Rabu, 27 Januari 2016

Boeing Tetap Gelisah, Typhoon Menyalip di Kuwait

https://jejaktapak.files.wordpress.com/2014/05/eurofighter-typhoon-over-malaysia-picture-courtesy-geoff-lee-baes.jpg
Di tengah kegelisahan Boeing menunggu izin penjualan F/A-18 E/F Super Hornet ke Kuwait, Italia hampir bisa dipastikan akan meneken kesepakatan penjualan 28 pesawat Eurofighter ke negara kecil tersebut.
“Menteri Pertahanan Italia Roberta Pinotti telah diundang oleh Kuwait untuk menghadiri penandatanganan untuk 28 pesawat Eurofighter pada hari Minggu [31 Januari 2016] di Kuwait,” kata sumber Departemen Pertahanan Italia sebagaimana dikutip Defense News Rabu 27 Januari 2016.

Italia, yang merupakan salah satu dari empat mitra industri pada program Eurofighter bersama Inggris, Spanyol dan Jerman.
Sebuah nota kesepahaman pertama kali ditandatangani oleh Italia dan Kuwait pada bulan September, dan tanda tangan akhir kontrak awalnya diharapkan pada akhir tahun 2015. Kuwait telah sepakat untuk membeli 22 pesawat Typhoon kursi tunggal dan enam kursi kembar dalam perjanjian pemerintah ke pemerintah. Perusahaan Italia Finmeccanica yang akan menanangani dari sisi industrinya.
Sumber industri mengatakan kesepakatan bisa bernilai hingga US$8,7 miliar  dan akan menjadikan Kuwait sebagai pelanggan ekspor pertama yang menggunakan Typhoon yang memilik radar AESA.
Pesawat baru ini merupakan pengembangan tahap ketiga yang menjadi pesawat dengan peran swing tempur, dengan pengiriman dimulai pada 2019 dan mungkin juga akan meliputi amunisi seperti Shadow Storm dan Meteor.
Kuwait dikabarkan juga tengah menunggu izin pembelian28 pesawat F/A-18 E/F Super Hornet dari Gedung Putih. Bahkan mereka harus menunggu lebih dari dua tahun untuk izin tersebut. Hal ini juga menjadikan Boeing sebagai produsen merasa frustrasi. Sejumlah anggota kongres juga telah mendesak pemerintah untuk segera membereskan penjualan pesawat ini sebelum Kuwait benar-benar tidak sabar dan memilih untuk membeli pesawat lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar