Senin, 25 Januari 2016

Menunggu Desain Akhir Siluman Turki



tf-x
Turki Aerospace Industries (TAI), kontraktor yang ditunjuk untuk membangun jet tempur dalam negeri Turki berharap kontrak desain pesawat akan bisa diteken pada paruh pertama 2016.
Perusahaan ini sudah dalam pembicaraan dengan lembaga pengadaan Undersecretariat for Defense Industries (SSM), selama tahap desain program yang dikenal dengan TF-X. TAI baru-baru ini telah mempersempit pilihan menjadi tiga model yang salah satunya akan dipilih oleh Departemen Pertahanan dalam hal ini Angkatan Udara Turki.
Pilihan desain memiliki opsi untuk mesin tunggal dan mesin ganda. “Pilihan atas mesin akan menjadi kunci untuk menyelesaikan keputusan tentang konsep desain,” kata Muharrem Dortkasli, General Manager TAI sebagaimana dikutip Defense News Minggu 24 Januari 2016.

tf-x2
Turki berharap untuk menerbangkan TF-X pada 2023 yang bertepatan dengan peringatan satu abad Republik Turki. Dortkasli mengatakan penerbangan perdana akan diikuti oleh 300 sampai 500 sorti sebelum sertifikasi pesawat. “Kami akan berhasil,” katanya.
Para pengamat mengatakan meskipun Turki tertarik untuk mengembangkan jet tempur nasional tetapi pekerjaan akan dibagi dengan pembuat pesawat asing.
Sumber industri setuju bahwa pemilihan mesin adalah langkah yang paling penting dalam tahap saat program. Pemerintah Turki telah melakukan pembicaraan dengan pembuat mesin untuk menilai pilihan mesin dan modalitas.



Pada bulan Desember, Rolls-Royce mengatakan telah menawarkan mesin EJ200 untuk menyalakan jet tempur Turki. Pejabat pengadaan mengatakan mereka sedang dalam pembicaraan dengan Rolls-Royce atas hal produksi, pengetahuan dan ekspor lisensi.
Eurojet Turbo adalah mitra utama dari Rolls-Royce bersama dengan MTU, ITP & Avio yang menawarkan EJ200 sebagai mesin potensial untuk program TF-X. Rolls-Royce mengatakan teknologi EJ200 membuatnya lebih kecil dan sederhana dalam tata letak dibanding mesin lain dengan kelas dorong yang sama selain juga memberikan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dan rasio power-to-weight yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon
Produksi seri pertama pesawat Eurofighter Typhoon juga didukung oleh EJ200, diterbangkan pada bulan Februari 2003. Sebagai gambaran Typhoon terbang misi operasional atas Libya sebagai bagian dari Operasi Ellamy dengan melalukan total 6.000 jam terbang tanpa masalah mesin.
Rolls-Royce sejauh ini telah memberikan lebih dari 1.100 mesin EJ2000 yang memiliki daya dorong 13.500 poun untuk kekuatan kering sampai 20.000 poun dengan pemanasan ulang.
Turki tertarik pada siluman dan percaya bahwa teknologi mesin yang akan dipilih akan sangat penting dalam mencapai kemampuan siluman yang diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar