Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Mei 2016
Perolehan Medali Sementara Kejuaraan Menembak AASAM 2016
Rabu, 27 April 2016
Pasifik Kian Dikerumuni Kapal Selam, Indonesia Telat Bisa Fatal
Dalam beberapa tahun ke depan kawasan Pasifik memang akan semakin sesak dengan kapal selam yang wira-wiri melakukan misinya masing-masing.
China sedang membangun armada 80 kapal selam konvensional dan bertenaga nuklir. Mereka akan mencakup serangan kapal selam konvensional dan nuklir yang dirancang untuk menghancurkan kapal selam lain dan kapal permukaan, dan kapal selam nuklir yang dipersenjatai dengan rudal balistik yang mungkin dengan hulu ledak nuklir dan mampu mengancam target dari jarak jauh.
Jumat, 08 April 2016
Moskow-Jakarta Siapkan Draf Dokumen Kerja Sama Teknis-Militer
Kementerian Pertahanan Rusia dan Indonesia sedang mempersiapkan sepaket dokumen yang akan memungkinkan kedua negara untuk bergerak ke tingkat kerja sama teknis-militer yang lebih tinggi. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia, Kamis (7/4).
"Kami fokus pada pengembangan hubungan dengan Indonesia secara konsisten, yang merupakan mitra lama kami di Asia Tenggara. Kami menjalin komunikasi secara reguler, baik pada tingkat kepala negara maupun pemerintah. Draf dokumen bilateral, yang akan memungkinkan kami untuk sepenuhnya bekerja sama di bidang militer dan teknis-militer, saat ini sedang dikerjakan," kata Jenderal Valery Gerasimov saat bertemu dengan rekannya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Kamis, 07 April 2016
Ke Moskow, Panglima TNI: Indonesia Pernah Ditakuti Berkat Senjata Soviet
"Dulu, tentara Indonesia pernah ditakuti dan dihormati berkat senjata Soviet yang sangat kuat pada masa itu. Kami sangat berharap bahwa kerja sama di bidang militer (dengan Rusia) akan terus berjalan. Kami tertarik pada senjata-senjata yang kuat dan ampuh," kata Nurmantyo pada pertemuannya dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov.
Nurmantyo mengatakan bahwa kunjungannya Moskow atas perintah langsung Presiden RI Joko Widodo.
Pada Maret lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan bahwa bulan ini Moskow dan Jakarta akan menandatangani kontrak pengiriman sepuluh unit pesawat tempur multiperan Su-35 Rusia untuk menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger milik AU Indonesia yang telah usang.
Kamis, 31 Maret 2016
Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI AD Latihan Amankan Obyek Vital Kilang Minyak di Tarakan
PPRC TNI menggelar latihan setiap tahunnya di seluruh wilayah NKRI, kali ini digelar di wilayah barat tepatnya di Tarakan, Kalimantan Utara, karena terdapat kilang minyak yang merupakan obyek vital nasional. Latihan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, dimaksudkan jika ada ancaman, TNI sudah siap, mulai dari pola pengamanan, hingga mengatasi gangguan dalam operasi gabungan Darat, Laut dan Udara. Dalam latihan itu, satuan TNI, baik Kostrad, Kopassus, TNI AL dan TNI AU, termasuk Gugus Tempur Armada Kawasan Timur (Guspuraltim) terintegrasi dalam satu latihan.
Militer Filipina Tolak Bantuan RI Selamatkan WNI yang Disandera Abu Sayyaf
AKTIVITAS
MENINGKAT: Pesawat TNI AD lepas landas di Bandara Juwata, Tarakan,
Kalimantan Utara, Rabu (30/3). Aktivitas aparat di Tarakan meningkat
terkait pembajakan kapal tunda Brahma 12 oleh kelompok Militan Abu
Sayyaf. (Bawah) Kapal Brahma 12 yang dibajak kelompok Abu Sayyaf di
Filipina. Kapal itu sudah ditemukan di Tawi-tawi Filipina, namun 10 WNI
awak kapal disandera dan diduga dibawa ke Pulau Jolo. (30) ♚
Di tengah tawaran militer dan polisi Indonesia untuk membantu upaya penyelamatan 10 sandera oleh Abu Sayyaf, militer Filipina atau disebut the Armed Forces of the Philippines (AFP) menyatakan tidak memerlukan bantuan tersebut.
"Dalam konstitusi, kami tidak diizinkan kekuatan militer (negara lain) di sini tanpa perjanjian," ucap juru bicara AFP Kolonel Restituto Padilla, seperti dilansir inquirer.net, Kamis (31/3/2016).
Pasukan Elit TNI Disiapkan Bebaskan Sandera Kapal
Persiapan operasi gabungan TNI (image : Jawapo, Detik, ManadoPost)
Siap Siaga!!TNI-AL, TNI-AD, dan TNI-AU Kumpul di Tarakan
JAKARTA – Keluarga warga Sulawesi Utara (Sulut) yang disandera kelompok radikal Abu Sayyaf, tak perlu khawatir. Pemerintah Indonesia mengaku sudah menyiapkan cara untuk menyelamatkan mereka. Yakni, Peter Tonsen Barahama (Tahuna), Julian Philip (Bitung), Alvian Elvis Repi (Airmadidi). Ketiganya termasuk dengan 10 warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan teroris Filipina ini.
Saat ini, Kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan di tangan otoritas Filipina. Sedangkan Kapal Anand 12 dan 10 orang awak kapal, masih berada di tangan pembajak. Namun belum diketahui persis keberadaannya. Dalam komunikasi melalui telepon kepada perusahaan pemilik kapal, pembajak/penyandera menyampaikan tuntutan sejumlah uang tebusan. Sejak 26 Maret, pihak pembajak sudah dua kali menghubungi pemilik kapal.
Selasa, 29 Maret 2016
Indonesia Siagakan Kekuatan Penuh di Tarakan
10 WNI Disandera Pemberontak Filipina
BAHAS
PERSIAPAN OPERASI PEMBEBASAN SANDERA: Komandan Guspurla koarmatim
Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE bersama Komandan Lantamal XIII
Tarakan Laksamana Pertama Wahyudi H Dwiyono usai tiba di bandara Juwata
Tarakan.
Angkatan perang Republik Indonesia (RI) kini siaga satu di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk persiapan operasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditawan kelompok pemberontak Filipina pimpinan Abu Sayyaf.
Untuk unsur laut, TNI Angkatan Laut menyiapkan lima kapal perang dilengkapi dengan pasukan elit Angkatan Laut. "Kita akan melaksanakan operasi pembebasan. Khusus aspek laut, saya dapat perintah untuk mengkoordinir semua aspek kekuatan. Dimana untuk unsur laut ada lima unsur, ada sea Reader dan pasukan katak yang sementara ini akan terbang," ujar Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Wilayah Timur (Guspurla koartim) Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE, kepada pewarta usai tiba di bandara Juwata Tarakan, Selasa (29/3).
Selain unsur laut, Ariawan juga mengungkapkan, pihak TNI juga menyiapkan armada udara dan pasukan angkatan darat untuk terlibat dalam operasi ini. (*/mrs/uki)
Angkatan perang Republik Indonesia (RI) kini siaga satu di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk persiapan operasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditawan kelompok pemberontak Filipina pimpinan Abu Sayyaf.
Untuk unsur laut, TNI Angkatan Laut menyiapkan lima kapal perang dilengkapi dengan pasukan elit Angkatan Laut. "Kita akan melaksanakan operasi pembebasan. Khusus aspek laut, saya dapat perintah untuk mengkoordinir semua aspek kekuatan. Dimana untuk unsur laut ada lima unsur, ada sea Reader dan pasukan katak yang sementara ini akan terbang," ujar Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Wilayah Timur (Guspurla koartim) Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE, kepada pewarta usai tiba di bandara Juwata Tarakan, Selasa (29/3).
Selain unsur laut, Ariawan juga mengungkapkan, pihak TNI juga menyiapkan armada udara dan pasukan angkatan darat untuk terlibat dalam operasi ini. (*/mrs/uki)
Senin, 14 Maret 2016
Kisah warga Lebanon bangga teriak 'Garuda!' saat bertemu TNI
Pasukan Kontingen Garuda TNI dikenal dekat dengan masyarakat di tempat mereka bertugas. Di Lebanon, mereka berhasil merebut simpati masyarakat.
Semenjak tergabung dalam pasukan pemelihara perdamaian dunia di Lebanon melalui bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), Indonesia termasuk sebagai salah satu negara yang disegani karena keberhasilannya dalam mengukir prestasi.
Beberapa negara yang terlibat dalam Satgas Unifil juga menjadikan Satgas Garuda sebagai referensi untuk mempelajari cara pendekatan terbaik terhadap masyarakat Lebanon. Mereka berharap dapat menjalin hubungan emosional yang baik dengan masyarakat lokal seperti yang dilakukan pasukan Indonesia.
"Garuda" menjadi sebuah nama yang familiar di tengah-tengah masyarakat Lebanon. Apabila seorang Prajurit TNI berbelanja, berkunjung ke masyarakat, atau bahkan hanya sebatas berpapasan sering sekali penduduk lokal menyambut dengan teriakan bersahabat "Garuda!" Kemudian akan dibalas teriakan yang sama oleh prajurit TNI.
Kamis, 10 Maret 2016
36 AMRAAM for Indonesia
Indonesia - AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs)
The
State Department has made a determination approving a possible Foreign
Military Sale to Indonesia for AIM-120C-7 Advanced Medium-Range
Air-to-Air Missiles (AMRAAMs), equipment, training, and logistics
support. The estimated cost is $ 95 million. The Defense Security
Cooperation Agency delivered the required certification notifying
Congress of this possible sale on March 9, 2016.
Jumat, 04 Maret 2016
Jokowi Setujui Pembelian Sukhoi Su-35
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui pembelian pesawat tempur asal Rusia, Sukhoi Su-35. Meski demikian pembelian akan dilakukan secara bertahap. "Kami pastikan dulu harga sebenarnya berapa, nanti kepastiannya akhir saat saya kunjungan kerja ke Moskow, Rusia. Baru jelas," kata Ryamizard di Balai Media Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Maret 2016.
Soal jumlah yang akan dibeli, Ryamizard mengatakan sama seperti rencana sebelumnya. "Pemerintah hanya akan membeli 8-10 unit Sukhoi Su-35 dulu, perawatan aset yang ada diutamakan," katanya.
Rabu, 02 Maret 2016
Tiga Pukulan Telak Alutsista Indonesia
Dua kabar pertama menunjukkan betapa Indonesia justru tidak siap ketika menerima persenjataan yang sudah lama ditunggu.
Kementerian Pertahanan Indonesia mengungkapkan bahwa Korea Selatan siap memberikan dua kapal selam pada bulan kelas Chang Bogo yang dibangun Daewoo Shipbuilding Marine Engineering (DSME) pada September 2016 ini. Sebenarnya ini sudah terlambat dari jadwal semula yang seharusnya kapal selam dikirim tahun lalu. Akan tetapi kini Indonesia justru meminta agar pengiriman kapal selam ditunda setidaknya sampai Desember. Alasannya infrastruktur untuk kapal selam itu belum siap.
Menang di Udara, Darat Digenggam
Doktrin Jet Tempur
Armada
Sukhoi TNI Angkatan Udara. Kekuatan udara Republik Indonesia masih
kalah dari Negara Kota Singapura. (CNN Indonesia/Safir Makki) ♔
Amerika Serikat dan pasukan koalisinya hanya butuh 20 hari untuk menguasai Baghdad, ibu kota Irak –menandai awal kejatuhan Saddam Hussein. Kunci penguasaan Koalisi AS atas Irak ada pada serangan udara.
Invasi AS dimulai dengan serangan udara ke Istana Kepresidenan Baghdad, 20 Maret 2003. Selanjutnya, Kolisi AS melancarkan serangan udara besar-besaran ke seluruh Irak, membuat balatentara Saddam Hussein kocar-kacir dan tak dapat melawan balik.
Dua puluh hari kemudian, 9 April, pasukan darat Koalisi AS dengan mudah memasuki jantung Baghdad, dan segera mengalahkan tentara Irak yang ada di kota itu.
“Dalam perang modern, wilayah udara adalah yang pertama kali diserbu dan dikuasai. Wilayah udara Irak dikuasai Amerika dalam satu hari, dan dalam seminggu kekuatan darat, laut, dan udara Irak hilang semua,” kata Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, mengisahkan kembali pertempuran AS-Irak dalam wawancaranya dengan CNNIndonesia.com, Jumat (19/2).
Amerika Serikat dan pasukan koalisinya hanya butuh 20 hari untuk menguasai Baghdad, ibu kota Irak –menandai awal kejatuhan Saddam Hussein. Kunci penguasaan Koalisi AS atas Irak ada pada serangan udara.
Invasi AS dimulai dengan serangan udara ke Istana Kepresidenan Baghdad, 20 Maret 2003. Selanjutnya, Kolisi AS melancarkan serangan udara besar-besaran ke seluruh Irak, membuat balatentara Saddam Hussein kocar-kacir dan tak dapat melawan balik.
Dua puluh hari kemudian, 9 April, pasukan darat Koalisi AS dengan mudah memasuki jantung Baghdad, dan segera mengalahkan tentara Irak yang ada di kota itu.
