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membentuk hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia.
Mobil Nasional Komodo untuk TNI Tangguh dan Anti Peluru
"Kini kami memiliki 3 model baru, Komodo untuk pemadam, ambulance, dan militer," ujar Marketing Coordinator PT. Fin Komodo Teknologi, Dewa Yuniardi, di JI Expo Kemayoran Jakarta, pada ajang INAPA dan IIBT 2016.
![]() |
| Mobnas FIN KOMODO |
Penampakan 4 WN Uighur Kelompok Teroris Santoso
Yang Ditembak Mati
4 WN China etnik Uighur anggota kelompok teroris Santoso yang ditembak mati tim Satgas Tinombala (Foto: Istimewa/detikcom) ☆
Total 4 WN China etnik Uighur yang tergabung dalam jaringan teroris kelompok Abu Wardah alias Santoso, tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Poso, Sulteng, pada Maret 2016. Saat ini, ada 2 WN China etnik Uighur lainnya yang masih di hutan bersama Santoso Cs.
"Selama operasi pada Maret 2016, total ada 4 WN China etnik Uighur yang tewas dalam baku tembak dan saat ini masih ada 2 lainnya yang masih berada di atas," ujar Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi kepada detikcom, Rabu (30/3/2016).
Keempat teroris tersebut yakni Sadik Yorulmas alias Abdul Azis alias Abdul, Ismail Turan alias Abu Basir alias Joko, Nurettun Gundogdu alias Abdul Malik dan Batuhsan Magalasi alias Faruq.
Total 4 WN China etnik Uighur yang tergabung dalam jaringan teroris kelompok Abu Wardah alias Santoso, tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Poso, Sulteng, pada Maret 2016. Saat ini, ada 2 WN China etnik Uighur lainnya yang masih di hutan bersama Santoso Cs.
"Selama operasi pada Maret 2016, total ada 4 WN China etnik Uighur yang tewas dalam baku tembak dan saat ini masih ada 2 lainnya yang masih berada di atas," ujar Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi kepada detikcom, Rabu (30/3/2016).
Keempat teroris tersebut yakni Sadik Yorulmas alias Abdul Azis alias Abdul, Ismail Turan alias Abu Basir alias Joko, Nurettun Gundogdu alias Abdul Malik dan Batuhsan Magalasi alias Faruq.
Pasukan Elit TNI Disiapkan Bebaskan Sandera Kapal
Persiapan operasi gabungan TNI (image : Jawapo, Detik, ManadoPost)
Siap Siaga!!TNI-AL, TNI-AD, dan TNI-AU Kumpul di Tarakan
JAKARTA – Keluarga warga Sulawesi Utara (Sulut) yang disandera kelompok radikal Abu Sayyaf, tak perlu khawatir. Pemerintah Indonesia mengaku sudah menyiapkan cara untuk menyelamatkan mereka. Yakni, Peter Tonsen Barahama (Tahuna), Julian Philip (Bitung), Alvian Elvis Repi (Airmadidi). Ketiganya termasuk dengan 10 warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan teroris Filipina ini.
Saat ini, Kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan di tangan otoritas Filipina. Sedangkan Kapal Anand 12 dan 10 orang awak kapal, masih berada di tangan pembajak. Namun belum diketahui persis keberadaannya. Dalam komunikasi melalui telepon kepada perusahaan pemilik kapal, pembajak/penyandera menyampaikan tuntutan sejumlah uang tebusan. Sejak 26 Maret, pihak pembajak sudah dua kali menghubungi pemilik kapal.
Selasa, 29 Maret 2016
Indonesia Siagakan Kekuatan Penuh di Tarakan
10 WNI Disandera Pemberontak Filipina
BAHAS
PERSIAPAN OPERASI PEMBEBASAN SANDERA: Komandan Guspurla koarmatim
Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE bersama Komandan Lantamal XIII
Tarakan Laksamana Pertama Wahyudi H Dwiyono usai tiba di bandara Juwata
Tarakan.
