Tampilkan postingan dengan label Produk Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk Rusia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2016

Akhir 2016, Rusia Bisa Mulai Kirimkan S-400 ke Tiongkok

Klik untuk memperbesar infografis Sistem Pertahanan Rudal Rusia.
Rusia bisa mulai mengirimkan sistem pertahanan rudal S-400 ke Tiongkok pada akhir 2016. Demikan hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip sumber pejabat tinggi militer Rusia, Selasa (5/4).
"Kira-kira pada akhir tahun ini," kata sang narasumber kepada RIA Novosti saat ditanya kapan Rusia berencana untuk mulai mengirimkan S-400 ke Tiongkok.
S-400 Triumph merupakan sistem rudal antipesawat jarak jauh terbaru milik Rusia yang dirancang untuk menghancurkan pesawat, kapal penjelajah, dan rudal balistik, termasuk rudal jarak menengah. Sistem ini juga dapat digunakan untuk melawan serangan darat dan dilaporkan dapat membawa tiga jenis rudal. 
Tiongkok telah menjadi pembeli internasional pertama sistem rudal antipesawat paling canggih yang dimiliki Rusia. Pada April 2015, Tiongkok telah membayar uang muka di bawah kontrak pembelian empat sampai enam unit S-400 Triumph, kata CEO Rostec Sergei Chemezov kepada TASS.

AS Berupaya Gagalkan Penjualan Jet Tempur Rusia ke Iran

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7P_aPy6wxg64f20XsbxrYoIJ-XywOEe97ZP9Anl4SGjNLesgFBsxNeW_eES4C1uZqz1bd118XxjYfc_pPFRXRTfhSpFgNnF7OA0YQWOcgfi9QHqCqykvufUaQrn0gw2I1_PZmkHF4uDZw/s400/21802521649_560744914c_Rezza+Habibie.jpgSU 30 TNI AU [reza habibie]

Pemerintah Amerika Serikat berupaya menggagalkan penjualan jet-jet tempur Rusia ke Iran. AS akan menggunakan hal vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan penjualan jet tempur Su-30 tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Thomas Shannon menyampaikan hal tersebut dalam sidang Kongres AS mengenai Iran. "Kita akan menghalangi persetujuan penjualan pesawat tempur itu," demikian disampaikan Shannon seperti dilansir media Press TV, Rabu (6/4/2016).

Dikatakan Shannon dalam sidang Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, penjualan jet-jet tempur berskala demikian harus mendapat persetujuan Dewan Keamanan PBB.

Dalam Hitungan Hari Rusia Segera Kirim S-300 ke Iran

s-300mp
Rusia mengatakan akan memulai pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-300 ke Iran dalam beberapa hari mendatang.
“Saya tidak tahu apakah ini akan terjadi hari ini, tetapi mereka akan dikirim,” kata pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia Zamir Kabulov kepada Interfax Selasa 5 April 2016.
Moskow dan Teheran menandatangani kontrak untuk pengiriman lima set sistem rudal pertahanan udara S-300PMU1 pada tahun 2007. Namun kesepakatan itu dibatalkan pada 2010 setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang melarang penjualan persenjataan berat ke Iran. Kesepakatan itu dihidupkan kembali tahun lalu setelah Iran mencapai kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia.

Selasa, 22 Maret 2016

Baru Bangun 3 Unit, Kenapa Kapal Selam Kelas Lada Dihentikan?


kapal selam rusia lada
Rusia menyatakan akan memulai pembangunan kapal selam diesel-listrik baru yang dikenal sebagai Kelas Kalina. Disatu sisi pembangunan kapal selam diesel listrik Kelas Lada dihentikan ketika baru menyelesaikan tiga kapal. Kenapa?
“Dua kapal selam Kelas Lada Project 677 akan dikirim sesuai jadwal pada tahun 2018 dan 2019,” kata juru bicara United Shipbuilding Corporation kepada RIA Novosti. “Kemudian pembangunan kapal selam non-nuklir baru kelas Kalina akan diluncurkan.”

Jumat, 18 Maret 2016

Mi-28NE Night Hunter Menatap Dunia

mi-28NM
Batch pertama dari helikopter serang Mi-28NE Night Hunter telah bergulir dari jalur perakitan di pabrik Rosvertol di Rostov-on-Don. Mampukah dia menatap pasar internasional?
Helikopter serang Mi-28NE Night Hunter, versi ekspor dari helikopter Mil-28N yang dikembangkan oleh Rostvertol Rusia dikenal sebagai helikopter dengan kemampuan operasi segala cuaca siang atau malam. Pemburu malam dua kursi anti-armor ini disebut telah menarik perhatian pasar internasional.
Mi-28NE  yang NATO menyebutnya sebagai Havoc  dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menghancurkan tank tempur, kendaraan lapis baja, personil,  kapal kecil angkatan laut, dan pesawat kecepatan dan ketinggian rendah.  Night Hunter juga dapat digunakan untuk menghancurkan situs dan instalasi pertahanan yang dilindungi.

Biar Tua Tetap Perkasa, Su-25 Tunjukkan Bukti di Medan Perang Suriah




rusia suriah13
Pesawat serang Su-25 Rusia masih menunjukkan tajinya di usia yang sudah tua. Selama operasi di Suriah pesawat yang oleh NATO diberi nama Frogfoot ini telah melakukan lebih dari 1.600 serangan mendadak dan menjatuhkan 6.000 bom udara kepada kelompok teroris. Demikian hal tersebut diungkapkan Komandan Distrik Militer Selatan Aleksandr Galkin dalam sambutannya setelah sekelompok pesawat pengebom tempur kembali dari Hmeimim, Suriah, ke markas mereka di Rusia.
“Setelah menjalankan tugas yang jauh dari rumah, kami menyambut kembali para pilot terbaik kami. Mereka telah menjalankan semua tugas mereka. Selama enam bulan terakhir, mereka melakukan 1.600 serangan mendadak di tengah kondisi buruk, dan menghabiskan lebih dari 1.000 jam di atas langit Suriah untuk menjatuhkan sekitar 6.000 bom kepada para teroris,” kata Galkin.

Senin, 14 Maret 2016

Mengejutkan, Armata Sudah Masuk Produksi


1280px-T-14_prototype_from_above
Meski Moskow telah menampilkan model perkembangan awal dari kendaraan tempur baru mereka ke publik pada Parade Hari Kemenangan 2015, sejumlah analis barat menilai keluarga Armata sebenarnya masih dalam tahap pengembangan dan masih jauh dari garis produksi.
Namun anggapan itu sepertinya salah. Seorang eksekutif industri pertahanan Rusia mengatakan  keluarga Armata sudah ke seri produksi. “Itu [Armata] sudah masuk seri produksi,” kata Sergei Chemezov, CEO dari perusahaan negara Rostec  kepada Wall Street Journal dan dikutip National Interest, Senin 14 Maret 2016.

Minggu, 13 Maret 2016

Yak-130, Mendobrak Dominasi Flanker dan MiG

yak-130_01_5
Jika bicara soal jet tempur Rusia, maka keluarga Flanker dan MiG akan muncul sebagai salah satu kekuatan penting. Tetapi sebenarnya ada satu pesawat kecil yang juga tidak bisa dianggap remeh. Yakni Yakovlev Yak-130.
Pesawat ini memang lebih pada platform pelatihan. Dia juga tidak seglamour Flanker atau Fulcrum. Tetapi pesawat dua mesin dengan dua kursi ini jelas lebih dari sekedar sebuah pelatih. Jet yang dijuluki “Mitten” oleh intelijen Barat sekarang menunjukkan identitasnya sebagai pesawat multi-peran.
Pesawat ini muncul sebagai pelatih tempur multi-peran yang mampu menjadi alternatif untuk melakukan serangan pada ancaman yang relative rendah.
Seperti banyak proyek-proyek militer pasca-Soviet, butuh waktu lama sebelum pilot mendapatkan Yak-130. Tapi sekarang pesawat ini telah muncul di sekolah pelatihan penerbangan lanjutan angkatan udara Rusia.
Selanjutnya, Kremlin telah mulai mengirim pesawat ke Belarus, sekutu militer dekat Moskow. Sebelumnya, Kremlin juga mengirimkan Yak-130 ke Aljazair yang juga pelanggan setiap Rusia.

