Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2016

Kompi Kavaleri TNI Akan Dibangun Di Lelowai-Belu NTT

Berbatasan langsung dengan Timor Leste https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU1q6j2qMBqxG-hCfL5uio-_7FOi0N9_IWWNW9XtPSmVLxmxGvLE_oMZFNdi4ovhspsb31E9Z74wDM2zSgLDUQrcQ19QIyZAgBxcAUU7MXm1FBXKpdzKWgaNIZj9e0t_XaZ4zCty1M7i4/s400/tank.jpgTank ringan Scorpion TNI AD (Zona Satu) ☆

Setelah memiliki Batalyon Infantri (Yonif) 744 Satya Yudha Bhakti (SYB) dan Yonis 725 Woroagi sebagai satuan tugas (satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-RDTL, kini Kabupaten Belu akan memiliki satuan TNI berupa Kompi Kavaleri (Kokav) yang akan dibangun markasnya di Lelowai, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar).

Rencana pembangunan Markas Kokav ini semakin menguat dengan adanya kunjungan tim Mabes TNI angkatan darat (AD) yang dipimpin Asisten Perencanaan Angkatan Darat (Asrenad) Kolonel Infanteri Agustinus YR ke Atambua, Kamis (07/04/2016).

Kunjungan Tim Mabes TNI AD itu diterima Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Vivi Lay Ng di ruang VIP Bandara AA Bere Tallo.

Kamis, 31 Maret 2016

“Kendaraan Intai Tempur” TNI Pakai Fin Komodo

Fin Komodo kendaraan taktis ringan (photo : Fin Komodo)

Jakarta, KompasOtomotif – Jadi salah satu prinsipal kendaraan lokal yang masih bertahan, PT Fin Komodo Teknologi (FKT), terus memperluas pasarnya. Masih menggunakan produk andalan, Komodo, kali ini pihaknya sedang dalam proses kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Jumat, 25 Maret 2016

Prajurit Kodam III Siliwangi Lakukan 'Operasi Non Militer' di Sungai Citarum

Keterlibatan TNI AD dalam pembersihan sungai tak hanya akan dilakukan hari ini, seperti di Sungai Cikapundung Kampung Cijagra, Kabupaten Bandung. Namun dalam enam bulan ke depan, tentara di Jabar akan turun ke lapangan dalam program Citarum Bestari, yang digagas Pemprov Jawa Barat.

Prajurit Kodam III Siliwangi Lakukan 'Operasi Non Militer' di Sungai Citarum

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (24/3/2016). "Hasil pertemuan dengan Dan Sesko dan Pangdam III Siliwangi tadi pagi, kita akan melakukan operasi militer namun bukan perang," ujar Aher.

Senin, 21 Maret 2016

Helikopter Jatuh di Poso Bagian Operasi Memburu Santoso


nbell-412-tni-ad-copy
Satu helikopter milik Bell 412 SP milik TNI-AD jatuh di Dusun Petirobajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Minggu 20 Maret 2016 sekitar pukul 17.55 waktu Indonesia tengah. Sebanyak 13 orang yang berada di dalam helikopter tersebut dilaporkan tewas.
Termasuk di dalamnya Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar dan Kapenrem Mayor Inf Fakit Rasyid. Helikopter itu diduga jatuh dan terbakar karena cuaca buruk. Sejumlah informasi juga menyatakan helikopter disambar petir. Heli itu dalam perjalanan dari Napu Lore Peore menuju Poso.

Jumat, 18 Maret 2016

Menanti Kemampuan Maksimal Leopard

MBT Leopard 2 TNI AD (photos : Kaskus Militer) 

Komisi I DPR mengunjungi Markas Batalyon Kavaleri 8 Kostrad di Pasuruan, Jawa Timur, yang menjadi operator tank tempur utama-main battle tank (MBT)- Leopard buatan Krauss-Maffei dan Rheinmetall, Jerman, Jumat (19/2). Ternyata tank kebanggaan yang dibeli era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu masih kurang kelengkapannya sehingga belum dapat beroperasi maksimal. Tidak hanya kelengkapan tank Leopard yang belum dipenuhi TNI, sarana latihan pun masih terbatas.

"Alat pengatur tembakan tidak ada sehingga dilakukan manual, pengindera malam (night vision) tidak ada, perkakas dongkrak tank ukuran 20 ton yang tersedia hanya 10 ton sehingga tak bisa untuk perbaikan kubah. Persenjataan ringan juga belum ada," tutur anggota Komisi I DPR TB Hasanudin.

Meriam Leopard ukuran 120 milimeter adalah yang terbesar di jajaran tank milik TNI. Hasanudin menjelaskan, dengan jangkauan kaliber meriam sebesar itu, lapangan tembak milik TNI AD yang ada terlalu kecil. Selama ini, ukuran meriam tank yang ada berkisar 75 milimeter dan 90 milimeter.

Kamis, 10 Maret 2016

Dari Saladin ke Badak

http://images.detik.com/content/2015/12/16/1036/074701_131215_badak_04_pindad2.jpg?w=500&q=90Panser Kanon Badak 6x6 (detik) ☆

Beragam tank dan kendaraan lapis baja digunakan TNI sejak perang kemerdekaan. Salah satu yang digunakan kavaleri TNI AD adalah Saladin. Tank yang dioperasikan sejak tahun 1960-an tersebut kini memasuki "pensiun" dan akan digantikan tank Badak.

Dalam buku Armoured Fighting Vehicles of The World karya Christopher F. Foss disebutkan nama asli tank Saladin adalah FV 601 Alvis Saladin Mk 2. Tank itu berbagi basis dengan kendaraan angkut lapis baja FV 603 Alvis Saracen. Saladin dan Saracen berpenggerak enam roda atau 6 x 6.

Saladin memiliki senjata utama meriam 76 milimeter dan dua senapan mesin 7,62 milimeter. Mesin Saladin ada di belakang, sedangkan mesin Saracen berada di depan karena bagian belakang menjadi kabin pengangkut pasukan.

Nama Saladin berasal dari Pahlawan Panglima Perang Islam dalam Perang Salib, yakni Saladin (1137-1193) alias Solahudin Al Ayubi. Saladin adalah pendiri Dinasti Ayubi yang menguasai Afrika Utara, Mesir, Jazirah Arab, hingga Levant (Suriah).

Saladin adalah seteru Raja Inggris Richard The Lion Heart. Sifat ksatria Saladin yang berasal dari suku bangsa Kurdi dan memimpin pasukan kavaleri Mamluk menjadikan namanya harum di Eropa yang menjadi seterunya.

TNI AD Bangun Skuadron Serbu di Tebelian - Kalimantan Barat

Tebelian. Kalimantan Barat (image : GoogleMaps)

SINTANG-Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membangun skudron serbu di Bandara Tebelian Sintang. Realisasi pembangunannya ditargetkan pada 2017.

“Kita akan menempatkan Skuadron TNI Serbu. Penempatan di bandara Tebelian dari sisi tempat kita lihat strategis,” kata Danrem 121/ABW, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, belum lama ini.

Menurut Danrem, Bandara Tebelian letaknya berada di kawasan perbatasan begitu strategis. Kemudian juga tidak jauh dari dalam kota Sintang.  

Rabu, 02 Maret 2016

TNI AD Siapkan Lahan Latihan Tank Leopard di Sukabumi

Leopard 2 MBT TNI AD (photo : skyscrapercity)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengatakan, saat ini institusinya sedang menyiapkan lahan latihan tank tempur utama (main battle tank) Leopard, di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mulyono berkata, karena belum memiliki lahan latihan, tank leopard yang ada saat ini masih menganggur dan belum dapat diuji coba. Mantan Panglima Kostrad itu memaparkan, ia telah berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan terkait lahan latihan di Cibenda.

