Tampilkan postingan dengan label RUSIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUSIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2016

Mungkin Saatnya Rusia Bermain di Halaman Belakang Amerika

su-30SM 3
Ketika Washington melakukan ekspansi militer terbesar dalam sejarah dunia ke Eropa  maka waktunya sudah datang bagi Rusia untuk juga bermain-main di halaman belakang Amerika.
Seperti diketahui tiga Bomber stratgis B-52  Stratofortress telah tiba ke Eropa setelah berangkat dari pangkalan udara North Dakota AS. Bomber ini akan bergabung dalam latihan Saber Strike yang digelar NATO di negara Baltik yang berbatasan dengan Rusia.
Latihan dua minggu ini juga akan melibatkan 10.000 tentara dari 13 negara NATO, serta beberapa calon anggota alianasi masa depan, seperti Swedia dan Finlandia.
Robert Bridge seorang penulis dan wartawan Amerika yang berbasis di Moskow dalam tulisannya di Russia Today Sabtu 4 Juni 2016 menyebutkan provokasi di depan pintu Rusia hanyalah sebuah contoh kecil dari petualangan militer yang dipimpin AS yang sekarang terjadi di seluruh Eropa Timur. Tindakan ini secara langsung telah bertanggung jawab untuk menyeret hubungan bilateral antara Moskow dan Washington ke tingkat terburuk dalam sejarah.

Rabu, 06 April 2016

Ossetia Selatan Segera Siapkan Referendum untuk Gabung dengan Rusia

Presiden Ossetia Selatan Leonid Tibilov mengungkapkan kemungkinan negara tersebut melaksanakan referendum telah dibahas selama pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin belum lama ini. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, Senin (4/4).
Referendum yang akan memungkinkan presiden Ossetia Selatan untuk mengirimkan permintaan resmi pada Moskow untuk bergabung dengan Federasi Rusia akan digelar dalam waktu dekat, kata Tibilov pada konferensi pers, Senin kemarin.
"Kami telah membahas masalah tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan sampai pada kesimpulan bahwa ini adalah masalah dalam negeri Ossetia Selatan. Langkah ini membutuhkan kerangka hukum dan karena itu kami perlu mengamandemen konstitusi Republik Ossetia Selatan untuk menerapkan referendum tersebut," kata Tibilov.
Rusia di Era Pasca-Soviet: Negara di Kaukasus Selatan Hindari Pengaruh Moskow
Tibilov menjelaskan bahwa amandemen Pasal 10 konstitusi Ossetia Selatan akan memberikan presiden Ossetia Selatan "hak untuk mengajukan permohonan kepada presiden Rusia" dengan permintaan untuk membuat suatu badan umum yang melalui badan tersebut Ossetia Selatan akan mendelegasikan kekuasaannya.

Rabu, 23 Maret 2016

Pulang ke Rusia, Candid Angkut 160 Personel, Condor Bawa 3 Helikopter M-35

candid
Rusia terus menarik pasukannya dari Suriah. Para Rabu 23 Maret 2016 sebuah pesawat transportasi militer Il-76 Candid Rusia yang membawa 160 personel lepas landas dari Pangkalan Hmeimim Suriah untuk kembali ke rumah.
Dilaporkan koresponden Ria Novosti personel yang meninggalkan Suriah adalah petugas pengisian bahan bakar, amunisi dan penyediaan kebutuhan lain.
Keputusan untuk menarik mereka pulang setelah penarikan sejumlah pesawat dan personel sebelumnya yang menjadikan beban kerja di  pangkalan telah berkurang selama seminggu terakhir.
Layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Il-76 direncanakan akan tiba di salah satu lapangan udara Distrik Militer Pusat pada Rabu malam.
Selain itu sebuah pesawat angkut raksasa An-124 Ruslan (Condor) juga melakukan perjalanan ke Rusia dengan membawa sejumlah peralatan militer dan tiga helikopter Mi-35 yang telah menyelesaikan misi mereka di Suriah.

Senin, 21 Maret 2016

Pasukan Rusia di Suriah

Rusia menarik lebih dari separuh pesawat tempur dan pengebomnya dari Suriah. Namun demikian, Rusia tetap meninggalkan sistem pertahanan misil dan angkatan lautnya di Laut Tengah, demikian disampaikan pakar militer Rusia pada RBTH. Meski pasukan utama sudah ditarik, angkatan bersenjata Rusia akan meneruskan serangan terhadap posisi militan ISIS. https://cdn.rbth.com/468x312/1x0/994x662/all/2016/03/15/russian_airspace_forces_rian_02804837_1000.jpgSeorang pilot Angkatan Udara Rusia di samping pesawat multiperan Su-24 di Pangkalan Udara Hmeimim, di Provinsi Latakia, Suriah. [Ramil Sitdikov / RIA Novosti]

Angkatan bersenjata Rusia mulai menarik pasukannya dari Suriah. Menurut analis militer, kelompok pasukan antariksa Rusia di wilayah tersebut akan dikurangi secara signifikan. Namun, operasi melawan militan dari ISIS dan Front al-Nustra akan berlanjut.

Jumlah serangan dadakan telah berkurang drastis. Sebagian besar serangan dilakukan pada malam hari,” kata Viktor Murakhovsky, Pemimpin Redaksi Majalah Arsenal Otechestva (Arsenal Tanah Air) dan sekaligus anggota Dewan Pakar Komisi Industri-Militer Federasi Rusia, pada RBTH.

Jumat, 18 Maret 2016

Melalui Suriah, Rusia Tunjukkan Makna Profesionalisme pada Dunia

Keputusan Presiden Putin untuk menarik sebagian besar pasukan udaranya dari Suriah mulai Selasa kemarin praktis mengejutkan dunia. Beragam spekulasi yang pada awalnya mengira bahwa Rusia akan menetap lama di Suriah, seperti yang AS lakukan di Irak, ternyata tidak terbukti. Meskipun langkah ini disambut positif dunia internasional, tak sedikit pula pihak yang mencoba menerka apa yang sebenernya tengah direncanakan Moskow? Namun, satu hal yang pasti: Rusia telah menunjukkan kepada dunia komitmennya dalam membantu Suriah dan memerangi terorisme.
hmeimim
Pada awal Maret, pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah telah menyalurkan 3,5 metrik ton bantuan kemanusiaan ke permukiman di Provinsi Latakia. Menurut statistik PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan gerilyawan sejak awal 2011 telah menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa dan menelantarkan jutaan rakyat sipil. Sumber: Mil.ru
Setelah hampir enam bulan menjalankan misi antiteror di Suriah, pada Senin (14/3), Presiden Putin mengumumkan bahwa Kremlin akan menarik pasukan utamanya dari negara tersebut. Layanan pers Kremlin mengumumkan bahwa setelah percakapan telepon antara Presiden Putin dan Presiden Bashar Assad, kedua pemimpin sepakat untuk menarik bagian utama Pasukan Kedirgantaraan Rusia dari Suriah. Hal ini dilakukan karena Angkatan Bersenjata Rusia dianggap telah memenuhi misi fundamental yang telah ditugaskan kepada mereka.

Senin, 14 Maret 2016

Selasa, Pertemuan Komisi Antarpemerintah Rusia-Palestina Akan Digelar

Melalui KTT OKI, Rusia Sampaikan Dukungannya untuk Kemerdekaan PalestinaKomisi antarpemerintah Rusia-Palestina akan bertemu untuk pertama kalinya pada Selasa mendatang untuk membahas perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik, mengutip pernyataan Kementerian Ekonomi Nasional Palestina, Jumat (11/3).
Menurut pernyataan tersebut, pertemuan akan berlangsung di kota Ramallah, Selasa (15/3). Namun, beberapa kegiatan akan dilaksanakan sehari sebelumnya. Sementara itu, agenda pertemuan dikabarkan masih dalam pembahasan.

