Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

Pesawat F-5 Sudah Di-grounded, Penerbang F-5 Dipindah ke Sukhoi dan F-16

F-5 Tiger TNI AU satu demi satu di-grounded. Indonesia membeli 16 F-5E/F Tiger pada tahun 1980, yang terdiri dari 12 F-5E kursi tunggal dan 4 F-5F kursi ganda. (photo : Eddy Februanto)

Babel - TNI AU telah mempensiunkan pesawat tempur F5 dan akan segera membeli 8 pesawat jet Sukhoi Su-35 serta pesawat F16 dari Amerika. Pembelian kedua jenis pesawat tempur tersebut pernah diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu beberapa waktu yang lalu namun hingga saat ini belum ada kejelasan siapa pengganti alusista F5 dan apakah Sukhoi atau F16 yang akan menjadi penggantinya.

Senin, 16 Mei 2016

TNI AU Incar Pesawat GlobalEye

Pesawat intai GlobalEye buatan Swedia (image : Saab)

Indonesia Incar Pesawat Intai Strategis

"Samudra, laut, selat, dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggunginya. Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Ini saat Indonesia mengembalikan semuanya," ujar Joko Widodo dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden RI, Senin 20 Oktober 2014 di Gedung MPR, Jakarta.

TNI Akan Beli Pesawat Airbus A400M, 1 Unit Dibandrol Rp 2,3 T


TNI Akan Beli Pesawat Airbus A400M, 1 Unit Dibandrol Rp 2,3 T Foto: A400M (dok Airbusds)
Jakarta -Militer Indonesia berencana membeli pesawat angkut militer varian baru keluaran Airbus Group, Airbus Defence and Space jenis A400M. Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/5/2016), pernyataan disampaikan oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

Namun, Ryamizard belum memastikan berapa unit pesawat yang dibeli.  Dari beberapa sumber, 1 unit pesawat yang bisa membawa helikopter hingga panser di dalamnya itu dibandrol sekitar 152,4 juta euro atau setara dengan Rp 2,3 triliun (1 euro = Rp 15.140)

Rabu, 27 April 2016

Terobos Area Pangkalan TNI AU, 5 Warga China Ditangkap

halim
Tujuh pekerja proyek kereta cepat Jakarta Bandung ditangkap oleh TNI AU karena menerobos masuk Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Lima di antaranya warga negara asal China.
“Mereka lagi ngebor-ngebor di wilayah kita, kita curiga,” ujar Danlanud Halim Kolonel Pnb Sri Mulyo Handoko Rabu 27 April 2016.
Sri mengatakan pasukannya mencurigai para pekerja itu melakukan aksi mata-mata. Dugaan itu makin kuat karena para pekerja itu mengenakan baju layaknya tentara, para pekerja itu juga tak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris..  “Bajunya mirip-mirip tentara, tapi setelah diperiksa ini lebih ke masalah administrasi,” ucapnya.

Chiron: “Paket” Rudal VSHORAD Pada Kanon Oerlikon Skyshield Paskhas TNI AU

article-2478262-19084F1700000578-733_634x426
Meski sampai saat ini sosoknya belum pernah terlihat di publik, namun kabar keberadaan rudal MANPADS VSHORAD (Very Short Range Air Defence) Chiron dalam arsenal Denhanud (Detasemen Pertahanan Udara) Paskhas marak jadi bahan perbincangan. Dalam beberapa pemberitaan, disebut rudal buatan Korea ini menjadi satu paket terintegrasi pada sistem senjata PSU (Penangkis Serangan Udara) Oerlikon Skyshield.
Baca juga: Oerlikon Skyshield 35mm – Perisai Reaksi Cepat Pangkalan Udara TNI AU
Bila merujuk ke situs resmi Rheinmetall Defence selaku manufaktur Oerlikon Skyshield, dan situs LIG Nex1, tidak muncul informasi yang mengaitkan antara kedua sistem senjata anti serangan udara tersebut. Hanya saja pihak Rheinmetall menyebut Oerlikon Skyshield dapat terintegrasi dengan peluncur rudal VSHORAD. Namun rujukan dari situs militer deagel.com dan Wikipedia secara tegas menginformasikan keberadaan rudal Chiron (Shingung), yang disebut mulai memperkuat Paskhas TNI AU sejak tahun 2014. Adanya Chiron seolah menjadi pengimbang rudal QW-3 buatan Norinco, Cina, yang juga menyandang predikat rudal MANPADS.

