Tampilkan postingan dengan label Kerjasama Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerjasama Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2016

Saab Says Gripen Jet Is Best Option for Indonesia

http://img.beritasatu.com/cache/jakartaglobe/909x605-2/2016/04/gripen-1024x667.jpgSwedish aerospace and defense company Saab has joined the bidding process to supply fighter jets to the Indonesian Air Force, which wants to replace its fleet of obsolete F-5s.

We are absolutely prepared to work with the local industry ... so we can support the end-user and work with the local defense industry in the country,” Dan-Ake Enstedt, head of Saab Asia Pacific, told the Jakarta Globe.

According to Enstedt, Saab's winning advantage is a guaranteed delivery time of 12 months. He also said that the Gripen is an extremely reliable multirole fighter with an ability to deploy quickly and land easily in any location.

For us, it is important to build competence with the local people in the country. We are creating a lot of jobs with our concept, and this is something our competitor does not do. Those are a few things that make our proposal unique," Enstedt said.

Moskow-Jakarta Siapkan Draf Dokumen Kerja Sama Teknis-Militer

http://i2.wp.com/www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2016/03/Ural-2.jpg?resize=500%2C375URAL 4320, Truk Reparasi dan Komunikasi Ranpur BMP-3F Marinir TNI AL [indomiliter] ☆

Kementerian Pertahanan Rusia dan Indonesia sedang mempersiapkan sepaket dokumen yang akan memungkinkan kedua negara untuk bergerak ke tingkat kerja sama teknis-militer yang lebih tinggi. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia, Kamis (7/4).

"Kami fokus pada pengembangan hubungan dengan Indonesia secara konsisten, yang merupakan mitra lama kami di Asia Tenggara. Kami menjalin komunikasi secara reguler, baik pada tingkat kepala negara maupun pemerintah. Draf dokumen bilateral, yang akan memungkinkan kami untuk sepenuhnya bekerja sama di bidang militer dan teknis-militer, saat ini sedang dikerjakan," kata Jenderal Valery Gerasimov saat bertemu dengan rekannya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menhan RI Tinjau Pembangunan Pesawat Tempur T-50 Produksi KAI Korea Selatan

Kujungan dinas Menhan di Korea Selatan

Disela-sela kunjungan kerja ke Korea Selatan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninjau fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) Korea Selatan dan melihat perkembangan pembangunan pesawat tempur T-50 Golden Eagle yang telah dipesan Indonesia.

Saat tiba di fasilitas KAI, Sachon, Korea Selatan, Kamis (24/3) Menhan RI di terima oleh Presiden Direktur KAI Ha. Sung Yong. Dalam kunjungannya Menhan RI mengharapkan untuk pelaksanaan pembangunan pesawat tempur T 50 Golden Eagle tidak ada masalah. Saya rasa Korea Selatan akan memberikan kontribusi sehingga semua proses akan berjalan lancar.

Saat itu juga Menhan Ryamizard mengatakan Indonesia telah bersahabat dengan negara Korea Selatan. Bentuk persahabatan ini dibuktikan dengan alih teknologi. Mungkin nanti juga untuk pengadaan radarnya perlu dikoordinasikan lagi.

Rabu, 16 Maret 2016

Pemerintah Ajak Prancis Bangun Galangan Kapal di Indonesia

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengajak Prancis membangun galangan kapal di Indonesia, setelah menyerahkan dua kapal perang jenis OSV (Oceanographic Offshore Support Vessel) atau BHO (Bantu Hidro Oseanografi) kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pemerintah Ajak Prancis Bangun Galangan Kapal di Indonesia

"Menperin mengajak Perancis membangun galangan kapal di sini, karena ini momentum yang sangat baik untuk berinvestasi bidang kemaritiman," kata Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin Yan Sibarang di Jakarta, Selasa.

Senin, 14 Maret 2016

Pelantikan Konsul Kehormatan Di Amman, Yordania

Israel Tak Beri Izin Melintas, Menlu RI Batal ke Ramallah Pelantikan Konsul Kehormatan RI di Palestina. (Kemlu)

I
ndonesia akhirnya telah secara resmi melantik Kosul Kehormatan (Konhor) di Palestina. Namun, sayangnya pelantikan Konhor ini tidak berjalan sesuai rencana.

Semula, pelantikan Konhor ini akan dilakukan di Ramallah, Tepi Barat. Tapi, karena rombongan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi tidak mendapat izin melintas dari Israel, maka pelantikan itu dilakukan di Amman, Yordania.

