Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2016

Pasifik Kian Dikerumuni Kapal Selam, Indonesia Telat Bisa Fatal


http://i0.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2015/10/379453-collins-class-submarines.jpg
Australia telah memutuskan untuk memilih kapal selam Shortfin Barracuda Prancis untuk mengganti Kelas Collins mereka. Jika kapal selam ini sudah masuk ke layanan maka akan mendorong kemampuan Australia jauh ke depan dalam hal kekuatan di bawah gelombang.
Dalam beberapa tahun ke depan kawasan Pasifik memang akan semakin sesak dengan kapal selam yang wira-wiri melakukan misinya masing-masing.
China sedang membangun armada 80 kapal selam konvensional dan bertenaga nuklir. Mereka akan mencakup serangan kapal selam konvensional dan nuklir yang dirancang untuk menghancurkan kapal selam lain dan kapal permukaan, dan kapal selam nuklir yang dipersenjatai dengan rudal balistik yang mungkin dengan hulu ledak nuklir dan mampu mengancam target dari jarak jauh.

Australia Pilih Shortfin Barracuda, Apa Kehebatan Kapal Selam ini?


shortfin barracuda
Shortfin Barracuda, kapal selam yang diusulkan Prancis untuk Australia pada akhir tahun lalu telah membuat terobosan dengan memenangkan kompetisi pengadaan kapal selam senilai US$50 miliar untuk mengganti kapal selam Kelas Collins Angkatan Laut Australia.
Direction des Constructions Navales Services (DCNS) mengalahkan pesaing Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS) dari Jerman dan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Jepang.
DCNS selanjutnya akan membangun 12 kapal selam konvensional dengan bobot 4500 ton untuk Australia yang didasarkan pada kapal selam nuklir Barracuda yang memiliki bobot 4700 ton. Kapal selam baru ini akan diberi nama Shortfin Barracuda.
Setelah selesai, seperti DCNS katakan, Shortfin Barracuda Blok 1A “akan menjadi artefak paling teknis dan kompleks di Australia”.

Jumat, 08 April 2016

PAL Indonesia Segera Luncurkan Infrastruktur Kapal Selam

PT PAL ditargetkan untuk dapat segera membuat kapal selam (photo : DSME)

Surabaya (ANTARA News) - Perseroan Terbatas PAL Indonesia segera meluncurkan infrasrtuktur kapal selam pertama di wilayah Asia Tenggara, tepatnya pada September 2016 sebagai sarana pembuatan kapal selam secara mandiri bangsa Indonesia.

Direktur Desain dan Teknologi PT PAL Indonesia Saiful Anwar, Kamis, mengatakan keberadaan infrastruktur kapal selam bertujuan untuk memenuhi target pembuatan sebanyak 12 kapal selam yang dipesan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Rabu, 06 April 2016

Korea Selatan Luncurkan Kapal Selam Terbesarnya


kapal selam korea selatan
Angkatan Laut Korea Selatan pada Selasa 5 April 2016 meluncurkan kapal selam kelas 214 ketujuh. Kapal selam dengan  bobot 1.800 ton ini diluncurkan di kota pesisir tenggara Ulsan, dihadiri oleh kepala operasi angkatan laut Laksamana Jung Ho-sub.
Hyundai Heavy Industry telah menyelesaikan pembangunan enam dari sembilan kapal selam yang dipesan Angkatan Laut Korea. Kapal Selam kesembilan juga telah dibangun mulai 2014 lalu. Kapal selam ketujuh ini akan dikirim ke Angkatan Laut pada 2017 setelah uji opeasional Angkatan Laut.
Kapal dengan bobot 1.800 ton ini menggunakan mesin diesel listrik air independent propulsion dengan panjang 65 meter dan lebar 7 meter. Kapal selam bisa berlayar pada kecepatan maksimum 20 knot dengan 40 awak.