Jumat, 08 April 2016

Saab Says Gripen Jet Is Best Option for Indonesia

http://img.beritasatu.com/cache/jakartaglobe/909x605-2/2016/04/gripen-1024x667.jpgSwedish aerospace and defense company Saab has joined the bidding process to supply fighter jets to the Indonesian Air Force, which wants to replace its fleet of obsolete F-5s.

We are absolutely prepared to work with the local industry ... so we can support the end-user and work with the local defense industry in the country,” Dan-Ake Enstedt, head of Saab Asia Pacific, told the Jakarta Globe.

According to Enstedt, Saab's winning advantage is a guaranteed delivery time of 12 months. He also said that the Gripen is an extremely reliable multirole fighter with an ability to deploy quickly and land easily in any location.

For us, it is important to build competence with the local people in the country. We are creating a lot of jobs with our concept, and this is something our competitor does not do. Those are a few things that make our proposal unique," Enstedt said.

Rabu, 06 April 2016

Merespon Memanasnya Laut Cina Selatan, TNI AU Gelar Kanon Oerlikon Skyshield di Natuna

image150
Bakal ada yang berbeda dari Pangkalan Udara (Lanud) Ranai di Pulau Natuna, sebab dalam waktu dekat Lanud kelas B ini akan dilengkapi senjata kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) paling mutakhir, Oerlikon Skyshield 35 mm Air Defence System. Karena memang masih terbilang baru, kanon buatan Rheinmetall Defence ini baru sebatas ditempatkan di Lanud Hasanuddin, Lanud Halim Perdanakusuma, dan Lanud Supadio. Yang ketiga lanud diatas masuk kategori Lanud kelas A.

Saab: Satu Tahun Setelah Kontrak, Jet Tempur Gripen Sudah Bisa Dikirim ke Indonesia

Farnborough-maquete-Gripen-foto-10-Saab
Saat muncul kabar KnAAPO baru dapat memenuhi pesanan Sukhoi Su-35 Indonesia mulai tahun 2018, publik di Tanah Air jadi terhenyak, sebab deployment jet tempur multirole asal Rusia ini bakal membutuhkan waktu yang amat panjang. Di tahun 2018, KnAAPO pun hanya bisa mengirim dua unit Su-35 ke Indonesia. Sehingga bila kontrak dan sistem pembayaran lancar, total 10 unit Su-35 baru akan diterima lengkap pada tahun 2020 – 2022. Sebuah rentang waktu menunggu yang lumayan panjang.
Baca juga: Gripen NG dan Transfer Teknologi: Multirole Fighter Yang Layak Jadi Pengganti F-5E Tiger II TNI AU
Indonesia memang harus pasrah diurutan buncit dalam proses produksi, mengingat KnAAPO kini sedang fokus memenuhi produksi Su-35 pesanan Cina dan Dalam Negeri Rusia. Ditambah, proses penandatanganan kontrak sampai tulisan ini belum juga dilakukan antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dengan pihak Rusia, tentu tanpa dasar kontrak maka proses produksi belum bisa dijalankan. Kabarnya di pertengahan April ini delegasi Kemhan RI akan bertandang ke Moskow, Rusia, yang kemungkinan terkait proses kontrak tersebut.

Latihan HUT TNI AU

Pesawat tempur TNI AU melakukan sesi latihan jelang HUT ke-70 TNI AU 9 April 2016.Pesawat tempur TNI AU melakukan terbang formasi di atas kawasan Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, Rabu (6/4). Pesawat tempur TNI AU melakukan sesi latihan jelang HUT ke-70 TNI AU 9 April 2016. [Antara/Widodo S. Jusuf]
  ♚ antara 

Selasa, 29 Maret 2016

Inilah Drone yang akan Jaga Natuna

Drone Wifanusa (photo : Batampos)

batampos.co.id – Untuk menjaga keamanan Natuna dan sekitarnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menyiapkan drone alias pesawat nirawak.