“Dalam perang modern, wilayah udara adalah yang pertama kali diserbu dan dikuasai. Wilayah udara Irak dikuasai Amerika dalam satu hari, dan dalam seminggu kekuatan darat, laut, dan udara Irak hilang semua,” kata Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, mengisahkan kembali pertempuran AS-Irak dalam wawancaranya dengan CNNIndonesia.com, Jumat (19/2).
DPR Sahkan Dua UU Kerja Sama Pertahanan
Dikembangkan serta diperkuat berdasarkan hubungan saling menguntungkan
Ilustrasi kerjasama yang berbuah ToT☆
Rapat Paripurna DPR mengesahkan dua Rancangan Undang-Undang menjadi Undang-Undang terkait kerja sama pertahanan antara Republik Indonesia-Jerman dan Republik Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok.
"Apakah kedua RUU tersebut dapat disetujui menjadi Undang-Undang," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam Rapat Paripurna DPR, Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa.
Setelah itu seluruh anggota DPR yang hadir dalam Rapat Paripurna itu menyatakan setuju kedua RUU itu disahkan menjadi UU.
Salah satu agenda Paripurna DPR tersebut adalah pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok tentang Kerja Sama Aktivitas dalam Bidang Pertahanan.
Rapat Paripurna DPR mengesahkan dua Rancangan Undang-Undang menjadi Undang-Undang terkait kerja sama pertahanan antara Republik Indonesia-Jerman dan Republik Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok.
"Apakah kedua RUU tersebut dapat disetujui menjadi Undang-Undang," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam Rapat Paripurna DPR, Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa.
Setelah itu seluruh anggota DPR yang hadir dalam Rapat Paripurna itu menyatakan setuju kedua RUU itu disahkan menjadi UU.
Salah satu agenda Paripurna DPR tersebut adalah pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok tentang Kerja Sama Aktivitas dalam Bidang Pertahanan.
Kamis, 25 Februari 2016
TNI Rencanakan Bangun Pangkalan Udara di Biak, Merauke Dan Morotai
TNI tengah merencanakan pembangunan pangkalan udara di Kawasan Indonesia Timur seperti Biak, Morotai dan Merauke (photo : Kaskus Militer)
JAKARTA (BeritaTrans.com) – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya tengah merencanakan pembangunan pangkalan udara di Kawasan Indonesia Timur seperti Biak, Morotai dan Merauke. Pasalnya, wilayah udara di Jawa dianggap sudah terlalu padat dengan estimasi 1200 penerbangan setiap hari yang melalui Pantai Utara.
“Ini yang tidak benar, maka dengan demikian untuk melancarkan penerbangan untuk ekonomi juga dan untuk pilot setiap saat bisa terbang dan berlatih, maka akan kami kembangkan (pangkalan udara). Ada Biak ada Morotai, ada Merauke dan sebagainya,” kata Gatot di Kantor Presiden, Jakarta sebagaimana dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Rabu, 24 Februari 2016.
Rabu, 24 Februari 2016
TB Hasanuddin Sarankan Enam Langkah Penguatan Alutsista TNI
Modernisasi TNI
Wakil
Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin menyatakan, pihaknya sepakat
dengan gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan anggaran
Kemhan/TNI sebesar 1,1 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Dana itu, kata dia, tentunya akan sangat mendorong penguatan TNI dan
kekuatan pertahanan, khususnya terkait modernisasi alat utama sistem
persenjataan (alutsista) TNI.
"Kondisi alutsista TNI saat ini memang sudah sangat usang. Di samping sistem teknologinya yang sudah kuno, jumlahnya-pun sangat terbatas," kata Tubagus Hasanuddin, di Jakarta Rabu (24/2).
Dengan anggaran sebesar itu, Hasanuddin mengatakan Kementerian Pertahanan harus melakukan beberapa hal, agar setiap rupiah dari uang negara yang dikeluarkan dapat lebih berdaya guna dan tepat guna. Dalam konteks itu, dia mengusulkan enam gagasan.
Wakil
Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin menyatakan, pihaknya sepakat
dengan gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan anggaran
Kemhan/TNI sebesar 1,1 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Dana itu, kata dia, tentunya akan sangat mendorong penguatan TNI dan
kekuatan pertahanan, khususnya terkait modernisasi alat utama sistem
persenjataan (alutsista) TNI."Kondisi alutsista TNI saat ini memang sudah sangat usang. Di samping sistem teknologinya yang sudah kuno, jumlahnya-pun sangat terbatas," kata Tubagus Hasanuddin, di Jakarta Rabu (24/2).