Indonesia Punya 12 Kapal Selam? Ini Jawabannya

kri-cakra-kri-nanggala
Kebingungan tentang kabar TNI AU memiliki 12 kapal selam terjawab sudah. Media yang memberitakan melakukan salah tulis yang sepele tetapi mengubah makna besar.
Sebelumnya sebuah media online nasional dalam berita ditayangkan pada Selasa 5 April 2016 menulis seolah-olah Angkatan Laut memiliki 12 kapal selam.
Tetapi berita itu diubah pada Rabu dengan menyebutkan TNI Angkatan Laut saat ini memproyeksikan memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista tersebut, nantinya diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur.
“Kita memang ada proyeksi memiliki 12 kapal (selam), basenya di Surabaya, karena perkembangan kita bagi kita menaruhnya di wilayah yang layak buat menaruh kapal selam,” ujar KSAL Laksamana Ade Supandi di markas Brigif Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).
Dalam berita sebelumnya tidak ada kata ‘proyeksi’ dalam petikankalimat Laksamana Ade Supandi. Sebelumnya JejakTapak juga menyatakan cukup aneh ketika TNI menyebut memiliki 12 kapal. Dan kemungkinan 12 itu merupakan angka yang diproyeksikan dalam pengadaan kapal selam di masa depan. Selain itu jika 12 kapal selam sudah ada di Indonesia maka, tidak masuk akal jika tempat menyimpannya  baru akan dibangun.

Selasa, 05 April 2016

Berita HOT!!! KSAL bilang kita punya 12 kapal selam!!!

Ilustrasi

JAKARTA - TNI Angkatan Laut saat ini memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista tersebut, diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur.
"Kita memang ada 12 kapal (selam), basenya di Surabaya, karena perkembangan kita bagi kita menaruhnya di wilayah yang layak buat menaruh kapal selam," ujar KSAL Laksamana Ade Supandi di markas Brigif Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).
Ade menambahkan, pihaknya juga tengah mengembangkan Lantamal untuk tempat penyimpanan kapal selam. Namun, ia enggan merinci tempat sekaligus nominal yang digunakan untuk membangun tempat tersebut. (Baca Juga: TNI AL Kembangkan Lantamal)
"Kita kembangkan kita simpan dimana itu kapal selam. Saya sebenernya gak tahu, rupiahnya saya enggak tahu. Tapi kalau kapalnya, ya kita cari dulu pangkalannya," imbuhnya.
Meski demikian, Ade memastikan jika TNI AL memerlukan pangkalan pendukung guna menunjang pangkalan yang sudah ada.
"Terus buat pangkalan harus ada pangkalan pendukung," tukasnya.
(aky)

Jumat, 25 Maret 2016

KS Type 206 : Nyaris Jadi Arsenal Korps Hiu Kencana TNI AL


Suatu hari di tahun 1997, pada acara “Dunia Dalam Berita” di TVRI, diwartakan bahwa TNI AL akan kedatangan armada kapal selam (KS) jenis baru, melengkapi 2 unit yang sudah ada sejak awal tahun 80-an. Tak tanggung-tanggung, disebutkan TNI AL langsung menambah 5 unit kapal selam. Kala itu, berita pengadaan kapal selam cukup mengagetkan, walau beritanya tak heboh, tapi pengadaan langsung 5 unit adalah ‘prestasi’ di saat itu, pasalnya selain pemerintah harus siapkan budget besar, juga TNI AL harus menyiapkan awak dalam jumlah yang ideal.
Tapi ibarat untung tak dapat diraih, krisis ekonomi (krismon) yang mendera Republik ini terbilang dahsyat, selain akhirnya mampu menjungkirkan kekuasaan Soeharto, paket pengadaan 5 unit kapal selam dari Jerman pun ikut kandas. Padahal 5 unit kapal selam tadi sudah setengah sah jadi arsenal TNI AL, dalam siaran TV bahkan diperlihatkan kapal selam yang diketahui dari Type 206 sudah memakai nomer lambung 403, 404, 405, 406, dan 407. Masing-masing pun sudah dinamai, yakni KRNI Nagarangsang (eks U-13), KRI Nagabanda (eks U-14), KRI Bramasta (eks-U19), KRI Cundamani (eks U-21), dan KRI Alugoro (eks U-20). Bahkan dalam siaran berita TVRI, nampak awak TNI AL wara wiri di sekitar dermaga kapal selam tersebut di kota Kiel.