Presiden Putin Kutuk Serangan Teroris di Ankara

Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk keras serangan teroris di Ankara, dan menyatakan belasungkawa kepada rakyat Turki. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik, mengutip keterangan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Minggu (13/3).
"Vladimir Putin mengutuk serangan brutal teroris di Ankara. Sehubungan dengan banyaknya korban tewas akibat serangan tersebut, presiden Rusia turut mengungkapnya duka cita terhadap rakyat Turki yang menderita akibat serangan teroris," kata Peskov kepada wartawan.
Pakar: Turki Menempatkan Diri dalam Posisi yang Sulit

Rusia dan Palestina Tetapkan Sejumlah Target Kerja Sama Ekonomi di Ramallah

Sidang komisi antarpemerintah Rusia-Palestina di bidang kerja sama perdagangan dan ekonomi untuk pertama kalinya telah dilangsungkan di ibu kota Palestina sejak kemarin, Senin (14/3). Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia, Sputnik.
Sidang komisi yang berlangsung hingga hari Selasa (15/3) ini, dipimpin oleh Menteri Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Rusia Maxim Topilin dan Menteri Ekonomi Palestina Abir Awda.
"Peserta sidang komisi tersebut akan menetapkan langkah-langkah lebih lanjut terkait cara untuk mengembangkan kerja sama perdagangan dan ekonomi Rusia-Palestina," kata penasihat Topilin, Maria Isyanova, kepada wartawan.

Putin Mulai Tarik Pasukannya dari Suriah


rusia su-24
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan akan mulai menarik pasukan dari Suriah. Penarikan pasukan akan mulai dilakukan Selasa 15 Maret 2016 ini dengan harapan bisa membantu pembicaraan damai untuk mengakhiri perang.
Vladimir Putin dalam pernyataanya Senin 14 Maret 2016 mengatakan harus membantu pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang saudara yang brutal yang telah merobek Suriah selama lima tahun. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Rusia TASS, pembicaraan damai telah dilanjutkan Senin di tengah tanda-tanda menggembirakan bahwa perjanjian gencatan senjata parsial telah menyebabkan penurunan kekerasan secara signifikan.

Minggu, 13 Maret 2016

Rusia Tambah Tiga Helikopter Khusus Kutub Utara

heli kutub
Kementerian Pertahanan Rusia telah memerintahkan pengiriman tiga tambahan helikopter yang dikembangkan secara khusus untuk penyebaran Arktik.
Pada bulan November, militer Rusia menerima helikopter Mi-8AMTSh-VA pertama nya yang memiliki mesin baru Klimov VK-2500-03 turboshaft, pembangkit listrik TA-14 yang lebih kuat dan avionik ditingkatkan. Helikopter ini memiliki navigasi ketinggian tinggi, serta kemampuan untuk beroperasi pada siang dan malam hari dalam kondisi cuaca buruk.
“Tidak ada [Helikopter] yang memiliki kemampuan sederajat dalam hal melakukan tugas-tugas di iklim Arktik,” kata managing director Ulan-Ude Aviation Plant, yang merupakan bagian dari Rostec Leonid Belykh, Jumat 11 Maret 2016.
Doktrin militer Rusia yang ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin pada bulan Desember 2014, untuk pertama kalinya menjadikan Kutub Utara sebagai prioritas utama untuk angkatan bersenjatanya.

Rusia Terima 230 Jet dan 158 Helikopter Selama 2015

su-30 rusia
Lebih dari 230 jet baik baru dan yang diupgrade serta 158 helikopter diterima Angkatan Aerospace Rusia pada tahun 2015.
“Pada 2015, perusahaan industri memberikan kepada pasukan pesawat baru dan spesimen diperbaiki untuk Angkatan Aerospace  lebih dari 230 jet, 158 helikopter,” kata Wakil Menteri Pertahanan Yury Borisov saat melapor kepada Presiden Vladimir Putin pada hari Jumat 11 Maret 2016.