S-300 Iran akan Dikirim Agustus-September


Sistem pertahanan udara S-300Sistem pertahanan udara S-300
Setelah Iran, Rusia juga menyatakan pengiriman sistem rudal pertahanan S-300 ke Iran tidak ada masalah. Moskow akan mengirimkan senjata itu pada bulan Agustus atau September 2016.
“Saya pikir kami akan memberikan S-300 pada akhir tahun. Pengiriman pertama akan dilakukan pada bulan September atau Agustus,” kata Kepala Produksi perusahaan negara Rostec Sergei Chemezov dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal yang dikutip Sputnik Jumat 11 Maret 2016.

Kamis, 10 Maret 2016

Su-35 China akan Dilengkapi Radar Irbis-E Terbaru


su-35 d
Moskow dan China menyepakati pembelian 24 jet tempur Su-35 pada tahun 2015. Jet tempur yang dibeli Beijing akan dilengkapi dengan sistem kontrol radar modern Irbis-E.
“Saat ini, modernisasi Irbis-E telah selesai, kontrak untuk penyediaan pesawat Su-35 ke Cina disimpulkan [menggunakan radar baru],” kata Kepala Ryazan State Instrument-Making Enterprise Rusia Pavel Budagov kepada RIA Novosti Kamis 10 Maret 2016.
Irbis-E, yang dikembangkan oleh Rusia Tikhomirov Ilmiah Lembaga Penelitian Instrumen Desain, menyediakan deteksi, pelacakan dan target baik siang ataupun malam dalam segala cuaca serta dalam kondisi kebisingan alam dan jamming.

Mengapa Tank T-90 Rusia Mampu Tahan Hantaman Rudal TOW AS?


t-90 3
Sebuah video yang beredar di dunia maya telah mencuri perhatian masyarakat dunia. Video ini menampilkan militan Suriah yang menyerang tank T-90 dengan rudal TOW. Namun begitu, serangan rudal TOW tak berhasil menghancurkan T-90. Seorang pakar di bidang persenjataan yang juga seorang mantan komandan dan sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Arsenal Otechestva (Arsenal Tanah Air) Viktor Murakhovski mengemukakan pendapatnya mengenai siapa yang memasok rudal tersebut, serta kelemahan dan kekuatan tank Rusia terbaru ini.
Video yang beredar di dunia maya menggambarkan rudal antitank (ATGM) digunakan untuk menyerang tank tentara pemerintah Suriah serta tank militan. Pasukan militan tidak memiliki banyak tank, tapi mereka tetap diikut sertakan dalam perang.
Sebagian besar tank bahkan banyak yang hancur dalam perang di tengah kota akibat serangan rudal konvensional.

Selasa, 09 Februari 2016

Rusia Indonesia Bertukar Informasi Intelejen dan Tawarkan Alutsista Canggih

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan mengatakan kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia ke Indonesia untuk membahas kerja sama pertahanan antar kedua negara. Selain bertukar informasi intelejen soal terorisme, Rusia juga menawarkan beberapa alutsista buatan mereka.

Rusia Indonesia Bertukar Informasi Intelejen dan Tawarkan Alutsista Canggih

Menkpolhukam mengatakan pihaknya sepakat saja jika Rusia memang menawarkan beberapa alat utama sistem persenjataan. Namun, Indonesia tidak mau hanya membeli, tetapi harus ada juga transfer pengetahuan dalam pembelian alutsista tersebut.

Jumat, 05 Februari 2016

Terbesar dalam Sejarah, Rosoboronexport Peroleh Pesanan 50 / M2.

http://img-fotki.yandex.ru/get/9303/414616.21c/0_b2890_330bfeb_XXL.jpg
Deputi Direktur Rosoboronexport Alexei Beskibalov mengatakan pihaknya menandatangani kontrak terbesar dalam sejarah kerjasama militer-teknis, di mana Rusia akan memasok lebih dari 50 pesawat MiG-29M / M2.

