Kamis, 23 Juli 2015

Bangun Nuklir, Iran Ternyata Justru Dibantu CIA


Fasilitas Nuklir Iran
Fasilitas Nuklir Iran

Selama tujuh tahun terakhir, wartawan New York Times James Risen terlibat dalam pertempuran hukum dengan pemerintahan AS karena menolak untuk mengungkapkan sumber pemerintah yang digunakan dalam laporannya. Kisah yang hampir mengirim dua kali pemenang Pulitzer ke penjara karena dia membongkar bagaimana kebodohan Amerika sendiri yang justru membantu Iran dengan cepat membangun nuklirnya.
Tulisan James kemudian menjadi sebuah buku yang berjudul State of War yang diterbitkan oleh The Guardian pada tahun 2006.

China Kirim 2 Frigat Paling Canggih ke Laut China Selatan


Angkatan Laut China
Angkatan Laut China

Angkatan Laut Cina dilaporkan telah menugaskan dua kapal perusak paling canggih mereka yakni type 052D kelas Luyang III awal bulan ini ke Laut Cina Selatan.
Perusak yang  dijuluki Yangsha, kemungkinan berasal dari Pangkalan di Yalong Bay di pulau Hainan.
Dilaporkan Jane Defense Weekly, tyipe 052D memiliki sistem senjata peluncuran vertikal yang mampu menembakkan rudal anti-udara, anti-permukaan, anti-kapal selam, dan rudal serangan darat. Sistem tidak ditemukan pada Type 052C sebelumnya.

Rusia Kembangkan Misil Tempur Baru Berbasis Kereta


KERETA NUKLIR 
Perusahaan Rusia akan mengembangkan sistem misil tempur berbasis kereta secara mandiri, demikian disampaikan Perwakilan Komandan Pasukan Misil Strategis Igor Denisov, Selasa (21/7).
“Sebelumnya kami sudah punya kompleks misil tempur kereta, dibangun bersama dengan perusahaan Ukraina. Pada awal 2000-an, pengembangan kompleks tersebut selesai. Kini, pengembangan dan desain baru akan diluncurkan oleh Rusia secara mandiri. Kami sudah mulai menjalankan pengembangan tahap awal,” kata Denisov.
Menurut Komandan Pasukan Misil Strategis Rusia Kolonel Jenderal Sergei Karakayev, kompleks misil tempur berbasis kereta Barguzin akan lebih unggul dari pendahulunya dari segi karakteristik dan dapat digunakan selama bertahun-tahun, setidaknya sampai 2040.

AS Acak-Acak Halaman Belakang China dan Rusia


bom
Amerika Serikat berusaha untuk menguasai Asia Tengah dengan menggunakan ‘para tokoh tanpa batas’ sebagai senjata strategis. Hal itu disampaikan analis politik Nazanin Armanyan dalam publikasi di Spanyol Publico.es dan dikutip Ria Novosti Selasa 21 Juli 2015.

Mengejutkan, S-400 Terlihat di Aljazair


s40021-300x253
Blog militer Aljazair ‘Secret Difa3′ menerbitkan foto buram pertama dari sistem pertahanan udara baru angkatan bersenjata Aljazair yang diidentifikasi sebagai S-400 buatan Rusia. Jika benar maka Aljazair mendahului China yang sudah lama ingin mendapatkan sistem canggih ini.
Blogger tersebut melaporkan bahwa kontrak untuk penyediaan S-400 ke Aljazair ditandatangani tahun lalu. Bukti pengiriman ini adalah foto dari truk BAZ-64022 dengan shelter peluncur.
Foto ini diduga diambil pada musim semi 2015 selama pengujian senjata. Volume pengiriman, menurut penulis, adalah untuk 3-4 Resimen. S-400 ‘Triumph’ adalah sistem rudal anti-pesawat multi-channel yang dilengkapi dengan beberapa jenis rudal dari berbagai rentang.
Sistem ini mampu memukul pesawat, termasuk pesawat terbang, helikopter, drone, rudal jelajah dan rudal balistik taktis dengan kecepatan maksimum 4.800 meter per detik.
Pengiriman S-400 tidak hanya akan memperkuat militer Aljazair tetapi juga akan memberikan kemampuan tambahan untuk mendeteksi target pada jarak jauh. Jika pengiriman dikonfirmasi, Aljazair akan menjadi pembeli asing pertama dari S-400.

Indonesia Disebut Memperumit Proyek Jet Tempur KF-X Korea


Desain KF-X
Desain KF-X

Indonesia disebut sebagai pihak yang akan memperumit pembangunan jet tempur Korean Fighter Experimental (KF-X) karena diperkirakan akan menghambat proses transfer teknologi dari Amerika. Padahal tanpa transfer teknologi, program ini sulit terwujud.
Hal tersebut disampaikan Choi Jong-kun, profesor ilmu politik dan diplomasi di Universitas Yonsei, Korea Selatan. Sebagaimana dikutip  businesskorea.co.kr   14 Juli 2015,  Choi menyebut proyek KF-X bisa menemui jalan buntu tanpa transfer teknologi kunci dari Amerika Serikat. Meski the Defense Acquisition Program Administration (DAPA) mengklaim hal  itu tidak akan terjadi, karena memiliki pilihan untuk transfer teknologi dari negara ketiga.

Rabu, 22 Juli 2015

Apakah Jet Tempur KF-X Akan Berakhir Menjadi Kutukan?


  kf-x 

Program pesawat tempur akan menghadapi dua pilihan. Dia bisa menjadi sebuah berkah, tetapi juga bisa menjadi sebuah kutukan menyakitkan. Bahkan dua hal itu juga berlaku untuk lima negara elite yang telah sukses dalam produksi pesawat tempur.
Keberadaan proyek Korea Fighter Experimental  (KFX ) yang dibangun Korea Selatan dengan Indonesia pun akan berada di ujung dari dua hal itu. Sulitnya, baik Korea Selatan, terlebih Indonesia adalah negara yang masih berada jauh di luar lima negara berpengalaman.