"Menlu RI, Retno Marsudi, telah melantik Konhor pertama Indonesia di Palestina, Maha Abu-Shusheh, yang berkedudukan di Ramallah pada 13 Maret 2016. Upacara pelantikan yang dilakukan di KBRI Amman dihadiri oleh Menlu Palestina, Dr. Riyad al-Maliki, para Duta Besar negara-negara ASEAN dan OKI di Amman, Ketua Komisi I DPR-RI, Mahfudz Siddiq, Duta Besar RI untuk Yordania, Teguh Wardoyo, serta para tokoh dan pejabat pemerintahan Palestina dan Yordania," bunyi keterangan Pers Kemlu yang diterima Sindonews pada Minggu (13/3).

Rabu, 02 Maret 2016

Buat Jet Tempur, Indonesia Siapkan Sumber Daya Besar-besaran

Infografis pesawat tempur KFX/IFX (image : CNN)

Jakarta, CNN Indonesia -- “Pesawat tempur itu seperti ponsel. Teknologinya dalam setahun sudah berubah lebih canggih, apakah itu menyangkut sistem elektronik, sensor, atau senjata.”

Heri Yansyah, Kepala Program Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X) PT Dirgantara Indonesia, mengatakan hal itu saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Jumat (19/2).

“Jadi Indonesia harus mampu melakukan upgrading teknologi yang selalu berubah ini. Kalau tidak punya kemampuan upgrade, lalu beli pesawat yang sama dengan negara-negara tetangga, maka dalam waktu dua-tiga tahun, Indonesia sudah kalah,” ujar Heri.

Meski membandingkan pesawat tempur dengan ponsel, untuk membuatnya jauh dari kata mudah. Perlu waktu 10 tahun lebih mengembangkan KF-X/IF-X yang dirancang menjadi jet tempur multiperan generasi 4,5 dengan teknologi mendekati kemampuan pesawat siluman (stealth fighter) generasi 5. 

'Napas' Amerika dalam Pesawat Tempur Indonesia-Korsel

AS, Korea Selatan, dan Indonesia menggelar pertemuan trilateral, membahas rencana transfer teknologi untuk pesawat tempur KF-X/IF-X yang dibuat Korsel bersama RI. (Dok. PT Dirgantara Indonesia)

Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Indonesia menggelar pertemuan trilateral akhir Februari. Ketiga negara membicarakan rencana transfer teknologi untuk pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X) yang sedang dikembangkan bersama oleh RI dan Korsel.

Dalam pertemuan di AS itu, perwakilan perusahaan dirgantara masing-masing negara –Lockheed Martin, Korea Aerospace Industries, dan PT Dirgantara Indonesia– ikut hadir.

Jika mulus, Lockheed Martin akan mentransfer teknologi penting untuk pengembangan KF-X/IF-X yang direncanakan mewujud jet tempur generasi 4,5 dengan kemampuan nyaris setara dengan pesawat siluman (stealth fighter) generasi kelima.

Pertemuan trilateral ini belum tentu sebulan selesai. Butuh waktu. (Perundingan) bisa sampai enam bulan atau satu tahun,” kata Kepala Program KF-X/IF-X PTDI Heri Yansyah, Jumat (19/2).

Incar Teknologi Jet Tempur

Indonesia Hendak Beri Efek GentarIndonesia menerima tawaran Korea Selatan mengembangkan pesawat tempur KF-X/IF-X untuk mencapai kemandirian industri pertahanan. (Dok. PT Dirgantara Indonesia)

The most broken up nation in the world. Itulah salah satu julukan Soekarno untuk Indonesia. Dengan 14 ribu lebih pulau berserak dan panjang garis pantai 99 ribu kilometer, Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia yang secara maritim berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Palau, dan Australia.

Indonesia merupakan negara besar dengan daratan dan lautan begitu luasnya. Tentu harus punya kemampuan laut dan udara yang andal. Harus,” kata Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu usai menyaksikan penandatanganan kontrak kerja sama pembuatan protipe pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X) antara Indonesia dan Korea Selatan di Jakarta, 7 Januari.

Kekuatan mumpuni di laut dan udara sebagai negara maritim itu menjadi salah satu alasan pemerintah Republik Indonesia mendukung proyek pengembangan jet tempur siluman (stealth fighter) KF-X/IF-X yang diinisiasi Korea Selatan.

Kisah Jet Tempur Korsel-Indonesia

Menhan Pantau Transfer Teknologi Jet Tempur Korsel-Indonesia Miniatur pesawat KFX/IFX (CNN)

Menteri Pertahanan Ryamizard Rycudu menyatakan akan terus memantau proses transfer teknologi terkait proyek pengembangan pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X) yang kini dikerjakan Korea Selatan bersama Indonesia.

Bulan ini saya mau cek. Saya mau tahu langsung. Transfer teknologi harus berjalan sampai Indonesia mampu membuat (pesawat tempur) sendiri,” kata Ryamizard di Jakarta.

Sementara itu, Korea Selatan dan Indonesia telah mulai menggelar pembicaraan trilateral dengan Amerika Serikat, pekan terakhir Februari, terkait transfer teknologi jet tempur dari raksasa dirgantara AS, Lockheed Martin.

Jumat, 19 Februari 2016

Gelar Satu Skadron Gripen Ke Pangkalan Aju, TNI AU Hanya Butuh Satu C-130 Hercules

Gripen-1
Sebelum bicara taktik dalam keunggulan pertempuran udara, maka lebih dulu harus dipersiapkan urusan logistik secara matang. Tanpa management logistik yang memadai, secanggih apa pun alutsista tak akan menghasilkan output yang efektif saat digunakan. Indonesia dengan wilayah udara yang amat luas, punya pengalaman panjang dalam men-deploy kekuatan udara dari pangkalan utama (home base) ke pangkalan aju.

Farnborough-maquete-Gripen-foto-10-Saab
Sejak era tahun 60-an, saat persiapan Operarsi Trikora, berlanjut ke Operasi Seroja, dan sampai saat ini beragam operasi terkait pengamanan kasus di perbatasan, secara berkala membutuhkan pergerakan dan rotasi satuan jet tempur dari home base ke pangkalan aju yang tersebar di Tanah Air. Masih ingat kisah tentang Hawk 209 TNI AU yang saat melaksanakan CAP (Combat Air Patrol) pada 16 September 1999 di perbatasan RI – Timor Lester (d/h Timor Timur), dimana Hawk 209 TNI AU berhasil mencegat F/A-18 Hornet Australia. Nah, keberadaan Hawk 209 dan Hawk 109 kala itu bagian dari deploy satu flight (3 pesawat) tempur dari pangkalan utama ke pangkalan aju di Lanud El Tari, Kupang, NTT.

Kamis, 18 Februari 2016

Pabrik Pesawat ATR Ingin Berkerjasama Dengan PT Dirgantara Indonesia

Pabrikan pesawat turboprop asal Perancis, ATR tertarik untuk bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam hal modifikasi dan memproduksi komponen pesawat.

Hal itu diutarakan oleh General Manager Sales ATR untuk wilayah ASEAN, Christophe Potocki kepada KOMPAS.com, saat dijumpai di hari kedua penyelenggaraan Singpore Airshow 2016, Rabu (17/02/2016).


Pabrik Pesawat ATR Ingin Berkerjasama Dengan PT Dirgantara Indonesia

"Kami saat ini sedang mencari konsep versi baru pesawat kami (ATR), dan dalam waktu dekat akan menghubungi PT DI," ujar pria yang kerap disapa Chris itu.

Rabu, 17 Februari 2016

Saab Tawarkan Radar Erieye AEW&C Untuk Indonesia

_DSC5877
Dari segi senioritas, Indonesia adalah pioner dalam menghadirkan teknologi airborne surveillance system. Dibuktikan ketika pada Boeing 737 Surveillance Patmar (Patroli Maritim) hadir dengan radar SLAMMR (Side Looking Airborne Multi Mission Radar). Pesawat intai maritim ini mulai digunakan TNI AU sejak Juni 1982. Karena usianya sudah tergolong tua, Boeing 737 Surveillance memang telah beberapa kali diakukan upgrade pada sistem radarnya. Tapi lepas dari itu, tak bisa terbantahkan bila teknologinya sudah tertinggal. Di sisi lain, negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Australia sudah memiliki airborne surveillance system yang jauh lebih maju.
Melihat peluang bahwa Indonesia butuh airborne surveillance system, Saab, manufaktur perangkat pertahanan dari Swedia, menawarkan penawaran sistem pengamatan udara Erieye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) dengan basis active phased-array pulse-Doppler radar. Dalam penawarannya, Saab menyebut radar ini dapat dipasang jenis pesawat militer dan sipil. Adopsi Erieyejuga dapat diterapkan pada pesawat bermesin jet dan turbo propoller.

GlobalEye: Sistem Radar AEW&C Multimode dengan Extended Range dari Saab

GlobalEye
Pasar pesawat intai maritim di Indonesia masih terbuka lebar, khususnya sebagai calon pengganti Boeing 737 Surveillance Patmar (Patroli Maritim) Skadron Udara 5 TNI AU yang kondang dengan radar SLAMMR (Side Looking Airborne Multi Mission Radar). Mengingat tiga unit Boeing 737 Patmar TNI AU sudah digunakan sejak tahun 1982, maka dirasa perlu untuk mengganti sistem radar airborne yang mumpuni berbekal teknologi AEW&C (Airborne Early Warning & Control) terbaru.