Angkatan perang Republik Indonesia (RI) kini siaga satu di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk persiapan operasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditawan kelompok pemberontak Filipina pimpinan Abu Sayyaf.
Untuk unsur laut, TNI Angkatan Laut menyiapkan lima kapal perang dilengkapi dengan pasukan elit Angkatan Laut. "Kita akan melaksanakan operasi pembebasan. Khusus aspek laut, saya dapat perintah untuk mengkoordinir semua aspek kekuatan. Dimana untuk unsur laut ada lima unsur, ada sea Reader dan pasukan katak yang sementara ini akan terbang," ujar Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Wilayah Timur (Guspurla koartim) Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE, kepada pewarta usai tiba di bandara Juwata Tarakan, Selasa (29/3).
Selain unsur laut, Ariawan juga mengungkapkan, pihak TNI juga menyiapkan armada udara dan pasukan angkatan darat untuk terlibat dalam operasi ini. (*/mrs/uki)
Angkatan perang Republik Indonesia (RI) kini siaga satu di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk persiapan operasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditawan kelompok pemberontak Filipina pimpinan Abu Sayyaf.
Untuk unsur laut, TNI Angkatan Laut menyiapkan lima kapal perang dilengkapi dengan pasukan elit Angkatan Laut. "Kita akan melaksanakan operasi pembebasan. Khusus aspek laut, saya dapat perintah untuk mengkoordinir semua aspek kekuatan. Dimana untuk unsur laut ada lima unsur, ada sea Reader dan pasukan katak yang sementara ini akan terbang," ujar Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Wilayah Timur (Guspurla koartim) Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE, kepada pewarta usai tiba di bandara Juwata Tarakan, Selasa (29/3).
Selain unsur laut, Ariawan juga mengungkapkan, pihak TNI juga menyiapkan armada udara dan pasukan angkatan darat untuk terlibat dalam operasi ini. (*/mrs/uki)
Wujudkan Poros Maritim, Indonesia Telah Pesan 100 Kapal
"Kalau 2015 itu 86 rute, 2016 itu 96 rute atau trayek. Nanti 2017 ada 106 trayek. Kok nambahnya 10? Lah saya inginnya nambahnya 50, tapi kan kapalnya enggak ada. Makanya bertahaplah. Tapi konsentrasinya dari 96 trayek, 5% ada di Indonesia timur. Jadi kalau Indonesia dibagi setengah, Indonesia itu 65%. Jadi ini sudah fokus ke Indonesia timur," terangnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Jumat, 25 Maret 2016
Penerbangan Malaysia-Lombok Sudah Tak Didominasi TKI Lagi
“Sekarang pergerakan wisatawan asal Malaysia menuju Lombok mencapai 100 persen,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal di Mataram, Kamis (24/3/2016).
Menurut dia, dari 180 kursi yang disediakan maskapai AirAsia dari Malaysia menuju Lombok Internasional Airport (LIA), dulu Bandara Internasional Lombok (BIL) Lombok, Praya, Lombok Tengah, yang melakukan penerbangan sehari dua kali, sudah tidak lagi didominasi TKI, melainkan warga Malaysia yang ingin berlibur ke daerah ini.
Timor Leste Bergolak
TNI Waspada di Perbatasan
Anggota
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste
memeriksa koordinat tapal batas negara di daerah perbatasan Pos Nunura
di Desa Tohe, Nusa Tenggara Timur, 7 Oktober 2015. [ANTARA/Prasetyo
Utomo] ●
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan dua batalion untuk mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, setelah Dili, Ibu Kota Timor Leste, bergolak karena unjuk rasa besar-besaran dari warga.
"Ada gejolak atau tidak kami tetap siaga untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua negara," kata Humas Korem 161 Wira Sakti Kupang Kapten Ida Bagus Diana kepada Tempo, Rabu, 23 Maret 2016.
