Jumat, 03 Oktober 2014

CN235 Bisa Lacak Keberadaan Kapal Selam

PT DI akan kembangkan CN235 NextG https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibp4kC_TYWH-O-9U_ZwsO_nHU1QAymgluEW2MuCAzx9PHF-ICjICEnRNWFIQB7UKDvwd1Q-4tqdo8lVeZtz2epuamIsLoUAuGUDUT4YB3QdPDyxyC3TpQob9sg2yhoN0QqE3IjRGl1gW8/s1600/d1br.jpgCN 235 Patmar

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) meningkatkan kemampuan salah satu produk unggulannya yakni pesawat baling-baling CN235 dengan teknologi Anti-Submarine Warfare (ASW). Pesawat CN235 ini bisa dilengkapi oleh sonar dan radar khusus yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam.

"Kita coba anti submarine di pesawat CN235. Kita upgrade menjadi anti submarine. Dia bisa deteksi kapal selam," kata Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh kepada detikFinance, Jumat (3/10/2014).

Berita Pengadaan Alutsista di Media

Ada pemberitaan pengadaan alutista yang belum pernah diberitakan sebelumnya berupa pesanan pesawat Su35 maupun kapal selam 'Kilo'. Mengenai benar apa tidaknya, laman JKGR membahasnya dengan menampilkan ucapan Panglima sebelumnya. Liputan Berita Kompas Cetak

Panglima TNI Jenderal Moeldoko sempat mengatakan kepada publik, bahwa kandidat pengganti F-5 Tiger yang paling kuat adalah Sukhoi SU 35. Pernyataan ini terlontar dari Jenderal Moeldoko di beberapa kesempatan saat ditanya wartawan.

TNI AU sebagai user, juga konon menginginkan SU35 sebagai pengganti F-5 Tiger.

Dan kini pembelian SU-35 oleh TNI akan semakin mendekati kenyataan. Dalam infografik Harian Kompas, Jumat 03/10/2014, dituliskan Indonesia dalam proses pengadaan 16 Jet Tempur SU-35. Wow….pilihan yang sangat brilian dan membuat Indonesia semakin disegani. Alutsista dengan kemampuan yang sangat mematikan.

Kejutan Alutsista Baru Jelang HUT TNI

Kurang dari seminggu selebrasi perayaan HUT TNI, berbagai alutsista telah disiapkan. Beberapa diantaranya sudah tiba di tanah beberapa minggu atau bulan sebelumnya. Tapi ini yang paling mengejutkan. Yaitu munculnya ranpur baru yang direncanakan akan memperkuat TNI-AD. Inilah ranpur M-113, yang telah tiba di Bandara Soekarno Hatta, kamis siang.
tank m-113 Kejutan Alutsista Baru Jelang HUT TNI
 

Eurofighter Typhoon Cacat Produksi, Jerman Hentikan Pembelian

Eurofighter Typhoon

Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) telah mendeteksi cacat produksi pada pesawat tempur Eurofighter Typhoon, yang menyebabkan Jerman menghentikan pembelian pesawat ini hingga masalah diselesaikan. Berita ini menjadi pukulan berat bagi Eurofighter setelah sebelumnya didera masalah harga.

Bom Bukan Cara Ampuh Perangi ISIS

Serangan udara aliansi baru terhadap posisi Islamic State di Suriah, mendapat tanggapan dalam tajuk harian internasional. Terutama dikritik, bahwa bom saja tidaklah cukup untuk memerangi teror ISIS. Harian liberal kiri Spanyol, El Pais yang terbit di Madrid dalam tajuknya berkomentar: Pemboman terhadap posisi jihadis Islamic State kini bukan lagi sekedar operasi anti teror. Gedung Putih sudah menyatakan, ini adalah perang regional baru tanpa mengenal batas negara. Presiden AS Barack Obama memandang ia tidak punya pilihan lain, walau situasi akan makin memburuk. Sebetulnya Islamic State bukanlah penyebab situasi sulit di kawasan, melainkan produk dari kondisi di lingkungan sekitar. Yang dipicu gagalnya negara akibat rezim atau diktatur yang korup, yang melontarkan bayangannya ke semua arah. Untuk sebuah strategi yang sukses memerangi aksi barbar ISIS itu, barat harus melakukan perubahan, agar simpati terhadap ISIS, juga dari barat bisa diredam.

Serangan Udara AS Dan Koalisi Ke Suriah Tidak Melemahkan Islamic State

F-22 RaptorPesawat Tempur F-22 Raptor (infiniteunknown.net)

Senin (22/9) malam militer AS melakukan serangan udara untuk pertama kalinya ke wilayah Suriah dalam rangka kampanye udara penghancuran target/obyek vital dari kekuatan bersenjata ISIS yang kini bernama Islamic State (IS). Dalam serangan tersebut yang menarik perhatian adalah digunakannya pesawat tempur tercanggihnya F-22 Raptor.

F-35A Pertama Australia Mulai Terbang Perdana

F-35A pertama AustraliaLockheed Martin - Royal Australian Air Force F-35A Joint Strike Fighter

Pesawat tempur Lockheed Martin F-35A Lightning II Joint Strike Fighter pertama Australia memulai penerbangan perdananya pada 29 September 2014, dilaporkan laman Global Aviation Report. Ini sebagai tonggak bersejarah program F-35 Angkatan Udara Australia.

Kepala pilot tes F-35 Lockheed Martin, Alan Norman, menerbangkan pesawat tersebut dalam penerbangan sortie selama dua jam untuk memeriksa fungsi pesawat.