Tampilkan postingan dengan label AU AMERIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AU AMERIKA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2016

Pesawat Tua Ini Dibangkitkan untuk Melatih Raptor

T-38 Talon
T-38 Talon
T-38 Talon
YM T-38 Talon adalah pesawat tua. Pertama kali terbang pada tahun 1959, produksi dihentikan pada tahun 1972 dan sudah dinyatakan pension oleh Amerika Serikat. Tetapi pesawat tua itu belum lama ini ditarik dari hanggar penyimpanannya di  Davis-Monthan Air Force Base untuk terbang lagi.
Tidak main-main, T-38 Talon terbang dengan tugas melatih pesawat super canggih, Siluman F-22 Raptor. Pesawat yang telah diperbaharui dengan sistem terbaru  telah dikerahkan untuk bergabung di skuadron dukungan di Holloman AFB, Tyndall AFB dan Langley AFB (Joint Base Langley -Eustis).
T-38 memberikan simulasi yang sangat baik dari sejumlah lawan pesawat non siluman  yang akan banyak ditemui Raptor di seluruh dunia. Kecil, relatif cepat, dan dicat hitam menjadikan pesawat sulit ditangkap mata saat terbang. Meskipun pelatihan utama adalah deteksi objek dan penembakan dengan rudal di luar jangkauan.

Selasa, 09 Februari 2016

Kalah dengan Su-35, F-35 Lebih Baik Diganti Senjata Pemusnah Massal

F-35 Lightning II operational at Nellis AFB

Jet tempur Lockheed Martin F-35 telah menjadi proyek militer paling mahal dalam sejarah AS untuk saat ini, tapi masih tidak bisa memenuhi persyaratan awal Pentagon dan kalah dalam hal kemampuan dibanding dengan Sukhoi Su-35 Rusia.
Su-35, diakui menjadi salah satu jet tempur kontemporer terbaik, mengalahkan kemampuan teknis F-35 Amerika.
“Mereka telah menemukan kemampuan siluman F-35 tidak aman, bahwa ada sistem radar dalam pesawat lain yang benar-benar dapat mendetesi pesawat siluman ini,” kata mantan ahli pertahanan senior Pentagon Michael Maloof dalam wawancara dengan Iranian news outlet Press TV Sabtu 4 Februari 2016.

F/A-18 Bermasalah

AS Bentuk Tim Khusus http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2016/02/F-18-e1454867846667.jpgUS Navy membentuk tim khusus untuk menyelidiki masalah kesehatan penerbang F/A-18. Sejak 2009, Angkatan Laut AS telah melihat peningkatan jumlah penerbang jet tempur F/A-18 dan EA-18 yang sakit dan telah membentuk Tim Fisiologis untuk menyelidiki persoalan itu.

Ketua Komisi Pertahanan DPR AS, Michael Turner, mengatakan persoalan yang muncul adalah gejala yang terkait dengan depressurization, tissue hypoxia dan keracunan/ terkontaminasi.

Tim penyelidik sejauh ini telah melihat 273 kasus dan 93 diantaranya melibatkan beberapa bentuk terkontaminasi, 90 involved an environmental control systems (ECS) component failure, 67 faktor manusia, 41 melibatkan kegagalan komponen sistem pembangkit oksigen on-board (OBOGS), 11 terlibat kegagalan komponen pengiriman gas pernapasan, dan 45 akibat kegagalan sistem lain. [Thehill.com]

  JKGR