Kamis, 10 Maret 2016

Rusia ke Korut: Kalau Anda Tidak Diam, Kami Gempur!

Putin
Rusia mulai tidak sabar dengan Korea Utara yang terus mengeluarkan retorika tentang nuklir. Kremlin mengancam akan menggempur Pyongyang jika tidak mau diam.
Peringatan itu dikeluarkan dalam bentuk pernyataan tertulis dari kementerian luar negeri Rusia yang dikeluarkan setelah Korea Utara mengancam akan menggunakan serangn
“Pyongyang harus menyadari fakta bahwa dengan cara ini DPRK [Korea Utara] akan sepenuhnya menentang masyarakat internasional dan akan menciptakan dasar hukum internasional untuk menggunakan kekuatan militer terhadap dirinya sendiri sesuai dengan hak negara untuk membela diri yang termaktub dalam Piagam PBB. ”
Rusia juga mengecam sikap AS dan Korea Selatan yang justru menggelar latihan terbesar dalam sejarah di semenanjung Korea. “Perkembangan situasi di semenanjung Korea dan sekitarnya menyebabkan kekhawatiran,” kata pernyataan yang dikeluarkan hari Senin.
Latihan perang yang melibatkan AS dan Korea Selatan mengambil scenario simulasi serangan terhadap fasilitas nuklir Korea Utara dan serangan pasukan khusus terhadap kepemimpinan Pyongyang. Sekitar 17.000 personel AS dan 300.000 personel Korea Selatan berpartisipasi dalam latihan yang berlangsung delapan minggu.

Senin, 29 Februari 2016

Su-25 Jatuh, Pilot Rusia Tewas


su-25
Seorang pilot Rusia tewas setelah pesawat Su-25 jatuh yang dia piloti jatuh di Stavropol Region, Rusia Selatan.
“Hari ini sebuah pesawat Su-25 melakukan penerbangan latihan jatuh atau jauh dari lapangan udara Budennovsk di Stavropol Region,” kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan Selasa 1 Maret 2016. Jet jatuh pukul 07:23 waktu Moskow
“Pesawat tidak membawa amunisi. Pesawat itu jatuh di daerah tak berpenghuni. Tidak ada kerusakan di tanah. Pilot telah meninggal,” tambahnya sebagaimana dikutip Sputnik.
Sebuah komisi khusus telah dibuat dalam Departemen Pertahanan untuk menyelidiki insiden tersebut.

Mesir-Rusia Nego Peralatan di Kapal Mistral Prancis

Mistral Warship
Kemajuan serius telah dibuat dalam pembicaraan antara Rusia dan Mesir pada persiapan dan pengiriman peralatan radio dan elektronik untuk kapal operator helikopter kelas Mistral yang diperoleh oleh Angkatan Laut Mesir setelah Prancis membatalkan pengiriman ke Moskow
“Negosiasi terus dilakukan dengan Mesir tentang pengiriman peralatan radio-elektronik untuk operator helikopter Mistral,” kata juru bicara dari Rostec United Instrument Manufacturing Corporation, Senin 29 Februari 2016.
Dia menegaskan sudah benar-benar jelas bahwa peralatan yang dilucuti dari Mistral dimaksudkan untuk Angkatan Laut Rusia dan tidak akan dikirimkan ke Mesir. Namun jika akhirnya peralatan harus dipasang maka kemungkinan akan dipersiapkan set baru yang berbeda dari peralatan untuk Mesir. “Saat ini sedang dibahas, ” katanya sebagaimana dikutip Sputnik.

