Tampilkan postingan dengan label Konflik Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik Korea. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2016

Seoul di Ujung Rudal, Korut Tempatkan 300 Peluncur Roket di Perbatasan

roket rudal
Korea Utara terus melakukan gerakan militer yang menjadikan suasana semenanjung Korea makin tegang. Pyongyanag dilaporkan telah mengerahkan sekitar 300 sistem peluncuran roket atau multiple launch rocket systems (MLRS) di sepanjang perbatasannya dengan Korea Selatan, menempatkan Seoul dalam jarak serang.
Korea Utara dilaporkan telah penempatan peluncur rudal di sepanjang Zona Demiliterisasi atau Demilitarized Zone (DMZ) (DMZ) sepanjang 2,5 mil yang memisahkan kedua negara, sejak tahun 2014.
“Roket-roket baru akan meningkatkan jumlah MLRS dan artileri jarak jauh di sepanjang DMZ menjadi lebih dari 600,” kata seorang sumber kepada kantor berita Korea Selatan, Yonhap Minggu 24 April 2016.
Menurut informasi, Utara bisa menembakkan secara bersamaan sekitar 9.000 roket melintasi perbatasan. Sementara para ahli militer mengatakan Korea Selatan tidak memiliki sistem anti-rudal yang dapat mencegat ancaman ini.

Korea Utara Luncurkan Rudal dari Kapal Selam


korut23
Korea Utara dilaporkan telah meluncurkan rudal balistik dari sebuah kapal selam di lepas pantai timur negara tersebut Sabtu 23 April 2016. Rudal ditembakkan ke timur laut kota pesisir Sinpo.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal itu terbang sekitar 19 mil (30 km). Sebuah kapal selam meluncurkan rudal balistik biasanya memiliki jangkauan hampir 200 mil, tambahnya sebagaimana dikutip News Sky.
Korea Utara baru-baru ini telah meluncurkan sejumlah rudal dan artileri ke laut sebagai respons bersama latihan militer AS-Korea Selatan dan sanksi atas uji coba nuklir dan peluncuran roket yang dilakukan oleh Pyongyang.
Secara luas diyakini Pyongyang telah mengembangkan sistem rudal berbasis kapal selam untuk beberapa waktu dan berusaha untuk menembakkan rudal tersebut tetapi beberapa kali  gagal.

Jumat, 08 April 2016

Gagal Maning, Jong! Korut Berusaha Lagi Luncurkan Rudal Balistik Kapal Selam



korut
Korea Utara pada Rabu 5 April 2016 berusaha meluncurkan submarine-launched ballistic missile (SLBM) dari kapal selam kelas Sinpo.
Dilaporkan media MBN yang dikutip NK News kapal selam meninggalkan pelabuhan pagi, namun kembali ke dermaga dekat Wonsan pada 09.00 waktu setempat. Para ahli Korea Selatan melihat hal ini menunjukkan kegagalan keempat upaya peluncuran SLBM oleh Kim Jong un.
“Kapal selam itu akan kembali ke port secepat itu jika dijadwalkan untuk mengambil bagian dalam pelatihan atau operasi lain,” kata seorang mantan Laksamana Korea Selatan sebagaimana dikutip NK News pada kondisi anonimitas.
“Tampaknya kapal selam mengalami kerusakan selama proses uji peluncuran SLBM keempat mereka dan memutuskan untuk kembali.”

Rabu, 23 Maret 2016

Korsel Bentuk Pasukan Elite "Spartan 3.000"

Lawan Rezim Kim Jong-unPara marinir Korea Selatan saat latihan perang. (Kim Hong-Ji / Reuters)

Militer Korea Selatan (Korsel) membentuk pasukan elite baru bernama “Spartan 3.000” untuk melawan rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un.

Pasukan elite yang terdiri dari 3 ribu marinir itu akan siaga konstan dan siap dikerahkan di setiap bagiannya dari Semenanjung Korea dalam waktu 24 jam untuk mengatasi serangan Korut. Demikian diungkap seorang pejabat militer Korsel kepada kantor berita Yonhap.

Di masa lalu, unit batalion membutuhkan 24 jam untuk dikerahkan di seluruh Semenanjung Korea, sementara unit tingkat resimen membutuhkan 48 jam. Namun, unit baru akan dapat beroperasi dalam waktu 24 jam bahkan pada tingkat resimen,” kata pejabat militer yang menolak diidentifikasi itu, yang dilansir Selasa (22/3/2016).