Anggota
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste
memeriksa koordinat tapal batas negara di daerah perbatasan Pos Nunura
di Desa Tohe, Nusa Tenggara Timur, 7 Oktober 2015. [ANTARA/Prasetyo
Utomo] ●Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan dua batalion untuk mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, setelah Dili, Ibu Kota Timor Leste, bergolak karena unjuk rasa besar-besaran dari warga.
"Ada gejolak atau tidak kami tetap siaga untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua negara," kata Humas Korem 161 Wira Sakti Kupang Kapten Ida Bagus Diana kepada Tempo, Rabu, 23 Maret 2016.
Pemerintah China sempat minta Indonesia tak publikasikan kasus KM Kway Fey
Permohonan tersebut ditolak menyusul konferensi pers yang diselenggarakan pemerintah untuk memprotes intervensi China.
Ini diungkap Bloomberg, kemarin, berdasarkan penuturan seorang pejabat Indonesia yang enggan disebutkan namanya. Sayang, Bloomberg belum mendapatkan konfirmasi terkait diplomasi di balik layar tersebut dari Kedutaan Besar China di Indonesia. Meskipun sudah melayangkan dua surat elektronik dan empat kali telepon.
Pemerintah Akan Jadikan Perairan Natuna Pangkalan Militer
Pemerintah
Indonesia tak mau tinggal diam atas ulah China di perairan Natuna.
Belum lama ini, kapal milik negeri tirai bambu itu melecehkan kedaulatan
NKRI dengan mengganggu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan
menindak kapal pencuri ikan dari negara mereka."Sekarang kita usulin, Natuna itu kita bikin seperti kapal induk kita. Jadi basis militer yang kuat, AL dan AU di sana," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, saat berkunjung ke kantor redaksi tvOne, Rabu malam, 23 Maret 2016.
Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas mengenai persoalan tersebut. Ia tak mau Indonesia diacak-acak oleh negara manapun.
"Integritas teritorial kita. Bapak Presiden dua tiga hari lalu bilang, pak Luhut saya tidak mau kompromi, jadi itu jelas," ujarnya.
Rabu, 23 Maret 2016
TNI ringkus seorang anak buah Santoso di Poso
Operasi Tinombala 2016
Sejumlah
anggota TNI bersiap untuk melakukan penyisiran kolompok sipil
bersenjata Santoso di Watutau, Lore Peore, Poso, Sulawesi Tengah, Rabu
(23/3). Penyisiran tersebut merupakan operasi Tinombala yang kini
diarahkan ke daerah Sedoa, Lore Utara, Poso setelah ditemukan dua
anggota kelompok sipil bersenjata tewas ketika kontak senjata. [ANTARA
FOTO/Fiqman Sunandar]
Aparat TNI telah meringkus seorang anggota kelompok teroris pimpinan Santoso dalam Operasi Tinombala pada Senin (22/3) pagi di daerah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, saat ia berupaya untuk memisahkan diri dari kelompoknya.
Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi kepada pers di Palu, Selasa, mengatakan anggota Santoso yang tertangkap itu berinisial SH.
Saat tertangkap, kata Rudi, SH dalam keadaan lapar dan meminta makan ke rumah salah seorang warga dan saat itulah ia diringkus aparat TNI.
Aparat TNI telah meringkus seorang anggota kelompok teroris pimpinan Santoso dalam Operasi Tinombala pada Senin (22/3) pagi di daerah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, saat ia berupaya untuk memisahkan diri dari kelompoknya.
Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi kepada pers di Palu, Selasa, mengatakan anggota Santoso yang tertangkap itu berinisial SH.
Saat tertangkap, kata Rudi, SH dalam keadaan lapar dan meminta makan ke rumah salah seorang warga dan saat itulah ia diringkus aparat TNI.
Langganan:
Postingan (Atom)