 Rusia Aircraft Corporation “MiG” berencana tahun ini untuk mengirim dua MiG-29M / M2 pertama untuk pelanggan dari Afrika Utara.

Senin, 01 Februari 2016

Su-35 ke Suriah: Antara Ketegangan, Uji Kemampuan dan Iklan

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/11/image0071.jpg
Angkatan Udara secara resmi telah mengkonfirmasi kabar pengiriman jet tempur paling canggih di gudang senjata Rusia yakni Su-35 ke Suriah.
“Jet tempur supermaneuverable Su-35S mulai melaksanakan tugas-tugas militer pekan lalu [di Suriah],” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen. Igor Konashenkov kepada wartawan sebagaimana dikutip Sputnik Senin 1 Februari 2016.
Dia mengatakan semua pesawat yang melakukan misi tempur di Suriah harus mendapatkan perlindungan dari jet tempur Rusia dan sistem pertahanan udara S-400 Triumf.

Rusia Akui Kirim Su-35 ke Suriah

su-35
Kementerian Pertahanan Rusia mengakui jet tempur supermaneuverable Su-35S telah masuk ke misi tempur di Suriah.
“Jet tempur supermaneuverable Su-35S mulai melaksanakan tugas-tugas militer pekan lalu [di Suriah],” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen. Igor Konashenkov kepada wartawan sebagaimana dikutip Sputnik Senin 1 Februari 2016.

Masuk Medan Tempur, 4 Su-35 Dikabarkan Dikirim ke Suriah

Su-35
Komando militer Rusia telah memutuskan untuk menguji Sukhoi Su-35S jet tempur baru di lingkungan tempur untuk pertama kalinya. Sebanyak empat pesawat generasi terbaru dari Flanker ini dilaporkan telah bergabung dengan kelompok udara Rusia yang dikerahkan di Suriah.
Surat kabar Kommersant pada 1 Februari 2016 melaporkan empat pesawat yang dikirim adalah yang diserahkan pabrik pesawat yang berbasis di Komsomolsk-on-Amur pada bulan Oktober-November tahun lalu. Tetapi sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan.

Senin, 25 Januari 2016

India Kembali ke Jalur Siluman

t-50
Angkatan Udara India (IAF) setidaknya dalam dua tahun terakhir mengkritik tajam program pembangunan pesawat generasi kelima atau fifth generation fighter aircraft (FGFA) yang dibangun bersama Rusia. Kritikus mengatakan FGFA telah dibekukan untuk memberi jalan mulus kepada Rafale Prancis.
Namun ternyata kenyataanya tidak demikian. FGFA tetap hidup di India. Bulan lalu negosiator India dan Rusia bahkan telah mencapai terobosan besar dengan menyetujui untuk terus mengembangkan FGFA dengan biaya sebesar US$ 4 miliar di India. Yang akan membuka pintu untuk membangun 250 jet tempur siluman untuk menggantikan Sukhoi-30MKI India.

BUK-M2E Generasi Terbaru Sang Tertuduh

buk buk 3
bukJika Anda mengikuti kisah MH-17, pesawat ditembak jatuh di atas Ukraina 2014 lalu maka nama sistem rudal ini sering disebut. Kesimpulan dari tim Belanda menyebutkan rudal ini sebagai tertuduh yang telah menjadikan pesawat Malaysia Airlines itu jatuh.

Hongaria Ingin Beli 30 Helikopter dari Rusia



rusia
Hongaria berencana membeli sekitar 30 helikopter dari Rusia dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai US$490 juta.
“Pada bulan Februari, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana mereka akan membahas pengiriman hingga 30 helikopter Rusia untuk Angkatan Udara Hungaria,” kata juru bicara untuk Pusat Analisi Perdagangan Senjata Dunia untuk Rusia atau Center for Analysis of World Arms Trade (CAWAT) sebagiamana dikutip Sputnik Jumat 22 Januari 2016.