 Adalah Yulian Paonganan alias Ongen yang mengerjakan drone itu. Kini telah menjalani proses akhir. Sebentar lagi akan diserahkan dan siap digunakan untuk mengawal daerah perbatasan.

Staf Ongen mengatakan, Drone untuk perbatasan dan Natuna kini sedang proses finishing.

“Sudah 95 persen pengerjaan, sebentar lagi kami akan serahkan ke Kemhan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (28/3).

Indonesia Pinjam US$ 850 Juta Untuk Membeli Su-35

SU 35

M
enteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryakudu akan menandatangani kontrak pembelian pesawat tempur Su-35 saat berlangsungnya pertemuan para pejabat penting di KTT Rusia-ASEAN yang akan diselenggarakan di Moskow pada 4-5 April 2016.

Ini bukanlah pertama kalinya Indonesia mengumumkan penandatanganan kontrak ini. Pada akhir tahun 2015, Menteri Pertahanan Indonesia mengatakan Presiden Indonesia Joko Widodo memberinya perintah langsung untuk membeli Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger yang sudah tua.

Kepala Staff Angkatan Udara Agus Supriatna menyatakan Kementerian Pertahanan telah menyetujui pembelian 12 Su-35, permintaan tersebut sudah diteruskan kepada lembaga negara BAPPENAS, yang mengatur pembiayaan proyek-proyek jangka panjang, termasuk bidang Pertahanan.

Jumat, 25 Maret 2016

TNI AU Akan Ganti Alutsista Satradar Congot

Radar AWS II Satradar 215 Congot, Yogyakarta (photo : Kaskus Militer)

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO-- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara akan melakukan peremajaan alat utama sistem persenjataan Satradar Congot di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudnas) I Marsma TNI Noviyan Samyoga di Kulon Progo, Rabu (23/3), mengatakan TNI AU merencanakan melakukan pergantian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) di beberapa lokasi, salah satunya pergantian alutsista di Satradar Congot.

"Kalau Satradar Congot ini dilengkapi radar yang lebih baik, selain berfungsi sebagai ketahanan negara, juga dapat untuk keamanan penerbangan," kata Samyoga usai bertemu dengan Bupati Hasto Wardoyo di kantor bupati.

Jumat, 18 Maret 2016

16 Unit Rudal Starstreak akan Memperkuat Arhanud Dumai

Starstreak dengan platform Land Rover 4x4 (photo : Jane's)

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan memastikan dalam waktu dekat, prajurit Den Arhanud Rudal 004 Dumai bakal mendapat alutsista baru. Yakni rudal pertahanan udara Starstreak dari Thales, Inggris.

Alutsista ini, akan menggantikan alutsista yang ada. Maka Pangdam memerintahkan agar para prajurit tidak canggung, bila nanti mengoperasikan alutsista tersebut. Rencananya sekitar 16 unit Starstreak akan ditempatkan di Den Arhanud Rudal 004 Dumai.

Rabu, 16 Maret 2016

TNI AU Bangun Pertahanan Misil di Pekanbaru

Pekanbaru – Mabes TNI AU akan memperpanjang landasan pacu (runway) Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Tidak hanya memperpanjang landasan pacu yang juga digunakan untuk Bandara Sultan Syarif Kasim II, TNI AU juga akan membangun Skadron Teknik (Skatek) yang menunjang aktivitas Lanud Tipe A Roesmin Nurjadin.
“Selain itu, kita juga akan menambah armada pesawat tempur F-16. Pesawat tempur model terbaru dan ukurannya lebih besar dari tipe Hawk yang sebelumnya digunakan di Lanud Pekanbaru ini,” ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Agus Supriatna, mengatakan, Selasa, 15 Maret 2016, saat melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru.

Selasa, 15 Maret 2016

Misteri Kapal Selam Kilo Indonesia Terungkap Beserta Jumlah Jet Tempur Sukhoi

Kapal Selam Kilo 636 Class Indonesia
DimasBagus.com – Situs forum-forum militer Indonesia dibuat gempar oleh dokumentasi kekuatan militer Indonesia di situs deagel.com. Hal yang membuat gempar adalah terkait misteri kapal selam Kilo Indonesia beserta jumlah jet tempur Sukhoi yang kita miliki, semuanya dirinci di dalam situs tersebut.

Senin, 14 Maret 2016

Aksi Hawk TNI AU

Pantau kebakaran lahan di Riau dari Udara Hawk TNI AU pantau kebakaran lahan. ©2016 puspen tni

T
ak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin juga melaksanakan pemantauan dari udara terhadap kemungkinan adanya titik api di Provinsi Riau, Selasa (8/3).

Diawali dari titik koordinat yang diberikan oleh staf Dinas Operasi (Disops) Lanud Rsn yang bekerja sama dengan BMKG Riau, maka pesawat-pesawat Skadron Udara 12 akan terbang untuk memeriksa bagaimana kondisi titik api tersebut.

"Pemantauan yang dilakukan oleh pesawat Skadron Udara 12 ini sudah di mulai sejak Senin (7/3) dan dilakukan bersamaan atau di combine dengan latihan rutin yang dilaksanakan oleh Skadron Udara 12," ujar Danskadron Udara 12 Letkol Pnb Dedy Suprianto.

Minggu, 13 Maret 2016

AIM-120C-7 AMRAAM akan Lengkapi Persenjatan F-16 TNI AU

http://www.belgian-wings.be/Webpages/Navigator/News/Special%20Features/TLP%202009-02/AIM-9X-and-AIM-120C_A.jpg
AIM-120C-7 AMRAAM akan lengkapi persenjatan F-16C/D TNI AU (photo : fas)

Indonesia dapat izin beli 36 unit peluru kendali AIM-120C-7 AMRAAM

Jakarta (ANTARA News) - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memutuskan menyetujui kemungkinan penyaluran skema penjualan benda militer asing (FMS/Foreign Military Sales) kepada Indonesia tentang peluru kendali AIM-120C-7 Advanced Medium Air-to-Air Missiles (AMRAAM), yang juga meliputi pelatihan, perlengkapan, dan dukungan logistik. 

Kamis, 10 Maret 2016

36 AMRAAM for Indonesia

Indonesia - AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs) http://img07.deviantart.net/2ac5/i/2010/111/2/8/aim_120_amraam_completed_by_scott2753.jpgThe State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to Indonesia for AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs), equipment, training, and logistics support. The estimated cost is $ 95 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale on March 9, 2016.

Paling Cepat Indonesia Terima 2 Su-35 Pada 2018


su-35 2
Jika benar Indonesia menandatangani kesepakatan pembelian jet tempur Su-35, maka Jakarta tidak akan bisa menerima batch pertama dari jet tempur generasi 4++ itu dengan cepat. Bahan hingga 2018 pesawat kemungkinan belum bisa diterima.
Hal ini dikarenakan produsen pesawat harus menghadapi pesanan tinggi dari pemerintah dalam negeri dan internasional.
Pada awal Maret, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan Moskow dan Jakarta kemungkinan akan meneken kesepakatan pada awal April untuk pengiriman 10 Su-35 untuk menggantikan armada F-5 Tiger.
Surat kabar Izvestia Rusia melaporkan Rabu 9 Maret 2016 produsen telah menghasilkan 14 Su-35, sejumlah Su-30МК2 untuk Vietnam dan Su-27 dimodernisasi pada tahun 2015

Jumat, 04 Maret 2016

PL-9C SHORAD: Rudal Hanud dari Cina, Incaran Baru Kementerian Pertahanan RI

PL-9C-1
Angan-angan netizen yang mendambakan TNI agar punya rudal hanud (SAM/surface to air missile) jarak sedang – jauh, nampaknya masih ‘jauh’ dari kenyataan. Alih-alih melanjutkan penjajakan pengadaan rudal hanud S-300 dari Rusia, justru Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI masih berkutat pada PSU (Penangkis Serangan Udara) bergenre SHORAD (Short Range Air Defence), salah satu yang dilirik adalah rudal PL-9C buatan Luoyang Electro-Optics Technology, Cina.