Tampilkan postingan dengan label AL RUSIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL RUSIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

Mesin Tidak Dikirim Ukraina, Rusia Tawarkan 3 Frigat ke India

frigate
Rusia dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan India untuk menjual tiga dari enam frigat Project 11.356 yang sebelumnya diperintahkan oleh Angkatan Laut Rusia. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden United Shipbuilding Corporation Igor Ponomarev.
“Kami bekerja atas perintah pertahanan negara, kita membangun kapal ini dan bersama dengan itu, kami mengadakan pembicaraan dengan mitra India tentang potensi penjualan. Ini bukan masalah yang tertutup sama sekali. Namun, yeah, pembicaraan tersebut berlangsung,” katanya sebagaimana dilaporkan Lenta.Ru saat pengibaran bendera St Andrew di kapal Admiral Grigorovich, kapal pertama dari proyek ini.
Setelah hubungan memburuk antara antara Rusia dan Ukraina pada tahun 2014, pembangunan trio kedua dari frigat Project 11.356 yang dipesan oleh Angkatan Laut Rusia menjadi beresiko. Propulsi turbin kapal  dibuat oleh perusahaan Ukraina Zorya Mashproekt, dan ini menjadi batu sandungan. Kontak pertahanan antara kedua negara rusak karena alasan politik.

Senin, 21 Maret 2016

2 Kekuatan Mematikan Bergabung, Akula akan Bawa Rudal Kalibr


rusia akula
Kapal selam kelas Akula Rusia akan semakin berbahaya. Rusia berencana untuk meng-upgrade kapal selam nuklir yang juga dikenal sebagai Proyek 971 dengan rudal jelajah Kalibr.
“Rudal Kalibr adalah senjata yang sangat efisien seperti yang sudah banyak dibuktikan dengan peluncuran terbaru dari kapal selam Rostov-on-Don. Rudal Kalibr akan dipasang pada kapal selam upgrade Project 971, “kata  Laksamana Kochemazov kepada radio Russkaya Sluzhba Novostei (Rusia News Service) di Moskow dan dilansir Sputnik Minggu 20 Maret 2016.

Jumat, 18 Maret 2016

Tunggu Admiral Gorshkov di Bulan Desember


gorshkov
Frigat Admiral Gorshkov, kapal pertama di kelasnya direncanakan akan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia pada bulan Desember 2016.
“Pada akhir tahun, pada bulan Desember,” kata Wakil Komandan Angkatan Laut Wakil Adm Alexander Fedotenkov kepada wartawan Jumat saat ditanya tentang masalah tersebut.
Laksamana Gorshkov kapal yang pertama dari enam frigat yang ada di bawah Proyek 22.350 yang akan diproduksi oleh galangan kapal Severnaya Verf di St. Petersburg di bawah kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Minggu, 13 Maret 2016

Siluman Raksasa Kuzbazz Rusia akan Bergabung ke Pasifik


rusia akula
Kapal selam nuklir Kuzbass Rusia sedang menyelesaikan serangkaian uji coba laut dan akan segera melanjutkan tugas aktif di armada Pacific.
“Kuzbass sedang menjalani uji coba laut dan akan segera kembali ke pangkalan permanennya di Kamchatka. Kapal selam sekarang membawa sistem baru dalam dukungan kehidupan, radio dan komunikasi hidro-akustik, ” kata layanan pers Armada sebagaimana dikutip RIA Novosti Sabtu 12 Maret 2016.
Kapal selam itu telah menjalani upgrade di galangan kapal Zvezda di Wilayah Primorye .
Untuk meningkatkan kemampuan siluman, kapal selam membawa mekanisme anti-getaran. Semua unit ditempatkan pada pondasi elastis dan masing-masing dipisahkan dengan peredam kejut pneumatik. Hal ini membantu mengurangi dampak dari ledakan bawah air pada mekanisme kapal selam dan kru.

Selasa, 09 Februari 2016

2 Hal ini Adalah Sambutan Rusia untuk Penumpukan Pasukan NATO

rusia laut
Sebuah sistem artileri dan anti-torpedo state-of-the-art sedang ditambahkan ke arsenal angkatan laut Rusia. Dan ini sebagai jawaban terhadap NATO yang melakukan penumpukan pasukan di depan pintu mereka.
Kedua sistem sudah diinstal di empat korvet angkatan laut yang sekarang menjaga perbatasan maritim Rusia dengan enam kapal lain saat ini sedang dalam proses instalasi. “Proyek korvet 20.380 membawa meriam A-192 dan sistem anti-torpedo One -of-a-kind,” kata Komandan Angkatan Laut Laksamana Viktor Chirkov sebagaimana dillaporkan Zvezda TV beberapa waktu silam.

Jumat, 05 Februari 2016

Rusia akan Parkir 20 Kapal Perang di Mediterania

http://assets-a2.kompasiana.com/statics/crawl/555e4f0e0423bd616a8b4567.jpeg?t=o&v=760
Rusia berencana meningkatkan keberadaan kapal perang di Laut Mediterania menjadi 20 kapal, tergantung pada tugas yang diberikan.
“Jumlah tersebut dapat bervariasi antara 10 dan 20 kapal perang dan kapal lainnya tergantung pada intensitas situasi atau peningkatan tugas,” kata sebuah sumber diplomatik militer Rusia kepada RIA Novosti, Jumat 5 Februari 2016.
“Rudal, senjata anti kapal, dan kapal pendarat akan membentuk sebuah basis dari kekuatan permanen di Laut Mediterania. Untuk menyokong armada kapal perang itu akan ditempatkan kelompok kapal pendukung yang bekerja dalam prinsip rotasi,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada bulan Juli 2015 lalu, Armada Laut Hitam Laksamana Alexander Vitko mengatakan, rata-rata jumlah kapal Angkatan Laut Rusia di Mediterania pada waktu itu berjumlah 10 kapal perang, serta beberapa kapal pendukung.

Senin, 01 Februari 2016

Small but Dangerous: Korvet Kelas Buyan-M Rusia

buyan
Salah satu korvet terbaru dari Angkatan Laut Rusia, Buyan-M adalah korvet multi-misi yang dirancang untuk perang anti-permukaan.
Kapal ini memiliki bobot perpindahan dari 949 ton dan kecepatan maksimum 25 knot. Buyan-M dipersenjatai dengan peluncur delapan putaran untuk rudal jelajah presisi tinggi Kalibr-NK atau Onix yang mampu menghantam target mengambang hingga 300 kilometer jauhnya dan target darat hingga jarak 2.500 kilometer .

Kamis, 21 Januari 2016

Kapal Induk Rusia Takkan ke Mediterania

kapal induk rusia
Satu-satunya kapal induk Rusia, Laksamana Kuznetsov, tidak akan digunakan dalam operasi di Mediterania Timur untuk melawan ISIS karena saat ini dalam perbaikan di galangan kapal Murmansk sampai akhir 2017.
“Admiral Kuznetsov dalam perbaikan di pabrik pembuatan kapal di Murmansk. Para pekerja pabrik memiliki tugas memperbaiki kapal pada akhir tahun 2017 dan tidak ada alasan untuk mempercepat atau menghentikan proses ini, “kata seorang pejabat di kompleks industri militer Rusia kepada Sputnik Rabu 20 Januari 2016.