Kapal Selam Mini: Andalan Taktik Gerilya Bawah Air di Laut Dangkal

ks-1
Dengan geografi berupa kepulauan dan sebagian besar alur perairan dangkal di wilayah Indonesia Barat, menjadikan model peperangan gerilya bawah air layak digelar bila suatu waktu meletus. Dengan latar belakang tersebut, konsep penggunaan kapal selam mini oleh TNI AL bisa menjadi pilihan tepat, terlebih dari sisi penguasaan teknologi dan pendanaan, sejatinya pembangunan kapal selam mini oleh industri strategis dalam negeri sudah bisa dilakukan.

Bahkan berkaca ke era revolusi kemerdekaan tahun 1947, Letkol D. Ginangan malah sudah berhasil mewujudkan prototipe kapal selam mini dengan panjang 7 meter. Meski saat itu pengujian ada kendalam teknis, sehingga kapal selam Ginangan tidak bisa menyelam, namun perlu dicatat prototipe kapal selam Ginangan berhasil dibuat dan di uji coba. Sebaliknya, pada masa kini pengembangan kapal selam di Indonesia masih jalan di tempat. Berita baik seputar ToT (Transfer of Technology) kapal selam memang ada, yakni pada pengadaan kapal selam Changbogo Class yang unit ketiga (pesanan terakhir) rencananya akan dibangun di galangan PT PAL.

Kapal Selam yang Dipesan RI dari Korsel Mulai Melaut

Laporan Dari SeoulKapal Selam pesanan Indonesia [epa.eu]

Kapal selam dengan kode Hull Number H.7712 tersebut meluncur ke lautan di Demaga Okpo (24/3/2016). Seketika, air biru terbelah jadi dua dengan deburan yang slow motion.

Disaksikan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, bersama Dubes RI John A Prasetio, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, kapal selam pertama dari 3 unit pesanan Indonesia itu memulai kariernya dalam mengamankan teritorial Indonesia.

Proses pembangunannya telah dimulai sejak tahun 2013 di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Okpo, Korea Selatan. Semua prosesnya di bawah kendali pengawasan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Selam (Satgas Yekda KDSE DSME209) yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Iwan Isnurwanto, M.A.P., M.Tr (Han).

Selasa, 22 Maret 2016

Sagem Sigma 40XP: Sistem Navigasi Inersial Digital Laser di Kapal Selam Nagabanda Class TNI AL

changbogo class submarine
Dengan basis rancangan yang kustom, tiga kapal selam terbaru TNI AL Nagabanda Class menawarkan keunggulan pada racikan sistem navigasi, sensor, dan sistem senjata yang kelak bisa memberi ‘kejutan’ saat nanti beroperasi. Setelah di artikel terdahulu Indomiliter.com mengupas elemen radar intai taktis, CMS (Combat Management System), tipe periskop, dan sistem senjata yang diadopsi Nagabanda Class, kini tak lengkap bila belum disinggung mengenai sistem navigasi yang dicangkok pada kapal selam yang juga kondang disebut Changbogo Class.

Baru Bangun 3 Unit, Kenapa Kapal Selam Kelas Lada Dihentikan?


kapal selam rusia lada
Rusia menyatakan akan memulai pembangunan kapal selam diesel-listrik baru yang dikenal sebagai Kelas Kalina. Disatu sisi pembangunan kapal selam diesel listrik Kelas Lada dihentikan ketika baru menyelesaikan tiga kapal. Kenapa?
“Dua kapal selam Kelas Lada Project 677 akan dikirim sesuai jadwal pada tahun 2018 dan 2019,” kata juru bicara United Shipbuilding Corporation kepada RIA Novosti. “Kemudian pembangunan kapal selam non-nuklir baru kelas Kalina akan diluncurkan.”