Selasa, 23 Februari 2016

Rusia Mulai Siapkan Kru Kereta Peluncur Rudal Antarbenua

rudal kereta
Rusia akan segera memulai pelatihan kru untuk penembakan rudal kereta. Kepala Departemen Pendidikan Miltier Pasukan Rudal ‘Strategis, Viktor Nesterov mengatakan bahwa pada tahun 2020 angkatan bersenjata Rusia akan menerima generasi baru ICBM yang diluncurkan dari kereta.
Sistem ICBM Kereta, The Barguzin akan membawa enam ICBM RS-24 Yars. Jumlah ini jauh di atas pendahulunya, Molodets, yang hanya membawa tiga rudal RS-22 Scalpels saja, dibandingkan dengan tiga RS-22 pisau bedah yang dilakukan oleh pendahulunya, “Kita harus berpikir ke depan. Menyadari sepenuhnya bahwa kita akan membutuhkan spesialis untuk mengoperasikan kompleks rudal baru ini. Kami memutuskan untuk meluncurkan program khusus untuk melatih spesialis tersebut,” kata Viktor Nesterov sebagiamana dilaporkan Radio Echo Moskvy Senin 22 Februari 2016.

Jumat, 05 Februari 2016

Rusia Pertimbangkan Beri MiG-26 ke Serbia

mig-29
Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memberikan sistem pertahanan udara dan jet tempur MiG-29 ke Serbia.
“Kami sedang bekerja pada isu pengiriman sistem pertahanan udara dan MiG-29 ke Serbia. Negara ini adalah mitra strategis kami di Eropa, di banyak bidang, termasuk kerja sama teknik militer,” kata sumber di Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer kepada Ria Novosti Rabu 3 Februari 2016.
Bulan lalu, surat kabar Rusia Kommersant melaporkan bahwa Serbia berharap untuk membeli sistem rudal pertahanan udara Tor, Pantsir, dan Buk serta MiG-29.
Kementerian Pertahanan Serbia dikabarkan telah mengajukan daftar rinci dari senjata dan suku cadang yang ingin mereka beli.

Rabu, 03 Februari 2016

S-500 Siap Diuji , Pertahanan Udara Rusia Kian Menakutkan

s-400 1
Rusia bersiap-siap untuk menguji prototipe pertama sistem rudal pertahanan duara generasi terbaru mereka Almaz Antey S-500. Sebagaimana dilaporkan Sputnik pengiriman dari prototipe senjata baru dijadwalkan akan dilakukan akhir tahun ini. Setelah pengiriman prototipe, S-500 akan memulai serangkaian “pra-tes” sebelum akhir 2016.

Senin, 01 Februari 2016

Rusia Akui Kirim Su-35 ke Suriah

su-35
Kementerian Pertahanan Rusia mengakui jet tempur supermaneuverable Su-35S telah masuk ke misi tempur di Suriah.
“Jet tempur supermaneuverable Su-35S mulai melaksanakan tugas-tugas militer pekan lalu [di Suriah],” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen. Igor Konashenkov kepada wartawan sebagaimana dikutip Sputnik Senin 1 Februari 2016.

Rabu, 13 Januari 2016

Rusia Punya Tujuan Ganda di Kutub Utara

kutub rusia
Moskow secara terbuka telah memposisikan diri sebagai kekuatan militer penting di Kutub Utara dalam beberapa bulan terakhir. Kremlin tampak akan mengambil keuntungan dari Arktik yang terus mencair.
Rusia memiliki “tujuan dua kali lipat” di Kutub Utara, seorang pejabat senior di Departemen Pertahanan Finlandia mengatakan kepada The Wall Street Journal Rabu 10 Juni 2015.

Selasa, 12 Januari 2016

Rusia akan Orbitkan Satelit Pemantau Rudal Balistik Generasi II

peluncuran satelit
Rusia akan mengorbitkan satelit generasi baru kedua pada 2016 untuk mengamati rudal balistik yang diluncurkan di seluruh dunia. Demikian hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu kepada saluran TV Zyezda, sebagaimana yang dikutip Sputnik. Satelit ini akan menggantikan satelit sebelumnya yang dibuat pada masa Uni-Soviet, dan diperbarui oleh teknologi stasiun pemantau luar angkasa berbasis darat dan jaringan komputer yang mutakhir.