Selasa, 22 Maret 2016

Pyongyang Kembali Tembakan 5 Rudal

korut2
Korea Utara menembakkan lima rudal jarak pendek ke laut di lepas pantai timur, Senin 21 Maret 2016. Ini adalah tindakan ketiga setelah ketegangan meningkat pasca ujicoba nuklir dan peluncuran roket oleh Pyongyang yang disusul dengan latihan militer besar-besaran antara Korea Selatan dan Amerika.
Proyektil tidak terkenali itu ditembakkan dari selatan kota Hamhung dan meluncur sekitar 200 kilometer, mendarat di perairan timur Korut, kata Kepala Staf Gabungan Korsel dalam pernyataan.
Pada Jumat, Korut menembakkan dua peluru kendali balistik jarak menengah ke laut, melanggar hukuman keras baru PBB dan AS atas negara tersebut menyusul uji nuklir dan roket negara itu sebelumnya.

Jumat, 18 Maret 2016

Satu dari Dua Rudal Balistik Korut Meledak di Udara

Korut kembali menembakkan rudal balistik ke Laut Jepang. GettyIB Times

Satu dari dua rudal balistik yang ditembakkan militer Korea Utara (Korut) pagi ini (18/3/2016) ke Laut Jepang, telah meledak di udara. Hal itu diungkap otoritas Korea Selatan (Korsel).

Otoritas Korsel yang memantau manuver rudal balistik Korut mengatakan, proyektil rudal itu meledak tak lama setelah lapas landas.

Kantor berita Yonhap mengutip sumber militer Korsel menyatakan, rudal balistik kedua ditembakkan 22 menit setelah yang rudal balistik yang pertama.

Lantaran meledak di udara, radar Korsel kehilangan jejak objek rudal balistik Pyongyang yang kedua.

Kim Jong un Kembali Kirim Salam dengan Dua Rudal Nodong


korut
Korea Utara kembali  meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah Nodong ke Laut Jepang yang menjadi provokasi terbaru di tengah ketegangan yang masih meningkat di Semenanjung Korea.
“Amerika melacak peluncuran dua rudal balistik dari Korea Utara. Keduanya diyakini adalah rudal balistik jarak menengah Nodong,” kata pejabat pertahanan AS sebagaimana dikutip abcnews.go.com.
Rudal-rudal itu diluncurkan Jumat pagi waktu Korea dari provinsi timur Korea Utara. Pejabat pertahanan mengatakan kedua rudal ditembakkan dari kendaraan peluncur jalan-mobile.

Rabu, 24 Februari 2016

Inilah 3 Peta Yang Menggambarkan Kekuatan Militer Korea Utara

korut
Kantor Sekretaris Pertahanan AS telah merilis laporan tahunan kepada Kongres tentang kekuatan militer Korea Utara, dan menyampaikan temuan yang cukup mengagetkan.
Termasuk dalam laporan ini adalah tiga peta yang menggambarkan kekuatan militer Pyongyang. Peta ini bisa menggambarkan bagaimana sebenarnya kekuatan mereka.
ANGKATAN DARAT
peta korea 1 copy

Pasukan darat Korea Utara masih menjadi kekuatan utama negara ini. Hampir 70% pasukan darat ditempatkan hanya pada jarak 100 kilometer (62 mil) dari perbatasan Korea Selatan.

Kamis, 18 Februari 2016

Raptor Pamer Kekuatan di Depan Mata Kim Jong Un

US Air Force F-22 Raptors arrive at Osan AB
Empat pesawat tempur siluman F-22 milik AS unjuk kekuatan dengan terbang di wilayah udara Korea Selatan pada Rabu 17 Februari 2016. Ini adalah pamer kekuatan nyata di depan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) yang baru-baru ini menguji-coba peluncuran roket.
Jet tempur AS yang mampu membawa hulu-ledak nuklir tersebut terbang di wilayah udara Osan Air Base di dekat Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, sekitar siang hari.
Pesawat tempur siluman F-22, melakukan penerbangan dari satu pangkalan udara di Jepang, dikawal oleh empat pesawat tempur F-15K Korea Selatan dan empat jet tempur F-16 AS.
Dua di antara jet tempur itu dijadwalkan kembali pangkalan udara di Jepang, sedangkan sisanya dilaporkan dijadwalkan tetap berada di Osan Air Base untuk sementara, demikian laporan Xinhua.

Jet tempur F-22, yang memiliki kemampuan menghindari pendeteksian radar, mampu membawa bom dan rudal nuklir. Jarak operasinya mencapai jarak 2.177 kilometer. Pesawat F-22 yang ditempatkan di pangkalan udara AS di Jepang dapat mencapai Semenanjung Korea dalam waktu sekitar dua menit.

Selasa, 16 Februari 2016

Seoul: Selama ini Kami Mati Rasa, Kini Saatnya Keras ke Utara

korut
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengatakan pendekatan baru diperlukan untuk menggagalkan kegiatan senjata nuklir Korea Utara. Dan sekarang saatnya untuk bertindak keras.
Dalam pidatonya kepada Majelis Nasional Selasa 16 Februari 2016, Park memperingatkan bahwa dalam beberapa tahun belakangan, Korea Selatan terkesan mati rasa terhadap ancaman dari tetangga utaranya, dan mengatakan bahwa sekarang saatnya mengambil langkah lebih berani.
Pidato itu datang sepekan setelah Park mengambil langkah belum pernah terjadi, yaitu menghentikan kegiatan di wilayah industri gabungan Kaesong di korea Utara, yang memicu tanggapan keras Pyongyang.
“Sudah jelas bahwa kami tidak dapat menghentikan keinginan Korea Utara mengembangkan persenjataan nuklir melalui langkah saat ini dan dengan keinginan baik,” kata Park sebagaimana dikutip Yonhap.

Selasa, 09 Februari 2016

Tembakan AL Korsel Paksa Kapal Patroli Korut Kabur

Ilustrasi salah satu jenis kapal patroli Korea Utara. Foto: AFP
Ilustrasi salah satu jenis kapal patroli Korea Utara. Foto: AFP
SEOUL - Hubungan dua saudara, Korea Selatan dan Korea Utara masih panas. Terbaru, Minggu (7/2), Angkatan Laut Korsel terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal patroli Korut yang dianggap menerobos perbatasan yang disengketakan.
Tembakan peringatan ini hanya berselang satu hari setelah peluncuran roket jarak jauh Pyongyang yang memicu ketegangan dunia.
Kementerian Pertahanan Korsel mengklaim, kapal Korut melintasi perbatasan Laut Kuning dan mereka harus melepaskan tembakan peringatan.
"Kapal itu dengan cepat mundur setelah angkatan laut Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan,” kata seorang pejabat kementerian seperti dikutip dari AFP, Senin (8/2).

Jumat, 05 Februari 2016

Amerika dan Sekutunya Terus Lacak Rudal Korut

North Korean technicians check the Unha-

Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan militer Jepang dan Korea Selatan menempatkan sistem rudal pertahanan untuk melacak roket, yang akan diluncurkan Korea Utara suatu waktu dalam 18 hari sejak Senin.
Kemungkinan sebuah roket tahap tiga akan dapat dilacak dengan cermat. Korea Selatan dan Jepang menyiagakan militer mereka untuk menembak jatuh roket, atau bagiannya, jika meledak dan mengancam wilayah mereka.
“Kami akan, seperti yang selalu kami lakukan, mengamati dengan seksama jika ada peluncuran, melacak peluncuran, [dan] menyiagakan aset pertahanan rudal kami,” kata Menteri Pertahanan AS Ashton Carter.
“Kami punya banyak rencana menghadapi itu. Kami dan sekutu dekat -Jepang dan Korea Selatan- siap untuk itu,” katanya.

Rabu, 27 Januari 2016

Korut Diperkirakan Segera Uji Rudal Jarak Jauh

korut
Seorang pejabat pemerintah Jepang dalam kondisi anonim mengatakan Korea Utara kemungkinan tengah mempersiapkan untuk peluncuran rudal jarak jauh dalam beberapa hari ke depan.
Dikutip Kantor Berita Kyodo Rabu 27 Januari 2016 pejabat itu mengatakan, indikasi kuat ini terlihat dari citra satelit yang menunjukkan Pyongyang mempersiapkan peluncuran rudal jarak jauh dari situs tes yang dikenal sebagai Tongchang-ri.

Luar Biasa, AS Ternyata Kirim 12 Raptor ke Jepang

raptor jepang
Sebelumnya Amerika juga mengirimkan bomber B-52 dari pangkalan Guam ke Korea Selatan. Pesawat ini tidak turun di Korea tetapi berputar-putar rendah dengan dikawal F-15 dan F-16 milik Amerika dan Korea Selatan. Setelah itu bomber tua itu kembali ke pangkalannya.