Konstruksi Kapal Selam Rampung, Changbogo Class TNI AL Kini Bisa Disebut Nagabanda Class

nagabanda
Tak ada yang keliru saat orang menyebut kapal selam terbaru TNI AL adalah Changbogo Class, pasalnya saat penandatanganan kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dari Korea Selatan di tahun 2011, belum disebutkan secara definif penamaan ketiga KRI. Namun kabar terbaru menyebut unit pertama Changbogo Class TNI AL telah rampung konstruksi fisiknya dan siap memasuki masa uji coba. Ikut terungkap pula identitas unit kapal selam perdana sebagai KRI Nagabanda 403.

Selasa, 15 Maret 2016

Misteri Kapal Selam Kilo Indonesia Terungkap Beserta Jumlah Jet Tempur Sukhoi

Kapal Selam Kilo 636 Class Indonesia
DimasBagus.com – Situs forum-forum militer Indonesia dibuat gempar oleh dokumentasi kekuatan militer Indonesia di situs deagel.com. Hal yang membuat gempar adalah terkait misteri kapal selam Kilo Indonesia beserta jumlah jet tempur Sukhoi yang kita miliki, semuanya dirinci di dalam situs tersebut.

KRI Ratulangi : Induk Semang Kapal Selam TNI AL

KRI (RI) Ratulangi

Sebagian besar dari kita mungkin sudah mahfum dengan nama KRI Irian, sosok kapal penjelajah pertama dan terakhir yang pernah dimiliki TNI AL pada era orde lama. Tapi untuk segmen kapal permukaan, sebenarnya ada beberapa nama kapal perang TNI AL lainnya yang juga fenomenal di masa tersebut. Sebut saja salah satunya adalah KRI Ratulangi (RLI), kapal yang disebut kapal tender kapal selam ini punya peran penting pada masa operasi Trikora sampai operasi Seroja di tahun 70-an.
KRI Ratulangi adalah alutsista yang khas di era tersebut, pasalnya peran kapal ini begitu vital sebagai kapal induknya armada kapal selam TNI AL yang saat itu memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Soviet. KRI Ratulangi adalah jenis kapal perang atas air yang berfungsi sebagai pendukung dan pengendali operasi taktis kapal-kapal selam. Keberadaan jenis kapal ini diperlukan untuk menyuplai logistik, merawat, dan memperbaiki peralatan kapal, serta melakukan tindakan medis. Dan karena desain kapal selam kelas Whiskey yang kurang nyaman dan ergonomis untuk awaknya, maka KRI Ratulangi juga dimanfaatkan para awak kapal selam untuk beristirahat selama sedang tidak aktif.

Misteri Kapal Selam Indonesia Hebohkan Pengamat Militer International

Kilo Class Indonesia
Kilo Class pada kalender 2012 internal TNI AL
Jumlah kapal selam Indonesia masih misteri dan menjadi sebuah rahasia yang terus ingin dipecahkan oleh para pengamat Militer Internasional. Saat ini Indonesia tercatat memiliki dua kapal selam jenis Kilo Class, namun jumlah itu masih diragukan jika mengingat beberapa fakta dan bukti yang menunjukkan bahwa Indonesia selayaknya bukan hanya memiliki 2 kapal selam kilo Class saja.

Negara-negara Barat dan pengamat Militer International sekan tak percaya dan terus mencari kebenaran jumlah kapal selam Indonesia yang sebenarnya. Mereka curiga bahwa Indonesia sengaja merahasiakan jumlah kapal selam yang dimilikinya untuk memberikan kejutan dunia atau untuk kepentingan strategi militernya. hal ini tentu membuat Negara lain sulit memprediksi kekuatan militer Indonesia yang sebenarnya.