"Lahannya kami siapkan. Bikin senjata kok seperti bikin tempe. Nanti lahannya kami siapkan di daerah Cibenda. Itu sudah direncanakan," katanya di Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (1/3).

Mulyono menuturkan, persenjataan tank leopard yang belum dimiliki insititusinya akan dibeli tahun 2015 ini. Ia berkata, uji tembak persenjataan di negara produsen juga akan diusahakan berjalan tahun ini.

Selasa, 19 Januari 2016

Pesawat "Drone" Akan Dioperasikan di Nunukan dan Sebatik

Drone multi rotor (photo : IndoCropCircles)

KSAD Jenderal TNI Mulyono Kunjungi Wilayah Perbatasan

NUNUKAN, BERITAKALTARA.com- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono melakukan kunjungan ke wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Sebelum melakukan kunjungan ke Nunukan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo tersebut mengunjungi wilayah Sebatik dengan menumpang helikopter Helly Bell 142.

Minggu, 10 Januari 2016

TNI AD akan Bentuk Batalyon Zeni

Detasemen Zeni TNI AD akan ditingkatkan menjadi batalyon. Ini dilakukan salah satunya untuk membantu program Nawacita Presiden Joko Widodo dalam hal pembangunan.


"Zeni sedang dalam proses peningkatan, karena Zeni sedang laku keras, yang kebetulan sejalan dengan progam pembangunan Nawacita, jadi itu program-program yang bisa dilakukan mereka (Zeni). Maka itu sudah ada pembicaraan internal untuk peningkatan," ujar Kadispenad Brigjen TNI Sabrar Fadhilah.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara gathering media di Kartika Media Center TNI, Jl Abdul Rahman Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2015). Fadhilah menjelaskan ada 9 kemampuan Zeni TNI AD, di antaranya membangun dan memusnahkan konstruksi.

Rabu, 06 Januari 2016

5.000 personil TNI AD akan isi Kodam papua barat

Dokumentasi personel Batalion Infantri 711/Raksatama saat mengikuti upacara pelepasan pasukan Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/10). Sebanyak 450 personel dari kesatuan tersebut diberangkatkan ke Papua untuk menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Markas Komando Daerah Militer Papua Barat, akan diisi sebanyak 5.000 personil TNI AD, yang akan dilakukan secara bertahap.

Komandan Distrik Militer 1703/Manokwari, Letnan Kolonel Infantri Stevanus Aribowo, di Manokwari, Senin, mengatakan, ditahap pertama, untuk tahap pertama 30 persen keperluan personel ini akan ditempatkan sebagai "kerangka" Markas Kodam Papua Barat.

5 Fakta Menarik Senapan sniper SPR 2 Kopassus yang Gemparkan Dunia

Senapan sniper SPR 2 buatan PT Pindad, perusahaan alutsista milik Pemerintah Indonesia, tengah menjadi buah bibir di dunia internasional.

Ternyata, senapan sniper canggih yang dipakai Kopassus ini tak bisa dibuat oleh sembarang negara.


5 Fakta Menarik Senapan sniper SPR 2 Kopassus yang Gemparkan Dunia

Lantas apa istimewanya? Nah, berikut fakta-fakta senjata Pindad untuk Kopassus yang gegerkan dunia

Media Internasional Sebut Latihan Pasukan Elit TNI Mengerikan

Media asal Inggris, Daily Mail dibuat kagum dengan latihan pasukan elit TNI. Latihan itu memperlihatkan jika setiap prajurit dituntut untuk memiliki nyali serta keberanian besar saat latihan berlangsung.

Dalam laporannya, mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari peluru tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'.


Di tayangan video terlihat enam prajurit dalam mode menyamar merangkak di lapangan lumpur sementara dua orang anggota lainnya menembaki dari atas.

Namun, Daily Mail menyebutkan video itu merupakan latihan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), padahal dari logo, seragam serta senjata yang digunakan latihan doper itu dilakukan oleh salah satu pasukan elite TNI lainnya.