Salah satu pabrikan yang cukup menonjol dalam solusi sistem radar AEW&C adalah Saab dari Swedia. Setelah sukses meluncurkan radar airborne Erieye pada platform pesawat Saab 340, Saab 2000, dan Embraer E145, kini Erieye yang telah diadopsi oleh Thailand, Brazil, Yunani, Mexico, Pakistan, dan Uni Emirat Arab, dikembangkan lebih maju lagi dengan sistem terbaru yang diberi label GlobalEye. Dibawah sistem GlobalEye, Saab menawarkan konfigurasi platform pesawat jenis Global 6000 buatan Bombardier, Kanada, dengan keunggulan EW&C dari basis radar Erieye yang ditingkatkan kemampuan kapasitas dan kapabilitasnya.

Senin, 25 Januari 2016

SAAB Swedia dan Pindad Kerjasama Kembangkan Rudal

Perusahaan Pertahanan Saab Swedia menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Pindad untuk pemasaran sistem Pertahanan Udara Berbasis Daratan (GBAD) serta memperpanjang umur operasional sistem Rudal Pertahanan Udara TNI,, RBS70.

Perjanjian kerja sama jangka panjang ini bertujuan memenangkan bisnis pertahanan udara di Indonesia. Kerja sama ini akan diperpanjang secara bertahap.


SAAB Swedia dan Pindad Kerjasama Kembangkan Rudal

Selasa, 19 Januari 2016

Aselsan Turki cari mitra kembangkan alutsista di Indonesia

Produsen alat pertahanan asal Turki, Aselsan, menyatakan keinginan untuk berinvestasi di Indonesia setelah bertemu dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Senin.

Turki cari mitra kembangkan alutsista di Indonesia

"Kami melihat Indonesia sebagai pusat Asia. Jadi kerja sama ini sangat penting bagi perusahaan dan negara kami," kata Kagan Manekse, Manajer Pengembangan Bisnis dan Pasar Asia dan Pasifik Aselsan.

Kembangkan Industri Militer di RI, Turki Libatkan Industri Pertahanan Dalam Negeri

 "Pertama, Turki harus melibatkan industri pertahanan dalam negeri kita dan yang kedua, mesti menjalin kerja sama riset dan pengembangan, R&D,"

Kementerian Perindustrian menyambut baik rencana Pemerintah Turki yang ingin meningkatkan kerja sama industri pertahanan dan alat persenjataan.


Aselsan Radar Systems
Aselsan Radar Systems

Untuk itu, Indonesia meminta dua hal untuk dilakukan dalam pelaksanaan kemitraan strategis itu.

Minggu, 17 Januari 2016

Indonesia - Denmark Jajagi Perluasan Kerjasama Industri Pertahanan

Armada Angkatan Laut Demark (image : NavalNavySeas)

Indonesia and Denmark to pursue industry collaboration

Indonesia and Denmark are discussing a potential defence industrial collaboration programme featuring the co-production of naval vessels and accompanying mission systems, the Ministry of Defence (MoD) in Jakarta has said.

Jumat, 15 Januari 2016

Denmark Tawarkan Kerjasama Militer

Produksi Kapal Perang dan ToTKapal perang jenis frigate Denmark, iver huitfeldt [wikipedia] ☆

Indonesia dan Denmark telah mendiskusikan peluang kerjasama produksi bersama kapal perang berserta sistemnya, ungkap kemenhan di Jakarta, kemaren

Menurut laman IHS Janes, kemaren, pejabat industri pertahanan Denmark bertemu dengan perwakilan dari Indonesia bersama Menhan Ryamizard Ryacudu di Jakarta.

Selasa, 12 Januari 2016

Rusia Akan Selesaikan Proyek Jalur Kereta Api Kalimantan pada 2019

Pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan akan selesai pada tahun 2019. Demikian hal tersebut disampaikan perusahaan kereta api Rusia RZhD (Russian Railways), sebagaimana yang dikutip oleh media Rusia RT.


Produksi Komponen Sukhoi, Rusia Ingin Gandeng PT Dirgantara Indonesia

Sukhoi Superjet 100
Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) di Bandara Domodedovo, Moskow, 25 Februari 2015. Sumber: Ramil Sitdikov / RIA Novosti 
 
Rusia tertarik bekerja sama dalam pembuatan komponen Sukhoi dengan PT Dirgantara Indonesia. Demikian hal tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov, sebagaimana yang dikutip dari siaran pers Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
“Kami siap berdiskusi dengan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi komponen Sukhoi di sini,” kata Manturov kepada Ketua DPD RI Irman Gusman seusai menemui Presiden Joko Widodo di Senayan, Jakarta, pada Jumat (8/1) lalu.
Menurut Manturov, Rusia berniat menggandeng industri pesawat terbang Indonesia untuk memproduksi komponen pesawat Superjet 100 (SSJ100) dan MDS-21 yang bisa dimulai pada 2018.