Misteri Kapal Selam Indonesia

KRI Cakra 401
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus menjaga wilayah laut Indonesia yang demikian luas. Bayangkan saja, 2/3 dari wilayah Indonesia adalah lautan.
Hal itu kontras dengan pengadaan alutsista untuk matra darat, udara maupun permukaan laut. Lihat saja, alutsista untuk matra permukaan laut  terus ditambah dengan: 4 Korvet Sigma, 3 Nakhoda Ragam Class, 1 PKR Sigma 10514, PKR Trimaran KRI Klewang, 4 Heavy Landing Platform Dock KRI Makassar Class, KCR-40 dan kapal-kapal patroli lainnya, BMP-3, Ruda C-705 dan lain-lain.
Matra udara ada penambahan: 6 Sukhoi SU30MK2, 16 Super Tucano, 34 pesawat F-16 Block 32++, 9 C-295, 4 Hecules, Bell 412, CN 235, Rudal anti udara dan lain-lain.
Sementara untuk matra darat ada penambahan: 100 MBT Leopard Revo, 50 IFV Marder, MLRS Astros II, ATGM, Meriam Caessar 155mm, Rantis Sherpa, Panser Anoa, Rudal anti udara Startreak dan lain sebagainya.

3 Orang Rusia Bicara Kapal Selam Indonesia

Presiden SBY memandangi model kapal selam Kilo Rusia (photo: setneg)
Presiden SBY memandangi model kapal selam Kilo Rusia (photo: setneg)
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin melakukan kunjungan ke Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro,  Selasa (23/7) di Kementerrian Pertahanan, Jakarta. Tujuan kunjungan ini membicarakan beberapa hal menyangkut kerjasama teknik militer antara kedua negara, termasuk kerjasama Angkatan Laut kedua negara dalam penyediaan material dan renovasi untuk Kapal Selam.
Duta besar Rusia juga menyampaikan bahwa pemerintahnya akan mengadakan pameran senjata “Rusian Arms Expo” bulan September mendatang di kota sebelah timur Moskow. Pameran itu merupakan pameran terbesar yang akan menampilkan persenjataan militer khususnya untuk Angkatan Darat. Dubes Rusia berharap Menteri Pertahanan Indonesia dapat menghadiri pameran persenjataan militer tersebut.

Jumat, 16 Oktober 2015

Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia

RBTH mencatat, ada sejumlah hal penting yang mencirikan peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, selama 10 tahun terakhir :

Pertahanan:

Pada bulan September 2015, pemerintah Indonesia mengatakan akan membeli satu skuadron Sukhoi Su–35 untuk menggantikan  F–5 Tiger buatan AS yang sudah usang. Jakarta juga berencana untuk membeli 5 kapal selam Rusia.


Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia

Jumat, 18 September 2015

Mantan KSAL: Minimal Indonesia Punya 18 Kapal Selam




JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Purnawirawan Bernard Kent Sondakh mengatakan untuk memperkuat pertahanan laut, Indonesia harus memiliki 18 kapal selam.

Menurut Kent, strategi pertahanan Indonesia memang harus punya kapal selam untuk menjaga alur kepulauan Indonesia. Setiap alur kepulauan, kata dia, minimal dikawal oleh dua kapal selam.

"Kalau kita lihat pola operasi AL yang menggunakan 1/3 kekuatan operasi, 1/3 kekuatan perbaikan dan 1/3 kekuatan pelatihan maka kita memang harus punya 18 kapal selam," tutur Kent di Kantor Institute for Maritime Studies, Jakarta, Kamis (17/9/2015)

Senin, 24 Agustus 2015

Misteri Kapal Selam Baru Rusia (I): Kembalinya Si Moskow


kapal selam rusia
BS-64 Podmoskovie
Pada tanggal 11 Agustus 2015 di pelabuhan Severodvinsk di Rusia utara, sebuah objek berbentuk hitam besar dan mengesankan muncul dari dermaga kering, diamati oleh jajaran pejabat berseragam. Itulah “Moskow”, kapal selam terbaru Angkatan Laut Rusia dengan panjang 574 kaki dan bobot 18.000 ton yang dilengkapi paket dua reaktor nuklir.