PPRC TNI menggelar latihan setiap tahunnya di seluruh wilayah NKRI, kali ini digelar di wilayah barat tepatnya di Tarakan, Kalimantan Utara, karena terdapat kilang minyak yang merupakan obyek vital nasional. Latihan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, dimaksudkan jika ada ancaman, TNI sudah siap, mulai dari pola pengamanan, hingga mengatasi gangguan dalam operasi gabungan Darat, Laut dan Udara. Dalam latihan itu, satuan TNI, baik Kostrad, Kopassus, TNI AL dan TNI AU, termasuk Gugus Tempur Armada Kawasan Timur (Guspuraltim) terintegrasi dalam satu latihan.
Kamis, 31 Maret 2016
Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI AD Latihan Amankan Obyek Vital Kilang Minyak di Tarakan
PPRC TNI menggelar latihan setiap tahunnya di seluruh wilayah NKRI, kali ini digelar di wilayah barat tepatnya di Tarakan, Kalimantan Utara, karena terdapat kilang minyak yang merupakan obyek vital nasional. Latihan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, dimaksudkan jika ada ancaman, TNI sudah siap, mulai dari pola pengamanan, hingga mengatasi gangguan dalam operasi gabungan Darat, Laut dan Udara. Dalam latihan itu, satuan TNI, baik Kostrad, Kopassus, TNI AL dan TNI AU, termasuk Gugus Tempur Armada Kawasan Timur (Guspuraltim) terintegrasi dalam satu latihan.
Sisa Waktu 8 Hari, Pemerintah Filipina Belum berikan Lampu Hijau Untuk TNI
Setiap hari, komunikasi antara Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi dengan Menlu Filipina semakin intensif. Upaya diplomasi pun diarahkan pada pemberian bantuan militer, sehingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) bisa memasuki wilayah Filipina dengan membawa persenjataan lengkap. Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Filipina mengenai keterlibatan TNI untuk membebaskan Kapten Peter Tonsen Barahama dan sembilan orang anak buahnya.
Wecomeback! Militer Jepang Kini Bisa Bertempur di Luar Negeri
Seperti dilansir Al Jazeera, ini adalah pertama kalinya sejak Perang Dunia II Jepang akan dapat berpartisipasi dalam misi tempur internasional. Selama ini mereka hanya bisa melakukan misi militer untuk bantuan kemanusiaan.
Undang-undang telah didukung oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan menteri pertahanannya, Gen Nakatani.
Pada tanggal 28 Maret, namun lebih dari 100 orang berkumpul di luar kediaman PM untuk memprotes undang-undang baru.
Mobil Tabrak F/A-18E Super Hornet, 2 Tewas
Pengemudi Jeep Cherokee meninggal di sebuah rumah sakit dan penumpang wanita dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Identitas mereka belum diumumkan, namun para pejabat udara Angkatan Laut mengatakan mereka tidak berafiliasi dengan militer.
“Pesawat terbang kami mengalami beberapa kerusakan dan ada dua orang meninggal. Jadi kita harus mencari cara untuk mencegah hal itu terjadi di masa depan,” kata Kapten Angkatan Laut. Monty Ashliman, komandan pangkalan sebagaimana dikutip Los Angeles Times.
Drone Intai Milik Asing Jatuh di Perairan Batam
Nahkoda Kapal Pintas Samudra-9, Kapten Lambok Tampubolon yang pertama kali menemukan pesawat tanpa awak tersebut pada pukul 15.45 WIb, Kamis (31/3/2016). Posisinya sekitar 1 mil dari Pelabuhan Ferry International Batam Center.
Saat itu Kapal Pintas Samudra-9 tengah berlayar dari Pelabuhan Ferry Stulang Laut-Johor Bahru, Malaysia menuju Pelabuhan Ferry Batam Center. Temuan ini langsung dilaporkan Lambok ke pihak otoritas Batam Center.
Pesawat Menhan Rusia Dibayangi Pesawat NATO
Ketegangan terjadi di atas Laut Baltik saat pesawat yang membawa Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu "dipepet" sejumlah jet tempur Typhoon milik NATO.
Seperti dilaporkan IBTimes.com, pesawat tempur jenis Typhoon milik NATO terus mendekati pesawat Menteri Pertahanan Rusia hingga jarak dua kilometer.
Padahal saat itu, pesawat yang membawa Sergey ke Kaliningrad barat Rusia juga dikawal oleh beberapa jet tempur Sukhoi Su-27. Beruntung insiden ini tak sempat menimbulkan kontak senjata di antara para pesawat tempur canggih tersebut.
Militer Filipina Tolak Bantuan RI Selamatkan WNI yang Disandera Abu Sayyaf
AKTIVITAS
MENINGKAT: Pesawat TNI AD lepas landas di Bandara Juwata, Tarakan,
Kalimantan Utara, Rabu (30/3). Aktivitas aparat di Tarakan meningkat
terkait pembajakan kapal tunda Brahma 12 oleh kelompok Militan Abu
Sayyaf. (Bawah) Kapal Brahma 12 yang dibajak kelompok Abu Sayyaf di
Filipina. Kapal itu sudah ditemukan di Tawi-tawi Filipina, namun 10 WNI
awak kapal disandera dan diduga dibawa ke Pulau Jolo. (30) ♚
Di tengah tawaran militer dan polisi Indonesia untuk membantu upaya penyelamatan 10 sandera oleh Abu Sayyaf, militer Filipina atau disebut the Armed Forces of the Philippines (AFP) menyatakan tidak memerlukan bantuan tersebut.
"Dalam konstitusi, kami tidak diizinkan kekuatan militer (negara lain) di sini tanpa perjanjian," ucap juru bicara AFP Kolonel Restituto Padilla, seperti dilansir inquirer.net, Kamis (31/3/2016).
Langganan:
Postingan (Atom)