Senin, 28 Desember 2015

Ivander EOD : Rantis Zeni Jihandak Produksi Dalam Negeri


Kendaraan Ivander EOD (Explosive Ordnance Disposal) milik TNI AD (photos : resume berita, images : Indomiliter)

Banyak hal yang harus dilakukan terkait pengamanan VVIP (Very Very Important Person), salah satunya adalah kehadiran tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) yang berperan menetralisir suatu lokasi dari ancaman teror bahan peledak. Dan melihat mobilitas kepresidenan yang banyak menyambangi berbagai perhelatan, publik jadi mahfum dengan hadirnya sosok rantis Jihandak TNI AD yang punya desain futuristik, bahkan terkesan sangar.

TNI AD Pastikan Bentuk Dua Kodam Baru di Wilayah Timur

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan tidak akan menambah personel di wilayah perbatasan. Namun, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono menegaskan kebijakan tersebut tidak menghalangi rencana pembentukan sejumlah markas teritorial korps militer di sejumlah daerah untuk memperkuat pengamanan.

TNI AD Pastikan Bentuk Dua Kodam Baru di Wilayah Timur

"Berbeda, memang pasukan operasional di perbatasan itu tidak ditambah. Tapi pembentukan (markas terorial) itu tetap dilanjut," ujar Mulyono di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (28/12/2015).

Minggu, 20 Desember 2015

Ivander EOD: Rantis Zeni Jihandak Produksi Dalam Negeri

jihandak_20151019_124653
Banyak hal yang harus dilakukan terkait pengamanan VVIP (Very Very Important Person), salah satunya adalah kehadiran tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) yang berperan menetralisir suatu lokasi dari ancaman teror bahan peledak. Dan melihat mobilitas kepresidenan yang banyak menyambangi berbagai perhelatan, publik jadi mahfum dengan hadirnya sosok rantis Jihandak TNI AD yang punya desain futuristik, bahkan terkesan sangar.

Minggu, 13 Desember 2015

TNI AD Pamerkan Peluncur Roket di Bogor

Saat ini baru berjumlah 13 unit dari totalnya 36 akan di distribusikan secara bertahap. Kendaraan Peluncur Roket (foto: Putra Ramadhani A/Okezone)

J
ajaran Komando Resor Militer (Korem) 061/ Suryakencana, memamerkan berbagai macam alusista dari berbagai kesatuan TNI AD di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/12/15).

Salah satu alusista yang paling menarik masyarakat dalam pameran ini, yaitu Astros II MK-6 AV-LMU yang merupakan salah satu kendaraan peluncur roket terbaru milik TNI AD.

Lettu ARM Argo dari Batalyon Armed 10 Kostrad menerangkan, kendaraan tempur ini merupakan jenis baru milik TNI ada pada tahun 2015 ini.

Minggu, 06 Desember 2015

Piap Gryf Jihandak TNI AD: Robot Mini Pelintas Medan Terjal

Gryf-2
Karena misi yang berkaitan dengan penjinakan bahan peledak tergolong dinamis, maka kebutuhan perlengkapan tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) harus disesuaikan. Dan bicara perlengkapan Jihandak maka tak bisa dilepaskan dari sosok ROV (Remotely Operated Vehicle). Selain punya andalan utama ROV Defender, Satuan Jihandak Zeni TNI AD juga mengoperasikan mini ROV mungil yang tak kalah canggih. Berpenggerak roda rantai (wheel tracks), Piap Gryf mampu menyusuri lekuk medan terjal yang sulit ditembus wahana lain.

Senin, 30 November 2015

2 Anggota TNI Tewas Ditembak di Papua

Dua orang anggota TNI tewas ditembak orang tak dikenal di Papua. Jenazah kedua anggota itu juga masih disandera oleh pelaku penembakan.

"Saat ini ada 2 anggota TNI tewas jelang HUT OPM, jenazah kedua prajurit TNI tersebut masih disandera para pelaku," ujar Kapendam Cenderawasih Letkol Inf Teguh PR kepada detikcom, Selasa (1/12/2015).