Dengan anggaran sebesar itu, Hasanuddin mengatakan Kementerian Pertahanan harus melakukan beberapa hal, agar setiap rupiah dari uang negara yang dikeluarkan dapat lebih berdaya guna dan tepat guna. Dalam konteks itu, dia mengusulkan enam gagasan.
Selasa, 16 Februari 2016
Indonesia Set to Buy Chinooks
Some
55 years after its first flight, Boeing’s CH-47 heavy-lift helicopter
remains in production. If the parties conclude a proposed deal, as many
as eight more soon may be going to Indonesia, Boeing’s Jeff Kohler
acknowledged yesterday at Singapore Airshow 2016.
Chinooks Singapore [ainonline]
Indonesia looks set to become the 24th country to acquire the Boeing CH-47 Chinook. “They have asked the U.S. government for a Letter of Offer, and I’m meeting them here,” said Jeff Kohler, v-p global sales for Boeing Defense, Space & Security yesterday. The number required was still uncertain, he added. Previous media reports about this potential sale have speculated on four to eight helicopters.
Reviewing other sales prospects in the Asian region at a media roundtable, Kohler said that Japan would probably buy “a few more” V-22 Ospreys. That country became the first international customer for the tilt-rotor last June, with an order for five. At that time, the U.S. Defense Security Cooperation Agency notified Congress of the potential sale involving 17 going to Japan. But Boeing officials freely admit, the sticker price is an initial hurdle to overcome. Kohler said the company was crafting a multi-year buy proposal for the Pentagon that would increase the scope for international buys. Singapore had expressed some interest, he added.
Indonesia looks set to become the 24th country to acquire the Boeing CH-47 Chinook. “They have asked the U.S. government for a Letter of Offer, and I’m meeting them here,” said Jeff Kohler, v-p global sales for Boeing Defense, Space & Security yesterday. The number required was still uncertain, he added. Previous media reports about this potential sale have speculated on four to eight helicopters.
Reviewing other sales prospects in the Asian region at a media roundtable, Kohler said that Japan would probably buy “a few more” V-22 Ospreys. That country became the first international customer for the tilt-rotor last June, with an order for five. At that time, the U.S. Defense Security Cooperation Agency notified Congress of the potential sale involving 17 going to Japan. But Boeing officials freely admit, the sticker price is an initial hurdle to overcome. Kohler said the company was crafting a multi-year buy proposal for the Pentagon that would increase the scope for international buys. Singapore had expressed some interest, he added.
Rabu, 03 Februari 2016
Prestasi Militer Indonesia yang Bikin Dunia Kagum
Bangsa
Indonesia sempat membuat negara tetangga takjub dengan kemampuan juga
keahlian Indonesia dalam membuat alat-alat dalam berperang. Tak
terkecuali negara besar seperti Amerika dan Australia pun tidak
memercayainya.
Indonesia sendiri mempunyai PT Pindad yang selalu menjadi sorotan bangsa luar atas produksi alat-alat tempur yang super canggih. Bahkan tidak sedikit ciptaan PT Pindad membuat dunia gempar, seperti senapan SP2 Kopassus hingga Panser Badak.
![]() |
| Senapan SS-2 V5 Buatan PT. Pindad |
Indonesia sendiri mempunyai PT Pindad yang selalu menjadi sorotan bangsa luar atas produksi alat-alat tempur yang super canggih. Bahkan tidak sedikit ciptaan PT Pindad membuat dunia gempar, seperti senapan SP2 Kopassus hingga Panser Badak.
Senin, 01 Februari 2016
Panglima TNI sambut kedatangan prajurit dari Kongo
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kedatangan 175 prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-L/Mission de l'Organisation des Nations Unies pour la stabilisation en République démocratique du Congo (Monusco) dari Republik Demokratik Kongo dalam upacara militer di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.
TNI Teken Kontrak Pengadaan Barang Rp 5,9 Triliun
Rantis Komodo dan kendaraan militer produksi PT Pindad Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menandatangani Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa secara Kolektif, senilai Rp 5,954 Triliun untuk Tahun Anggaran 2016.
Pengadaan tersebut diantaranya meliputi pengadaan kendaraan taktis (Rantis), suku cadang Rantis, non Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), munisi kaliber kecil dan besar. Kemudian pengadaan material khusus, senjata, non alat utama dan alat khusus, serta alat komunikasi dan pembangunan sarana prasarana pendukung.
Langganan:
Postingan (Atom)







