Senin, 25 Januari 2016

Angkatan Udara Afrika Selatan Gunakan Cheetah untuk Lindungi Pesawat



Cheetah_Kruger
Serangan burung terhadap pesawat memang sangat sering. Ada sekitar 5.000 insiden setahun. Kerapkali pesawat harus mengganti jendela atau kanopi atau bagian lain yang menabrak burung.Sebagian besar insiden juga kerap menyebabkan situasi kritis pesawat. Sekitar satu persen dari insiden ini menyebabkan kerusakan parah dan beberapa pesawat jatuh. Rata-rata, 40-50 orang per tahun meninggal karena serangan burung pada pesawat.
Hampir semua serangan burung fatal untuk pesawat dengan mesin turbin gas di mana burung masuk ke dalamnya. Beberapa mesin pesawat biasanya dapat bertahan hidup ini jika mereka masih memiliki satu atau lebih kerja mesin. Tapi kadang-kadang kehilangan satu mesin sudah bisa menyebabkan pesawat jatuh karena kekurangan tenaga.

Satu pengecualian adalah “Keajaiban On The Hudson” pada Januari 2009, ketika Airbus 320 di atas New York City kehilangan kedua mesin karena serangan burung. Dengan usaha yang luar biasa oleh awak, pesawat berhasil dibawa mendarat dengan selamat  di Sungai Hudson.
Kejadian serupa meskipun tidak mengancam jiwa juga terjadi pada tahun 2006, di mana jet B-727 yang sedang mendaki setelah lepas landas dari Calgary Kanada tiba-tiba diterjang hujan badai es besar. Pesawat segera berbelok dan kembali mendarat.
Dalam kasus yang jarang terjadi juga mengakibatkan helikopter jatuh. Pada tahun 2011 misalnyam sebuah helikopter Korps Marinir AS bertabrakan dengan elang ekor merah, dengan berat sekitar 1,4 kg Burung itu menghantam bagian atas rotor tiang utama helikopter tempur AH-1W. Terjangan elang merusak pitch change link, yang menyebabkan getaran hebat hingga menyebabkan transmisi dan bilah rotor lepas. Helikopter kemudian jatuh, menewaskan awak dua orang. AH-1 sejak itu telah diubah dengan lebih melindungi pitch change.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar